64 tahun lalu, pada 10 november 1945, Bung Tomo, naik ke atas mimbar, langkahnya tegak, rahangnya terkatup rapat, tatapannya tajam ke depan, tampak bahwa air mata semangat telah sampai pada raut mukanya, geram pada tentara sekutu dan kemudian memulai pidato pengobar semangat berikut ini:
Bismillahi rokhmanir rakhim.
Merdeka
Saudara – saudara rakyat jelata diseluruh indonesia
terutama saudara – saudara penduduk kota Surabaya
Kita telah mengetahui bahwa hari ini tentara ingris telah
menyebarkan pamflet – pamfet
yang memberikan ancaman pada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka
tentukan menyerahkan senjata – senjata yang telah
kita rebut dari tangan tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah mita supaya kita datang semua pada mereka itu dengan membawa bendera putih
tanda bahwa kita menyerah pada mereka. Baca terus →
Kategori: Motivasi · Renungan · Sosial Kemasyarakatan · pemikiran
Ditandai: 10 Nopember, Bung Tomo, Surabaya
Dosa sederhanya diartikan sebagai perasaan bersalah. Ia dianggap sebagai sesuatu yang tidak layak dilakukan dan bagi mereka yang melakukannya dianggap sebagai pendosa dan dianggap sebagai pelaku keburukan.
Dalam semua sejarah agama yang pernah turun di muka bumi, setiap sistem kepercayaan dan ajarannya selalu tidak pernah lepas dari pahala dan dosa, agama apapun itu. Tak peduli yang dianggap sebagai agama samawi atau agama ardhi. Baca terus →
Kategori: Cangkruan · Pitakonan · Renungan · pemikiran
Ditandai: Absolut, Asasiyah, Dosa, Relatif
Berdasar penelitian yang dilakukan pada 10 wanita di Kota Surabaya, dilakukan secara kualitatif dengan cara random sampling pada wanita muda usia SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi, dilakukan dalam kurun waktu empat tahun mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa wanita muda di Surabaya lebih mudah diajak bersenggama (Making Love) daripada diajak menikah.
Baca terus →
Kategori: Awewe · Cangkruan · Pitakonan · Renungan · Sosial Kemasyarakatan · pemikiran
Ditandai: Seks, Surabaya, Wanita
Orang bilang demikianlah keadaan orang yang sedang jatuh cinta, semuanya nampak indah, dunia seakan milik berdua, dan seterusnya. Ah… cinta-cinta, banyak istilah digunakan untuk mengungkapkan bagaimana rasanya orang jatuh cinta, sehingga tak jarang orang mengatakan jatuh cinta sejuta rasanya, coba lihat pada teks-teks lagu para penyanyi/band pop kita. Walau kata-kata ini adalah kiasan tapi bisa saja memang jatuh cinta itu memiliki sejuta rasa. Untuk membuktikannya, kita bisa menyumbangkan pikiran tentang bagaimana rasa jatuh cinta itu, jawabn Anda akan bisa membuktikan apakah sejuta rasa dalam jatuh cinta memang benar adanya atau hanya kiasan yang bersifat hiperbola. Berikut adalah beberapa rasa yang bisa kita temui pada orang yang sedang jatuh cinta, selebihnya silahkan anda tambahkan sendiri: Baca terus →
Kategori: Awewe · Cangkruan · Pitakonan · Renungan
Ditandai: cinta, Jatuh, Rasa, Sejuta, Tebak
Satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup (ST12)
Begitulah kata ST12 dalam lagu “Saat Terakhir”-nya. Sebuah lirik yang menggambarkan bagaimana keadaan orang yang kehilangan orang yang sangat dicintai dan disayangi, sulit lepas dari bayangan kekasih tercinta. Cinta, demikianlah anak muda Indonesia menyebutnya. Ya, cinta bisa membuat orang menjadi paling bahagia di dunia ini tapi juga bisa menjerumuskannya dalam dunia gelap yang tak berkesudahan, warna-warni kehidupan menjadi hanya sekedar layar hitam putih tanpa suara, kosong tanpa emosi. Baca terus →
Kategori: Awewe · Cangkruan · Motivasi · pemikiran
Ditandai: cinta, Emptyness, Rindu, Semangat
Suatu saat penulis berbincang-bincang dengan para asatidz Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Perbincangan kami berkisar tentang enaknya jadi Lora (Gus=Jawa),
menjadi anak seorang kiai. Perbicangan santai setelah rapat para asatidz tersebut kemudian terus mengarah pada materi yang lebih mendalam tentang bagaimana bisa seorang Lora yang jika dilihat dari jam belajarnya biasa-biasa saja bahkan terkadang tampak sangat malas dan nakal akan tetapi selalu pintar dan menguasai bidang-bidang keilmuan terutama dalam hal pengajaran kitab kuning dan agama, setidaknya begitulah kelihatannya. Kami pun terus mencoba “menganalisis” tentang bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Baca terus →
Kategori: Cangkruan · Motivasi · Pitakonan · Renungan · pemikiran · pendidikan
Ditandai: Bodoh, Lora, Pintar, Santri
“Health, happiness and success depend upon the fighting spirit of each person. The big thing is not what happens to us in life – but what we do about what happens to us. – Kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan terletak pada semangat juang masing-masing individu. Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, melainkan apa yang sudah kita lakukan terhadap setiap kejadian di dalam hidup kita.”~ George Allen
Pesan yang disampaikan oleh George Allen mengajak kita agar memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan seperti yang bisa kita saksikan di sosok Mbah Surip (tak gendong enak nyo
). Memang kehidupan ini penuh dengan masalah, dari yang ringan sampai yang paling berat (dari bangun tidur sampai tidur lagi). Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak dapat menikmati kehidupan ini, karena ada banyak cara untuk menikmati kehidupan ini sekaligus mengatasi beban yang sedang kita hadapi (tak gendong wae). Baca terus →
Kategori: Cangkruan · Motivasi · Renungan · pemikiran · tasawuf
Ditandai: Hati, Hidup, Lapang, Mbah Surip, Nikmat