Melihat ke arah hotel Hyat Surabaya (sekarang berganti nama Hotel Bumi Surabaya) pada pukul 01:00 dini hari, melihat beberapa kamar yang lampunya hidup, saya ingat akan beberapa pikiran bahwa mereka di sana sedang bersenang-senang dengan wanita. Tapi jiwaku yang lain berkata, “tak semua orang yang menginap di sana berbuat seperti itu. Bisa saja sekarang mereka sedang shalat tahajud di saat yang lain tertidur lelap”. Kemudian saya mengarahkan pandangan ke BRI Tower Surabaya (sekarang bernama BRI Plaza) di sana saya lihat semua lampu ruangan mati. Jiwa saydian berkata lagi, “ Jangan kira di sana sunyi, bisa saja dalam kegelapan ada orang yang dengan khusuk shalat tahajud”. Kemudian saya memandang ke rumah-rumah tetangga dan mengira bahwa mereka telah terlelap, akan tetapi jiwa saya yang tadi berkata lagi, “ jangan kira suasana yang sepi menyiratkan bahwa mereka tidur bisa saja sekarang mereka sedang bertafakur tentang Tuhannya atau bersujud dalam keharibaan Tuhannya. Sedang kamu di sini tak melakukan apa-apa”. Baca terus →
Rahasia Malam
Juni 3, 2009 · 1 Komentar
→ 1 CommentKategori: Cangkruan · Pitakonan · Renungan
Tagged: Hyat, Malam, Surabaya
Langkah Gontai Penjual Keliling
Mei 18, 2009 · 2 Komentar
Saat siang tadi saya ke bengkel untuk menyervis sepeda motor, tiba-tiba dari arah utara tempat saya duduk terlihatlah berjalan seorang laki-laki separuh baya, ±35 tahunan. Wajahnya penuh keringat, tampak di dahinya tanda-tanda kelelahan dan bekas sinar matahari. Bajunya yang putih dimasukkan ke dalam celana ingin menampakkan bahwa ia adalah orang yang rapi. Baca terus →
→ 2 CommentsKategori: Cangkruan · Renungan · pemikiran
Tagged: Kelililing, Minyak Wangi, Penjual
Menikmati Hidup
April 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
“Health, happiness and success depend upon the fighting spirit of each person. The big thing is not what happens to us in life – but what we do about what happens to us. – Kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan terletak pada semangat juang masing-masing individu. Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, melainkan apa yang sudah kita lakukan terhadap setiap kejadian di dalam hidup kita.”~ George Allen
Pesan yang disampaikan oleh George Allen mengajak kita agar memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan. Memang kehidupan ini penuh dengan masalah, dari yang ringan sampai yang paling berat. Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak dapat menikmati kehidupan ini, karena ada banyak cara untuk menikmati kehidupan ini sekaligus mengatasi beban yang sedang kita hadapi. Baca terus →
→ Leave a CommentKategori: Cangkruan · Motivasi · Renungan · pemikiran · tasawuf
Tagged: Hati, Hidup, Lapang, Nikmat
Was-Was dan Obatnya
April 13, 2009 · 2 Komentar
Setiap manusia pasti pernah dilanda kewas-wasan. Jika Anda mengalami was-was dalam melakukan kebaikan, jangan pernah mengurungkan niat baik Anda itu hanya karena dilanda kewas-wasan oleh sebab apapun itu.
Seorang sahabat bertanya pada saya, “Ihsan, saat saya sedang melakukan kebaikan, hati saya seperti dilanda kewas-wasan sehingga kadang saya berpikir saya urungkan saja ibadah yang akan saya kerjakan. Bagaimana menurutmu?” saya menjawab, “ Wahai saudaraku. Janganlah engkau terpengaruh oleh kewas-wasan sehingga menyebabkanmu terjauhkan dari kebaikan!” sahabat tadi kemudian bertanya lagi, “Tapi apakah tidak membatalkan kebaikan atau pahala ibadah yang saya lakukan?” saya kemudian menjawabnya, “ Sahabat, yakinlah! Tidak sesuatu kebaikan apapun yang akan berjalan sia-sia” masih dalam tema yang sama sahabat tadi masih penasaran,” Lalu apa yang harus saya lakukan dengan kewas-wasan yang melanda diri saya?” saya menjawabnya lagi, “Biarkanlah dan jangan pedulikan! Karena was-was akan hilang dengan sendirinya. Yakinlah!”. Baca terus →
→ 2 CommentsKategori: Kitabe Cak · Pitakonan · Renungan · pemikiran · tasawuf
Tagged: Bisikan, Ikhlas, Obat Hati, Syetan, Was-Was
Mari Kita Museumkan Kemiskinan
Februari 25, 2009 · 3 Komentar
Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,
Saya yakin kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan, karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan diciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial-ekonomi yang kita rancang sendiri; pranata-pranata dan konsep-konsep yang menyusun sistem itu; kebijakan-kebijakan yang kita terapkan.
Kemiskinan tercipta karena kita membangun kerangka teoritis berdasarkan asumsi-asumsi yang merendahkan kapasitas manusia, dengan merancang konsep-konsep yang terlampau sempit (seperti konsep bisnis, kelayakan kredit, kewirausahaan, lapangan kerja) atau mengembangkan lembaga-lembaga yang belum matang (Seperti lembaga-lembaga keuangan yang tidak mengikutsertakan kaum miskin). Kemiskinan disebabkan oleh kegagalan pada tataran konseptual, dan bukan kurangnya kapabilitas di pihak rakyat. Baca terus →
→ 3 CommentsKategori: Renungan · Sosial Kemasyarakatan · pemikiran
Tagged: Kemiskinan, Muhammad, Yunus
Valentine dan impor budaya
Februari 9, 2009 · 5 Komentar
Sejarah Hari Valentine
Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu. Baca terus →
→ 5 CommentsKategori: Awewe · Cangkruan · Pitakonan · Renungan · pemikiran
Tagged: cinta, Kebablasan, Kisah, Valentin
Jatuh Cinta Sejuta Rasanya
Februari 4, 2009 · 9 Komentar
Orang bilang demikianlah keadaan orang yang sedang jatuh cinta, semuanya nampak indah, dunia seakan milik berdua, dan seterusnya. Ah… cinta-cinta, banyak istilah digunakan untuk mengungkapkan bagaimana rasanya orang jatuh cinta, sehingga tak jarang orang mengatakan jatuh cinta sejuta rasanya, coba lihat pada teks-teks lagu para penyanyi/band pop kita. Walau kata-kata ini adalah kiasan tapi bisa saja memang jatuh cinta itu memiliki sejuta rasa. Untuk membuktikannya, kita bisa menyumbangkan pikiran tentang bagaimana rasa jatuh cinta itu, jawabn Anda akan bisa membuktikan apakah sejuta rasa dalam jatuh cinta memang benar adanya atau hanya kiasan yang bersifat hiperbola. Berikut adalah beberapa rasa yang bisa kita temui pada orang yang sedang jatuh cinta, selebihnya silahkan anda tambahkan sendiri: Baca terus →
→ 9 CommentsKategori: Awewe · Cangkruan · Pitakonan · Renungan
Tagged: cinta, Jatuh, Rasa, Sejuta


