“Berdansa dan menari ikuti alunan lagu, semua mata pun kini hanya tertuju padaku, tapi tatap matamu seolah inginkan aku, ingin dekat dipeluk aku dan sentuh cintaku.tapi tunggulah dulu kau jangan coba merayu tunggu-tunggulah dulu jangan coba dekati aku
Sabarlah-sabarlah dulu jangan marah padaku bukan salahku jika banyak yang mau padaku
Mari semua dansa denganku dekap aku dan hanyut aku dengar irama yang menggoda, melepaskan hasrat dirimu 2X
Kau inginkan aku, peluk aku, cium aku, kau inginkan aku, ingin bercinta denganku.
Mari semua dansa denganku dekap aku dan hanyut aku dengar irama yang menggoda melepaskan hasrat dirimu 2X
Berdansa dan menari ikuti alunan lagu, semua mata pun kini hanya tertuju padaku, tapi tatap matamu seolah inginkan aku, ingin dekat dipeluk aku dan sentuh cintaku.tapi tunggulah dulu kau jangan coba merayu tunggu-tunggulah dulu jangan coba dekati aku
Sabarlah-sabarlah dulu jangan marah padaku bukan salahku jika banyak yang mau padaku
Mari semua dansa denganku dekap aku dan hanyut aku, dengar irama yang menggoda melepaskan hasrat dirimu 2X
Kau inginkan aku, peluk aku, cium aku, kau inginkan aku, ingin bercinta denganku.
Mari semua dansa denganku dekap aku dan hanyut aku dengar irama yang menggoda melepaskan hasrat dirimu 2X
malam ini bukan hanya untukmu, malam ini kita bercinta bersama.”
Pertama kali melihat dan mendengarkan video klip “Mari Bercinta” milik Aura Kasih, satu hal yang dirasakan dan coba ditonjolkan dari klip ini yaitu keseksian dan sensualitas Aura Kasih. saat mendengarkan teks akhir dari lagu ini,”mari kita bercinta bersama” dengan suara yang serak-serak meminta, setelah sebelumnya kita diprovokasi dengan pakaian mini yang memamerkan kedua paha indah dan gerakan-gerakan kaki “nakal” yang biasa kita dapatkan pada pelacur-pelacur kelas atas Indonesia, makin membuat hati lelaki manapun menjadi berdesir. Kesan nakal, seksi, menggairahkan, menggemaskan dan minta “dimakan” menjadi kesan dari klip Aura Kasih. istilah bercinta bersama juga bisa berarti pesta seks.
Memang jika diteliti dari teksnya secara general, sebenarnya Aura Kasih mencoba mengajak berdansa bersama, tapi kata “melepaskan hasrat dirimu”, tentu semua pria mafhum bawa istilah pelepasan hasrat setelah kata “dekap aku, hanyut aku” adalah bercinta alias ngeseks, tidak percaya, cobalah Anda lihat di novel-novel stensilan terbitan tahun 1990-an, kata melepaskan hasrat biasa diartikan sebagai bercinta (making love), coba pula perhatikan kata,”kamu inginkan aku, peluk aku, cium aku. kau inginkan aku, ingin bercinta denganku.” Sudah semakin jelas bahwa lagu ini memang coba mempermainkan imajinasi para lelaki yang menontonnya. Istilah bercinta sendiri diambil dari bahasa inggris making love yang biasa disingkat ML, yang dimaksud tidak lain adalah melakukan hubungan seksual atau yang lebih jelas adalah bersetubuh.
Pertama kali mendapatkan kesan ini, saya mencoba tidak mengatakannya pada sesorangpun, karena takut saya yang psikopat dan tersugesti oleh hal-hal yang sebenarnya tidak demikian atau istilah Anggun C. Sasmita,”Your Mind” yang cabul. Akan tetapi setelah saya diamkan beberapa waktu, dan saya mencoba mengetes dengan memutar lagu ini di hadapan teman-teman pria, ternyata mereka dengan serentak berkomentar,” ini lagu horney” ada yang bilang,”lagu ML” kemudian ditimpali lagi oleh yang lainnya dengan nada yang agak keras,”lagu ngajak ngeseks”, hah, saya terperangah dengan pendapat yang pada intinya sama tersebut. Kemudian saya ajak teman-teman saya tadi untuk mendiskusikan lagu dan klip Aura Kasih. Hasilnya seperti apa yang saya kemukakan di atas.
Setelah diskusi tersebut, saya merasa lega karena ternyata saya tidak sendirian dan “your mind” tuduhan Anggun setidaknya tidak hanya mengenai saya seorang, seandainya saya sakit mental tentu teman-teman yan lain juga sakit mental. Tapi begitulah adanya. Sang sutradara klip dan pemilik teks klip memang coba bermain di wilayah imajinasi para lelaki. Jadi wajar jika para Kyai yang tergabung di MUI yang tidak biasa melihat Aurat wanita langsung tertegun melihat klip “Mari Bercinta”, hati mereka berdesir, iman mereka ditantang dan setelah lagu selesai segara mereka ingat dan terbesit sebuah kata, ”wah ini harus dilarang demi nama agama dan moral.” Maka buru-burulah MUI melarang pemutaran klip “Mari Bercinta” di tv-tv swasta.
Tapi apapun itu, yang jelas tidak ada nilai edukasi yang bisa didapat dari klip Aura Kasih. klip Aura Kasih adalah murni bisnis, murni hiburan dan mungkin murni “tantangan”.:-) Tapi bagi Anda yang sudah punya istri, lagu ini bisa bermanfaat untuk menghangatkan hubungan Anda dengan istri. Caranya gampang! Lihat dan dengarkan saja klip Aura Kasih dan siapkan istri Anda di tempat tidur, suruhlah istri Anda bertindak sedikit nakal layaknya pelacur. DIJAMIN ANDA PASTI PUAS! (saran ini, tidak dianjurkan bagi yang belum beristri).



18 tanggapan so far ↓
ewot // Mei 31, 2008 pada 3:07 pm |
blom ada yang komen ya…
aq baru aja nonton livenya di global TV, yaa…mo gimana lagi…kakinya emang subhanLlah indahnya…(semoga dosa2q diampuni-Nya, Amiin)
ihsanmaulana // Juni 3, 2008 pada 2:09 am |
Begitulah Aura, semoga Anda tidak mencela saya sebagai manusia yang picik;-) karena saya hanya manusia biasa dengan tabiat yang biasa pula ada di manusia
bob // Juni 12, 2008 pada 7:13 am |
Ga nahan emg tuh si Aura. uggh…
anggubn // Juni 15, 2008 pada 12:27 pm |
aura kasihku sayangku kau membuatku pingin memakaimu
ihsanmaulana // Juni 16, 2008 pada 7:10 am |
wah, lagi horney semua nih. ^_^ hati-hati lho. tembok-tembok jangan sampai bolong
olvy // September 24, 2008 pada 6:12 am |
“Lihat dan dengarkan saja klip Aura Kasih dan siapkan istri Anda di tempat tidur, suruhlah istri Anda bertindak sedikit nakal layaknya pelacur”
mas, napa sih kok kalo nakal layaknya pelacur? bukannya kalo nakal made in kita sendiri bisa lebih bagus daripada pelacur? asalkan sama suami sendiri lho..maksudku jangan disamain sama pelacur po’o..
*kalimatku kok rasanya ancur ya..*
Ihsan Maulana // September 27, 2008 pada 4:33 am |
Wah ide bagus itu!
ya biasanya kan yang nakal ya pelacur, ya cuma perumpamaan kok Olvy. saya sangat setuju jika para istri bertindak nakal pada suaminya di tempat tidur. hitung-hitung biar para suami gak njajan di luar.
nur khalimah // Oktober 30, 2008 pada 4:46 am |
wah………. q setuju bgt sama ikhsan. setidaknya para istri bertindak lebih nakal, yaaaaaaa…………. sapa tau ja suami2 kita g akan ja2 di luar palagi zaman sekarang Boooooooooo……….
Ihsan Maulana // November 10, 2008 pada 6:37 am |
liar itu diperbolehkan, asalkan pada tempat yang tepat dan halal
soe // Februari 26, 2009 pada 6:41 am |
Hm… kenapa bangsa yang luhur indonesia tidak mampu melihat segala sesuatu apa adanya n tanpa memberi penilaian n cenderung ngereesss….
sungguh bangsa yang beriman dan berorientasi sex sex sexsss…..
Ihsan Maulana // Februari 26, 2009 pada 6:48 am |
sex itu kebutuhan dasar. jadi ya wajarlah soe. hehehe
selama itu dilakukan pada tempatnya ya saya kira sah-sah saja
Abdul Mugni // Juli 1, 2009 pada 3:33 am |
selamat siang……../?
Ihsan Maulana // Juli 5, 2009 pada 3:13 am |
Selamat Pagi Bung!
nediak // September 19, 2009 pada 12:27 am |
telanjang sekalian coy
Ihsan Maulana // September 21, 2009 pada 2:44 pm |
Wah-wah lg horney nih ceritanya?
romi // Oktober 3, 2009 pada 3:51 pm |
aura kasih memang hotttt..
untuk di kentott
pino // Oktober 18, 2009 pada 3:06 pm |
jajan jajan jajan kalau seperti aura kasih semua pelacurnya
linathulin // Oktober 20, 2009 pada 9:59 am |
terlalu kasar deck klu istri di samakan dengan pelacur…….kan bisa pake kata yg lebih sopan dikit gt…..ma’af cuma saran aja