Tahun 1970-an, dangdut dikenal juga dengan nama musik melayu. Musiknya mendayu-dayu, mendengarkannya orang bisa menikmatinya sebagai sebuah alunan lagu. Contoh-contoh artis dangdut jaman itu adalah Ida Laela, Ahmadi dan grupnya Arwana. Gayang seperti saat ini tidak pernah dibayangkan oleh orang masu lalu bisa ada pada msuik dangdut, memang terdapat orang bergoyang tapi santai sangat santai lagu-lagu saat itu mirip-mirip lagu Melayu yang saat ini masih terdapat di Sumetera. (lagi…)
Masukan dari Juli 2008
Dangdut Klasik-Dangdut Erotis (evolusi atau degradasi)
Juli 27, 2008 · 1 Tanggapan
Kategori: Cangkruan · Sosial Kemasyarakatan · Uncategorized
Ditandai: Add new tag, Dandut, Erotis, Klasik
Ternyata Hatiku Masih Belum Bersih Benar
Juli 12, 2008 · 5 Tanggapan
Saya adalah orang yang tidak suka sinetron suci sejak awal, saya semakin gregetan karena ibu saya berbading 180 derajat, beliau suka pada sinetron yang satu ini. Ketidak sukaanku pada sinetron ini terletak pada eksploitasi tangis menangis dan solusi masalah yang disodorkan sangat tidak cerdas, secara jujur saya harus mengatakan bahwa sinetron suci memperkosa akal pikiran saya jauh melebih ketidak masuk akalan film Superman yang menyalahi hukum gravitasi yang dirumuskan Isac Newton. (lagi…)
Melepaskan Hasrat Kepemilikan Dalam Cinta
Juli 7, 2008 · 2 Tanggapan
Saat cinta menggebu, saat rindu menelurkan air mata, hati tertarik berjumpa dengan sang kekasih, ingin memeluk erat, memilikinya selamanya. Begitulah kira-kira rasa orang yang sedang jatuh cinta. Bahagia saat bertemu, tapi di saat lain sedih saat berpisah. Saat sang jarak memisahkan dua hati yang saling mencinta. Hati ini terasa menjerit menginginkan pertemuan yang segera. Saat sehari saja tiada kabar, hati langsung merasa gelisah, apalagi jika kita berkirim kabar lewat sms dan tiada jawaban hati langsung saja berpikir seribu kemungkinan yang mungkin saja terjadi pada sang kekasih hati. (lagi…)
Kategori: Awewe · Renungan · pemikiran
Ditandai: cinta, hasrat, psikologi


