Oase Filsafat Diri

Masukan dari September 2008

Dewi-Dewi (S.M.A); Lagu Selingkuh atau Sodomi?

September 27, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Aku tahu dari dulu kamu menginginkannya setengah mati

Aku tahu dari dulu kamu mendambakannya setengah mati

Aku tahu kamu penasaran pasti kamu mau ulangi lagi

Aku tahu kamu penasaran jadi merasakan seperti sedang…

(*)Jangan lagi kamu menusuk diriku dari belakang

Karena rasanya itu sakit bukan main

Sakit minta ampun

Aku tahu dari dulu kamu menginginkannya setengah mati

Aku tahu dari dulu kamu mendambakannya setengah mati

Janganlah lakukan itu, jangan lakukan dari belakangku

Kamu kan tahu itu berbahaya (back *)

Seperti lagu-lagu Dhani Ahmad sebelumnya yang selalu menggoda setiap pendengarnya untuk menafsir , begitu pula dengan lagu yang dibawakan oleh Dewi-Dewi feat Mulan Jameela ini, lagu dengan judul Sakit Minta Ampun (SMA) juga mengandung “kenakalan” di lirik-liriknya. Yang mengundang senyum di sebagian pihak tapi juga istigfar di pihak lain (karena tidak pernah melakukannya). (lagi…)

Kategori: Awewe · Cangkruan · Pitakonan
Ditandai: , , , ,

Oblek Tuhan

September 18, 2008 · & Komentar

Allah itu Cahaya langit-langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti oblek yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu ada di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Nur: 24)

Sengaja kata misykat dalam kata kamisykatin fiihaa mishbah saya artikan dengan kata oblek, karena orang-orang di rumah saya tidak mengerti dengan kata misykat, apalagi saya sendiri tidak mengerti bentuk misykat dalam bentuk aslinya sebagaimana orang Arab zaman Nabi mememahaminya. Jadi saat saya membacakan surat al-Nur:24 tersebut dan saat ada yang bertanya, “Apa misykat itu Ustadz?” saya jawab saja, “ Oblek…, ya obleke Tuhan”. Saya berani mengambil kata oblek karena kata misykat menurut keterangannya dalam kitab-kitab tafsir adalah lubang yang terdapat di dinding yang tidak tembus ke dinding sebelahnya yang biasanya digunakan untuk tempat lampu. Lah, kalau di tempat saya yang para nenek moyangnya hanya mempunyai rumah yang terbuat dari gedek (bidik/tabing) tentu tidak ada dalam kamus mereka misykat seperti yang digambarkan dalam al-Qur’an tersebut. Yang ada di rumah mereka hanyalah oblek yang menyinari ruangan di dalam rumah. Jadi seandainya saya salah, semoga dimaafkan oleh Tuhan. (lagi…)

Kategori: Cangkruan · Renungan · pemikiran
Ditandai: , , ,

Kecewa Dengan Novel KCB

September 4, 2008 · & Komentar

Tiga hari lamanya saya harus menyelesaikan bacaan novel Ketika Cinta Bertasbih (KCB) karangan Habiburrahman al-Shirazy di tengah kesibukan kuliah, di tengah kesibukan menulis artikel, dan di tengah kesibukan mengajar. Dalam berbagai celah waktu selama tiga hari itu saya sempatkan membaca novel Ketika Cinta Bertasbih bahkan hingga larut malam.

Novel yang terdiri dari dua buku ini langsung menarik saya karena nama pengarangnya yang sukses dengan novel Ayat-Ayat Cinta (AAC), atas dasar itulah saya beli dua seri novel KCB. Semacam prolog dari seorang profesor yang saya kenal kualitasnya membuat saya yakin dengan isi novel ini. Bab pertama pun disajikan dengan sangat mengalir indah dengan setting Mesir di mata mahasiswa Indonesia, mengingatkan saya akan sebuah kesempatan yang dulu urung saya dapatkan karena kekeliruan informasi hari tes. (lagi…)

Kategori: Cangkruan
Ditandai: , ,