“Perintah Al-Qur’an itu awal kalinya adalah menikah dua!” begitu kata saya di main office Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS) yang dipenuhi para ustadhah-ustadhah. Kontan saja ruangan menjadi riuh, para ustadhah-ustadhah tidak setuju bahkan ada yang bilang, “Saya benci Ustadz Ihsan!” begitu kata salah seorang ustadhah kepada saya. Tapi tidak demikian dengan para ustadz-ustadz, mereka menanggapi dengan senyum-senyum bahkan beberapa di antaranya bilang “betul-betul”. Saya kemukakan alasan saya secara syar’ie kenapa poligami itu halal dan diperbolehkan dalam Islam. Lanjut membaca
Arsip Kategori: Awewe
Perek itu Perez (Bag. I)
Perek (perempuan ekslusif) atau yang biasa kita kenal dengan cewek cabutan kelas atas atau yang biasa kita tahu sebagai mereka yang menerapkan tarif 400-1.000 per kencan sangat banyak berkeliaran di kota-kota metropolitan termasuk kota Surabaya. Tak sulit menemukannya, tinggal kontak agency atau perantaranya atau yang biasa disebut sebagai “joki” maka mereka akan siap datang (tentu dengan kesepakatan harga). Tapi bukan itu yang akan jadi rasanan saya kali ini. Tapi lebih pada gaya hidup mereka yang harus dibayar mahal dan mulut manisnya yang mengandung bisa di sisi lain. Lanjut membaca
TKW Madura, Istri Harun al-Rashid dan Masjid
Tersebutlah dahulu istri Harun al-Rashid, penguasa dinasti Abbasiyah sedang bertengkar dengan suaminya, pada puncak pertengkaran Harun berkata, “Keluarlah kamu dari kerajaanku dalam waktu sehari semalam”. Lah, masalahnya saat itu kekuasaan dinasti Abbasiyah yang dipimpin oleh Harun al-Rashid membentang luas dari ufuk barat sampai ufuk timur, dari Maroko di sebelah barat hingga anak benua India di sebelah timur. dari Yaman di sebelah selatan hingga Mesopotamia di sebelah utara. Jadi bagaimanalah mungkin sang istri bisa pergi dari kerajaan Harun al-Rashid dalam waktu hanya sehari semalam. Lanjut membaca
Sad Saturday? It’s a Simple
Malam minggu gak punya pacar dan gak punya uang serta gak ada teman buat diajak keluar lalu bikin malam minggu bouring. Setidaknya, begitlah laporan deteksi Jawapos (31/07/2010) hari ini. Saya berpikir kenapa harus bersedih jika hanya tak punya pacar, gak punya uang dan gak ada teman buat keluar. Saya adalah orang yang seringkali mengalami gak punya pacar, gak punya uang dan gak ada teman buat diajak keluar pada malam minggu, tapi saya tidak mengalami sad Saturday atau bersedih hati atas hal itu. Mungkin saya termasuk anak rumahan dalam arti saya lebih sering berada di rumah saat malam minggu tiba. Yah, paling tidak itu berlaku saat kuliah dulu, saat menjadi aktifis mahasiswa. Karena sejak senin-jumat saya sering berada di luar rumah bahkan tak jarang menginap di kos teman atau di sekretariat BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Sehingga untuk menebusnya saya memilih akhir pecan untuk berada di rumah di saat adik-adik saya biasanya keluar dengan teman-temannya. It’s ok for me.
Lanjut membaca
Rencana Gila
Beberapa cewek cantik yang aku kenal di Surabaya hamil di luar nikah. Bagi masyarakat Surabaya hal ini bukanlah berita besar walau bagi saya hal ini tetaplah sesuatu yang menyedihkan. Pertanyaan berkembang pada bagaimana mereka bisa hamil, padahal mereka sudah tahu secara teori untuk mencegah kehamilan. Semisal dengan memakai kondom atau sperma dikeluarkan di luar rahim. Pertanyaan ini terpendam beberapa lama di benak penulis. Hingga pada suatu hari pada tahun 2007, seorang pemuda kenalan penulis bercerita bahwa pacarnya minta putus setelah sekian lama mereka merenda pacaran. Padahal banyak duit telah digelontorkan bagi sang pacar. Dan menurut pengakuannya, ia seringkali melakukan hal yang sebenarnya hanya boleh dilakukan oleh suami-istri (na’udhubillahi min dhalik). Berdasar hal itu, kemudian ia menyusun rencana jahat yaitu menghamili sang pacar agar tidak bisa putus darinya. Siasat pun disusun, saat rumah sang pacar sedang sepi, ia pun melancarkan aksinya dan benar saja mereka kembali melakukan hubungan seksual dan sperma lelaki tadi dikeluarkan di dalam rahim. Dan benar juga setelah beberapa bulan tidak bertemu, tiba-tiba saja ia memberikan undangan pernikahan. Agak terkaget saya dibuatnya. Dan benar saja, saat saya datang, sang pacar telah mengandung selama tiga bulan. Alamak, padahal sang pacar baru saja lulus SMP. Lanjut membaca
Kenapa Harus Cantik?
“Sekarang kadernya banyak yang cewek, Cak.” Begitu kata seorang sahabat PMII Tarbiyah pada saya dalam sebuah pertemuan di Yayasan Khairul Arif Gunungsari Surabaya. Saya tidak itu nada keluhan atau nada kebanggaan. Akan tetapi yang jelas seakan-akan ia sulit untuk membentuk teman kesepemahanam dengannya yang bisa dilakukan olehku dan oleh sahabat-sahabat lain yang laki-laki. Dan itu terlihat dari prosa berikutnya. Jika itu keluhan maka saya paham atas keluhan itu, ia berprasangka bahwa jika kebanyakan kadernya perempuan maka akan terjadi beberapa hal yang tak diinginkan. Di antaranya adalah keterbatasan jam malam bagi para kader perempuan karena mereka adalah perempuan yang subordinate secara sosial atau dalam bahasa orang tua, “Rentan kejahatan, rentan pelecehan dan rentan melanggar norma sosial agama.” Lagipula memang para perempuan seringkali menutup diri dari hal-hal tertentu kepada para lawan jenisnya semisal masalah menstruasi dan lain-lainnya dalam bungkus kaidah “urusan cewek”.
Lanjut membaca
Jilbab Itu Baik
Jujur, tulisan ini saya tulis atas dua hal yang mempuat saya kepikiran (sengaja istilah kepi
kiran ini saya pakai karena tiba-tiba saja muncul di dalam benak). Pertama, dikarenakan banyaknya teman-teman mahasiswi di perguruan tinggi Islam negeri di Surabaya yang tidak memakai jilbab saat berada di luar kampus; baik ketika berada di kos saat menerima tamu laki-laki ataupun berbelanja kecil ke toko di dekat kos ataupun berbelanja plus jalan-jalan ke mal di daerah Surabaya. Kedua, banyaknya anak-anak saya yang bersekolah di sekolah Islam, mereka memakai jilbab di sekolah tapi saat di luar sekolah juga berlaku hal yang sama dengan kakak-kakak kelasnya di perguruan tinggi Islam di Surabaya tersebut. Lanjut membaca