“Perintah Al-Qur’an itu awal kalinya adalah menikah dua!” begitu kata saya di main office Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS) yang dipenuhi para ustadhah-ustadhah. Kontan saja ruangan menjadi riuh, para ustadhah-ustadhah tidak setuju bahkan ada yang bilang, “Saya benci Ustadz Ihsan!” begitu kata salah seorang ustadhah kepada saya. Tapi tidak demikian dengan para ustadz-ustadz, mereka menanggapi dengan senyum-senyum bahkan beberapa di antaranya bilang “betul-betul”. Saya kemukakan alasan saya secara syar’ie kenapa poligami itu halal dan diperbolehkan dalam Islam. Lanjut membaca
Arsip Kategori: Fiqih
Perek itu Perez (Bag. II)
Tadi malam (01 Desember 2010) saat jam menunjukkan pukul 10 malam, saya cangkruk dengan dua orang sahabat. Sebut saja namanya adalah Ram dan Ridho. Pertamakali, saya cangkruk bersama Ram dan saat itu Ridho belum datang. Ram curhat kepadaku tentang dua pacarnya yang sama-sama hamil. Yang pertama lambat menstruasi satu minggu dan yang kedua sudah hamil satu bulan. Dia pusing karena tak tahu harus berbuat apa. Disamping karena kedua pacarnya masih dalam masa pendidikan, ia juga tidak bisa berpikir dan tak pernah membayangkan bagaimana harus menikahi kedua-duanya. Beberapa saat kemudian, datanglah sms dari pacar pertamanya yang mengatakan bahwa ia baru saja minum Sprite empat kaleng yang dicampur dengan garam dan kontan langsung menstruasi, tapi menurut pengakuan si pacar, sakitnya melebihi menstruasi biasanya. “Kok bisa ya, San?” langsung ku jawab, “Sakit orang yang menggugurkan kandungan konon jauh lebih sakit dibanding melahirkan secara normal. Atau paling tidak pacar pertamamu itu merasakan sakit seperti sakitnya orang keguguran.” Begitu jelasku pada Ram. Tentu saja sepengetahuanku. Lanjut membaca
Sampainya Hadiah Bacaan al-Qur’an Untuk Mayyit (Orang Mati)
Dalil-dalil Hadiah Pahala Bacaan
Seorang teman, men-sms saya, dia menulis begini, “ Assalamu’alaikum, Ihsan, jika pean punya refrensi tentang tahlil dan diba’, dalil-dalil yang menjadi dasarnya apa?bunyinya bagaimana?diriwayatkan siapa, penting, tolong ya, matur suwun. Wassalamu’alaikum.” Demikianlah apa yang disampaikan teman saya tersebut. Daripada itu, saya pun berpikir kenapa jawaban saya tidak saya jabarkan secara luas saja karena saya yakin orang yang bertanya seperti teman saya di atas bukan hanya teman saya tapi juga banyak muslim lain di penjuru lain dunia ini.
Berikut adalah hasil penelusuran saya pada dalil-dalil tentang seputar tahlil. Lanjut membaca
Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Filsafat dan Tasawuf Pasca al-Ghazali
Al-Ghazali; Pemikiran, Kondisi Sosiologis Dan Dampaknya
Al-Ghazali, tokoh yang satu ini namanya begitu besar dalam sejarah Islam, ia dianggap sebagai hujjah al-islam, wali al-ulama’, dan sebutan prestise lainnya. Bahkan namanya menembus hingga pada khazanah sejarah ilmu pengetahuan orang-orang Eropa.
Tokoh yang satu ini juga sering disebut al-Ghazzali (tasydid huruf za’) yang berasal dari kata ghazzal yang berarti tukang pintal, karena Ayahnya adalah seorang tukang pintal benang wol. Dilahirkan di kota Thus, ia diangkat sebagai guru besar di Madrasah al-Nidhamiyah, setelah sebelumnya menunjukkan kecemerlangan sebagai seorang murid Juwaini yang mengagumkan. Lanjut membaca
Dinikahkan Kok Malah Menikahkan
Ini sebuah cerita para aktivis organisasi pemuda keislaman di Jawa Timur. Tersebutlah seorang aktivis bernama Hani, ia berniat menikahi gadis pujaannya di Jember Jawa Timur. kami para aktivis pun mengantar Hani ke tempat mempelai wanita. Tercatat setidaknya ada sepuluh orang mengantar untuk akad nikah Hani. Di jalan, teman kami yang bernama Dahlan, Alumni PP. Bata-Bata dan alumni STIKA Sumenep mencoba mengingatkan pada Hani,
“ Hani, sudah hafal tah lafal nikah-nya?”.
“Andai ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW maka aku adalah orangnya!” Jawab Hani dengan dada membusung dan suara tegas. Menandakan bahwa ia sangat percaya diri dan cenderung menganggap remah masalah lafal ijab qabul nikah Lanjut membaca
Kerudung Sebagai Asesoris
Dulu saya masih ingat saat ada mahasiswi IAIN tidak berkerudung saat berada di kos atau saat jalan-jalan di dekat kos atau malah hanya memakai kerudung saat kuliah. Saat itu, saya ingat saya benar-benar shock saat tahu fenomena itu, sangat shock sekali. Karena bagi saya mahasiswi IAIN itu adalah prototipe seorang wanita muslimah. Dalam pikiran saya saat itu seorang mahasiswi IAIN itu harus menutup auratnya dengan memakai kerudung, harus berperilaku baik, dan harus menjaga kehormatannya di depan laki-laki serta tidak melakukan khalwat dengan lawan jenis. Karena saya punya personifikasi yang menurut saya seharusnya melekat pada seorang mahasiswi IAIN maka saya pun mengalami shock ideology saat melihat kenyataan yang berlawanan.
Lanjut membaca
Dosa Absolut dan Dosa Relatif
Dosa sederhanya diartikan sebagai perasaan bersalah. Ia dianggap sebagai sesuatu yang tidak layak dilakukan dan bagi mereka yang melakukannya dianggap sebagai pendosa dan dianggap sebagai pelaku keburukan.
Dalam semua sejarah agama yang pernah turun di muka bumi, setiap sistem kepercayaan dan ajarannya selalu tidak pernah lepas dari pahala dan dosa, agama apapun itu. Tak peduli yang dianggap sebagai agama samawi atau agama ardhi. Lanjut membaca