Franky dan Kesadaran Diri

Dulu saya mengenalnya hanya sebagai penyanyi balada, dulu bagi saya ia tak lebih hanya sebagai seorang penyanyi layaknya penyanyi lain yang saya sukai, saat “perahu retak” diperdengarkan, saya baru saja masuk bangku kuliah. Saat itu saya mulai terlibat akan isu-isu sosial dan kegiatan-kegiatan populis. Layaknya para mahasiswa aktifis, saya pun juga menggelar demo, mulai dari demo yang main segel-segelan hingga demo tahlilan dalam rangka mendesak pemerintah untuk mengusut kematian Munir yang saat itu masih diberitakan meninggal karena mengidap penyakit jantung. Lanjut membaca

Hayy bin Yagzan (Tarzan on Islam Verses)

Karya dalam bidang filsafat yang juga berpengaruh besar pada Abad pertengahan di Barat selain karya-karya Ibn Sina dan Ibn Rusyd adalah Risalat Hayy bin Yaqzan dari Ibn Thufail. ‘Novel filsafat’ ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti bahasa latin, Yahudi, Inggris, Belanda, Spanyol, jerman, Perancis, dan Rusia (H.L. Bec & N.J.G.Kaptein, 1988:73-74). Membacanya membuat saya teringat pada kisah Tarzanyang saya suka ketika saya kecil. Tapi membaca Hayy bin Yagzan jauh lebih bernilai dan memberikan pencerahan ketimbang membaca cerita Tarzan Lanjut membaca

Perek itu Perez (Bag. I)

Perek (perempuan ekslusif) atau yang biasa kita kenal dengan cewek cabutan kelas atas atau yang biasa kita tahu sebagai mereka yang menerapkan tarif 400-1.000 per kencan sangat banyak berkeliaran di kota-kota metropolitan termasuk kota Surabaya. Tak sulit menemukannya, tinggal kontak agency atau perantaranya atau yang biasa disebut sebagai “joki” maka mereka akan siap datang (tentu dengan kesepakatan harga). Tapi bukan itu yang akan jadi rasanan saya kali ini. Tapi lebih pada gaya hidup mereka yang harus dibayar mahal dan mulut manisnya yang mengandung bisa di sisi lain. Lanjut membaca

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Ihsan MaulanaSeringkali gagal akan sesuatu hal membuat kita menyalahkan orang lain. Saat kita tak bisa menerima kegagalan kita, kita selalu saja menyalahkan orang lain sebagai pihak yang bertindak curang. Sedikit dari kita yang coba mau introspeksi diri ke dalam. Kira-kira apa yang kurang dari diri kita. Seringkali kita lakukan itu, siapapun kita. Manusia memang adalah makhluk yang penuh dengan alasan-alasan. Hal inilah yang kemudian oleh Edmund Husserl disebut sebagai motif atau oleh seniornya,Weber disebut sebagai the meaningfull construction. Ya, kita adalah makhluk yang penuh dengan alasan dan seringkali alasan inilah yang menjadi awal dan tujuan tindakan kita. Tindakan kita bukanlah tindakan nir makna, tindakan kita selalu berkelindan dengan alasan-alasan yang ada di dalam dan sekitar kita. Lanjut membaca

Sad Saturday? It’s a Simple

Malam minggu gak punya pacar dan gak punya uang serta gak ada teman buat diajak keluar lalu bikin malam minggu bouring. Setidaknya, begitlah laporan deteksi Jawapos (31/07/2010) hari ini. Saya berpikir kenapa harus bersedih jika hanya tak punya pacar, gak punya uang dan gak ada teman buat keluar. Saya adalah orang yang seringkali mengalami gak punya pacar, gak punya uang dan gak ada teman buat diajak keluar pada malam minggu, tapi saya tidak mengalami sad Saturday atau bersedih hati atas hal itu. Mungkin saya termasuk anak rumahan dalam arti saya lebih sering berada di rumah saat malam minggu tiba. Yah, paling tidak itu berlaku saat kuliah dulu, saat menjadi aktifis mahasiswa. Karena sejak senin-jumat saya sering berada di luar rumah bahkan tak jarang menginap di kos teman atau di sekretariat BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Sehingga untuk menebusnya saya memilih akhir pecan untuk berada di rumah di saat adik-adik saya biasanya keluar dengan teman-temannya. It’s ok for me.
Lanjut membaca

Harap dan Pasrah (Hope and Resignedly)

Huff, setelah keliling-keliling, akhirnya saya menemukan warnet di Yogya. Ternyata di daerah kos anak-anak UIN Sunan Kalijaga jauh lebih banyak layanan laundry daripada warnet. Saya pun kesulitan mengakses internet karena tidak membawa laptop sedang hp masih hitam putih.

Saya sebenarnya tak yakin akan kedatangan saya ke Yogyakarta, kota yang selama 27 tahun hidup saya cuma saya dengar dari televisi, dari teman dan dari kota penerbit yang selalu saya baca di hampir tiap buku yang saya baca. Lanjut membaca

Jilbab Itu Baik

Jujur, tulisan ini saya tulis atas dua hal yang mempuat saya kepikiran (sengaja istilah kepikiran ini saya pakai karena tiba-tiba saja muncul di dalam benak). Pertama, dikarenakan banyaknya teman-teman mahasiswi di perguruan tinggi Islam negeri di Surabaya yang tidak memakai jilbab saat berada di luar kampus; baik ketika berada di kos saat menerima tamu laki-laki ataupun berbelanja kecil ke toko di dekat kos ataupun berbelanja plus jalan-jalan ke mal di daerah Surabaya. Kedua, banyaknya anak-anak saya yang bersekolah di sekolah Islam, mereka memakai jilbab di sekolah tapi saat di luar sekolah juga berlaku hal yang sama dengan kakak-kakak kelasnya di perguruan tinggi Islam di Surabaya tersebut. Lanjut membaca