Antara Pendidikan Islam dan Pendidikan Barat

Pendidikan merupakan salah satu unsur yang sangat penting terhadap pembentukan akhlak dan pembangun peradaban suatu bangsa. Setidaknya ada tiga faktor pembentukan sebuah peradaban yaitu pandangan hidup (worldview), ilmu pengetahuan (science) dan salah satunya adalah pendidikan (education). Kaitan antara ketiga faktor tersebut merupakan circle (lingkaran). Artinya pandangan hidup dapat lahir dan berkembang dari akumulasi ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui proses pendidikan. Lanjut membaca

Gambar dan Koptasi Ideologi Pendidikan Kita

Beberapa saat yang lalu saya menjadi narasumber diklat epistemologi di sebuah perguruan tinggi negeri di Jember Jawa Timur. Iseng-iseng saya ingin melihat kira-kira file apa yang akan “dicetak” peserta diklat jika saya meminta mereka untuk menggambar. Ternyata dari 46 mahasiswa yang saya minta untuk menggambar pemandangan, 32 (69.5%) di antaranya menggambar gunung, 22 (48%) di antaranya yang 32 tadi menggambar dua gunung dalam gambarnya, sembilan (19%) lainnya menggambar gambar berunsur air terutama air laut, dan sisanya yaitu lima (10%) orang menggambar gambar lain.
Hal ini setidaknya menunjukkan satu hal bahwa mayoritas gambar yang mereka gambar ternyata tidak berdasarkan kenyataan yang ada yaitu dua gunung. Karena hampir tidak pernah ditemukan dua buah gunung yang berdiri sejajar di muka bumi ini paling tidak yang saya temui di Indonesia. Kebanyakan gunung berdiri tunggal atau berjajar dari beberapa banyak gunung atau bukit. Dari mana mereka mendapatkan file gambar tersebut. Jawaban pastinya setelah saya tanya adalah sekolah. Ya, sekolah menjadi penanam ide bahwa gambar pemandangan itu berarti menggambar dua buah gunung. Penanaman ide ini menurut pengakuan mereka terutama terjadi pada saat TK (Kindegarden) dan SD (elementary school) tingkat awal. Dalam kata lain, ternyata sekolah mewariskan penanaman ideologi pada anak didiknya berupa gambar dua gunung baik disadari atau tidak oleh si guru. Yang sangat mengenaskan adalah dari 46 mahasiswa tersebut saat saya minta menggambar rumah ternyata 45 (97.8%) orang di antaranya menggambar rumah persegi panjang dengan model atap segitiga memanjang. Sangat tampak sekali bahwa gambaran itu tidak berdasarkan kenyataan yang ada. Idea mereka diwariskan oleh guru yang dulu mengajari mereka bahwa menggambar rumah itu seperti itu. Lanjut membaca

Hayy bin Yagzan (Tarzan on Islam Verses)

Karya dalam bidang filsafat yang juga berpengaruh besar pada Abad pertengahan di Barat selain karya-karya Ibn Sina dan Ibn Rusyd adalah Risalat Hayy bin Yaqzan dari Ibn Thufail. ‘Novel filsafat’ ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti bahasa latin, Yahudi, Inggris, Belanda, Spanyol, jerman, Perancis, dan Rusia (H.L. Bec & N.J.G.Kaptein, 1988:73-74). Membacanya membuat saya teringat pada kisah Tarzanyang saya suka ketika saya kecil. Tapi membaca Hayy bin Yagzan jauh lebih bernilai dan memberikan pencerahan ketimbang membaca cerita Tarzan Lanjut membaca

Jilbab Itu Baik

Jujur, tulisan ini saya tulis atas dua hal yang mempuat saya kepikiran (sengaja istilah kepikiran ini saya pakai karena tiba-tiba saja muncul di dalam benak). Pertama, dikarenakan banyaknya teman-teman mahasiswi di perguruan tinggi Islam negeri di Surabaya yang tidak memakai jilbab saat berada di luar kampus; baik ketika berada di kos saat menerima tamu laki-laki ataupun berbelanja kecil ke toko di dekat kos ataupun berbelanja plus jalan-jalan ke mal di daerah Surabaya. Kedua, banyaknya anak-anak saya yang bersekolah di sekolah Islam, mereka memakai jilbab di sekolah tapi saat di luar sekolah juga berlaku hal yang sama dengan kakak-kakak kelasnya di perguruan tinggi Islam di Surabaya tersebut. Lanjut membaca

Sejarah Pacaran

Saat sekarang ini di Indonesia, hampir tak ada satu orang pun yang tak pernah mendengar kata pacaran. Wuih, pokoknya mulai dari anak SD hingga kakek nenek, mulai dari kota sampai desa-desa yang ada di pegunungan hampir semuanya paham dengan apa itu pacaran. Banyak istilah untuk menyebut hal ini, di Surabaya biasa disebut genda’an, sedang di Madura biasa disebut sebagai sir-siren. Lalu sebenarnya pacaran itu apa sih. Yang saya tahu saat dulu kecil pacaran itu adalah pacar kuku atau biasa disebut pacar air yaitu sejenis pewarna kuku yang biasa didapat dari menggerus daunnya atau dengan mengoleskan bubuk yang sudah jadi, warnanya setahu saya adalah warna merah bata walaupun sekarang sepertinya sudah ada juga yang berwarna hitam, terus setelah dipakai biasanya dalam jangka waktu tertentu akan hilang dengan sendirinya. Lanjut membaca

63 Persen Remaja Berhubungan Seks di Luar Nikah

Menurut hasil survey yang dilakukan salah satu lembaga, 63 persen remaja di Indonesia usia sekolah SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah dan 21 persen di antaranya melakukan aborsi.

“Hasil survai terakhir suatu lembaga survey yang dilakukan di 33 provinsi tahun 2008, sebanyak 63 persen remaja mengaku sudah mengalami hubungan seks sebelum nikah,” kata Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN) M Masri Muadz, saat Peluncuran SMS Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Serang, Jumat (19/12). Lanjut membaca