Karya dalam bidang filsafat yang juga berpengaruh besar pada Abad pertengahan di Barat selain karya-karya Ibn Sina dan Ibn Rusyd adalah Risalat Hayy bin Yaqzan dari Ibn Thufail. ‘Novel filsafat’ ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti bahasa latin, Yahudi, Inggris, Belanda, Spanyol, jerman, Perancis, dan Rusia (H.L. Bec & N.J.G.Kaptein, 1988:73-74). Membacanya membuat saya teringat pada kisah Tarzanyang saya suka ketika saya kecil. Tapi membaca Hayy bin Yagzan jauh lebih bernilai dan memberikan pencerahan ketimbang membaca cerita Tarzan Lanjut membaca
Arsip Kategori: Tafsir
Monogami vs Poligami
“Perintah Al-Qur’an itu awal kalinya adalah menikah dua!” begitu kata saya di main office Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS) yang dipenuhi para ustadhah-ustadhah. Kontan saja ruangan menjadi riuh, para ustadhah-ustadhah tidak setuju bahkan ada yang bilang, “Saya benci Ustadz Ihsan!” begitu kata salah seorang ustadhah kepada saya. Tapi tidak demikian dengan para ustadz-ustadz, mereka menanggapi dengan senyum-senyum bahkan beberapa di antaranya bilang “betul-betul”. Saya kemukakan alasan saya secara syar’ie kenapa poligami itu halal dan diperbolehkan dalam Islam. Lanjut membaca
Ngaji Logika Tuhan
“Alaysa dhaalika biqaadirin ‘alaa an yuhyiya al-mawtaa (QS:75:40)”
Itu kata Tuhan dalam al-Qur’an penutup surat al-Qiyaamah, yang artinya begini “Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati.” Atau dalam arti bebasnya dalam narasi orang Surabaya mungkin terjemahan bebasnya jadi seperti ini, “ Kalau aku menciptakanmu dari gak ada apa-apa saja aku bisa, tentu menghidupkanmu kembali adalah lebih mudah bagiku.” Atau dalam bahasa medok Surabaya akan jadi seperti ini, “Lek aku nggawe awakmu teko gak ono ae iso opo mane saiki. Aku wes nduwe blue print-ne awakmu seng ono nang setiap sel awakmu, lah yo lebih gempil bos!”. Surat al-Qiyaamah atau dalam bahasa Indonesianya disebut sebagai kiamat yang berarti the end of the day, memiliki 40 ayat dan tergolong dalam jajaran surat-surat Makkiyah atau surat yang diturunkan sebelum Nabi bermigrasi ke Yastrib (nama asal dari Madinah al-Munawwarah).
Lanjut membaca
Sampainya Hadiah Bacaan al-Qur’an Untuk Mayyit (Orang Mati)
Dalil-dalil Hadiah Pahala Bacaan
Seorang teman, men-sms saya, dia menulis begini, “ Assalamu’alaikum, Ihsan, jika pean punya refrensi tentang tahlil dan diba’, dalil-dalil yang menjadi dasarnya apa?bunyinya bagaimana?diriwayatkan siapa, penting, tolong ya, matur suwun. Wassalamu’alaikum.” Demikianlah apa yang disampaikan teman saya tersebut. Daripada itu, saya pun berpikir kenapa jawaban saya tidak saya jabarkan secara luas saja karena saya yakin orang yang bertanya seperti teman saya di atas bukan hanya teman saya tapi juga banyak muslim lain di penjuru lain dunia ini.
Berikut adalah hasil penelusuran saya pada dalil-dalil tentang seputar tahlil. Lanjut membaca
Pemikiran Teosofis Suhrawardi al-Maqtul
Nama lengkap Suhrawardi adalah Abu al-Futu>h} Yah}ya bin Habash bin Amirak Shihab al-Din as-Suhrawardi al-Kurdi, lahir pada tahun 549 H/ 1153M di Suhraward, sebuah kampung di kawasan Jibal, Iran Barat Laut dekat Zanjan. Ia memiliki sejumlah gelar : Shaikh al-Ishraq, Master of Illuminationist, al-Hakim, ash-Shahid, the Martyr, dan al-Maqtul.
Sebagaimana umumnya para intelektual muslim, Suhrawardi juga melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk mengembangkan wawasannya. Wilayah pertama yang ia kunjungi adalah Maragha yang berada di kawasan Azerbaijan. Di kota ini ia belajar filsafat, hukum dan teologi kepada Majd al-Din al-Jili. Untuk memperdalam kajian filsafat ia juga berguru pada Fakhr al-Din al-Mardini. Tampaknya tokoh terakhir ini merupakan guru filsafat yang sangat berpengaruh bagi Suhrawardi.
Pengembaraan ilmiahnya kemudian berlanjut ke Is}fahan, Iran Tengah dan belajar logika kepada Zahir al-Din al-Qari. Dia juga mempelajari logika dari buku al-Basa’ir al-Nasiriyyah karya Umar ibn Sahlan al-Sawi. Dari Isfahan ia melanjutkan perjalanannya ke Anatolia Tenggara dan diterima dengan baik oleh pangeran Bani Saljuq. Setelah itu pengembaraan Suhrawardi berlanjut ke Persia yang merupakan “gudang” tokoh-tokoh sufi. Di sini ia tertarik kepada ajaran tasawuf dan akhirnya menekuni mistisisme. Dalam hal ini Suhrawardi tidak hanya mempelajari teori-teori dan metode-metode untuk menjadi sufi, tetapi sekaligus mempraktekkannya sebagai sufi sejati. Dia menjadi seorang zahid yang menjalani hidupnya dengan ibadah, merenung, kontemplasi, dan berfilsafat. Dengan pola hidup seperti ini akhirnya dalam diri Suhrawardi terkumpul dua keahlian sekaligus, yakni filsafat dan tasawuf. Dengan demikian ia dapat dikatakan sebagai seorang filosof sekaligus sufi. Lanjut membaca
Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Filsafat dan Tasawuf Pasca al-Ghazali
Al-Ghazali; Pemikiran, Kondisi Sosiologis Dan Dampaknya
Al-Ghazali, tokoh yang satu ini namanya begitu besar dalam sejarah Islam, ia dianggap sebagai hujjah al-islam, wali al-ulama’, dan sebutan prestise lainnya. Bahkan namanya menembus hingga pada khazanah sejarah ilmu pengetahuan orang-orang Eropa.
Tokoh yang satu ini juga sering disebut al-Ghazzali (tasydid huruf za’) yang berasal dari kata ghazzal yang berarti tukang pintal, karena Ayahnya adalah seorang tukang pintal benang wol. Dilahirkan di kota Thus, ia diangkat sebagai guru besar di Madrasah al-Nidhamiyah, setelah sebelumnya menunjukkan kecemerlangan sebagai seorang murid Juwaini yang mengagumkan. Lanjut membaca
Madhab Cinta Gusti Allah
Saat itu saya melakukan transaksi ekonomi dengan dua orang junior di Surabaya. Semuanya terasa lancar-lancar saja hingga saat pembayaran tiba. Tiba-tiba kedua junior tadi mengklaim bahwa ia telah memberi DP sejumlah 1500 untuk 1000 yang mereka bayarkan. Awalnya saya ragu apakah mereka telah memberi 1000 atau 800 tapi antah kenapa tiba-tiba saja mereka mengklaim telah memberi 1500. saya bingung, bukan karena apa tapi karena untuk itu saya harus berhutang uang counter milik ibu dan untuk membayarnya saya harus pinjam uang paman yang ada padaku. Bukan hanya itu saja yang membuatku pusing, kreditan bank yang mencapai angka hampir 800 dan sudah mencapai deadline juga membuatku panik. Hal tersebut masih ditambah dengan perkataan yang tak pantas dikatakan oleh seorang junior pada seniornya. Jujur, sakit hati juga saat mereka menuduh yang macam-macam. Lanjut membaca
