Sampainya Hadiah Bacaan al-Qur’an Untuk Mayyit (Orang Mati)

Dalil-dalil Hadiah Pahala Bacaan

Seorang teman, men-sms saya, dia menulis begini, “ Assalamu’alaikum, Ihsan, jika pean punya refrensi tentang tahlil dan diba’, dalil-dalil yang menjadi dasarnya apa?bunyinya bagaimana?diriwayatkan siapa, penting, tolong ya, matur suwun. Wassalamu’alaikum.” Demikianlah apa yang disampaikan teman saya tersebut. Daripada itu, saya pun berpikir kenapa jawaban saya tidak saya jabarkan secara luas saja karena saya yakin orang yang bertanya seperti teman saya di atas bukan hanya teman saya tapi juga banyak muslim lain di penjuru lain dunia ini.
Berikut adalah hasil penelusuran saya pada dalil-dalil tentang seputar tahlil. Lanjut membaca

Miyabi dan Khayalan Seksual

Miyabi jadi bintang film di negeri ini. Semua orang kaget, para orang tua, ibu-ibu, dan para ulama jadi geram karena merasa bahwa simbol pronografi mau mengacak-acak tontonan anak muda negeri ini. Protes pun bermunculan, mereka berkata bahwa penampilan Miyabi dapat merusak akal dan mental anak-anak muda kita, para ulama berkata bahwa Miyabi banyak mudharat-nya. Lanjut membaca

Pemikiran Teosofis Suhrawardi al-Maqtul


Mengenal Sosok Suhrawardi

Nama lengkap Suhrawardi adalah Abu al-Futu>h} Yah}ya bin Habash bin Amirak Shihab al-Din as-Suhrawardi al-Kurdi, lahir pada tahun 549 H/ 1153M di Suhraward, sebuah kampung di kawasan Jibal, Iran Barat Laut dekat Zanjan. Ia memiliki sejumlah gelar : Shaikh al-Ishraq, Master of Illuminationist, al-Hakim, ash-Shahid, the Martyr, dan al-Maqtul.

Sebagaimana umumnya para intelektual muslim, Suhrawardi juga melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk mengembangkan wawasannya. Wilayah pertama yang ia kunjungi adalah Maragha yang berada di kawasan Azerbaijan. Di kota ini ia belajar filsafat, hukum dan teologi kepada Majd al-Din al-Jili. Untuk memperdalam kajian filsafat ia juga berguru pada Fakhr al-Din al-Mardini. Tampaknya tokoh terakhir ini merupakan guru filsafat yang sangat berpengaruh bagi Suhrawardi.

Pengembaraan ilmiahnya kemudian berlanjut ke Is}fahan, Iran Tengah dan belajar logika kepada Zahir al-Din al-Qari. Dia juga mempelajari logika dari buku al-Basa’ir al-Nasiriyyah karya Umar ibn Sahlan al-Sawi. Dari Isfahan ia melanjutkan perjalanannya ke Anatolia Tenggara dan diterima dengan baik oleh pangeran Bani Saljuq. Setelah itu pengembaraan Suhrawardi berlanjut ke Persia yang merupakan “gudang” tokoh-tokoh sufi. Di sini ia tertarik kepada ajaran tasawuf dan akhirnya menekuni mistisisme. Dalam hal ini Suhrawardi tidak hanya mempelajari teori-teori dan metode-metode untuk menjadi sufi, tetapi sekaligus mempraktekkannya sebagai sufi sejati. Dia menjadi seorang zahid yang menjalani hidupnya dengan ibadah, merenung, kontemplasi, dan berfilsafat. Dengan pola hidup seperti ini akhirnya dalam diri Suhrawardi terkumpul dua keahlian sekaligus, yakni filsafat dan tasawuf. Dengan demikian ia dapat dikatakan sebagai seorang filosof sekaligus sufi. Lanjut membaca

Dangdut Klasik-Dangdut Erotis (evolusi atau degradasi)

Tahun 1970-an, dangdut dikenal juga dengan nama musik melayu. Musiknya mendayu-dayu, mendengarkannya orang bisa menikmatinya sebagai sebuah alunan lagu. Contoh-contoh artis dangdut jaman itu adalah Ida Laela, Ahmadi dan grupnya Arwana. Gayang seperti saat ini tidak pernah dibayangkan oleh orang masu lalu bisa ada pada msuik dangdut, memang terdapat orang bergoyang tapi santai sangat santai lagu-lagu saat itu mirip-mirip lagu Melayu yang saat ini masih terdapat di Sumetera. Lanjut membaca