<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Oase Filsafat Diri</title>
	<atom:link href="http://ihsanmaulana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com</link>
	<description>Mencari makna melampaui kata</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 05:37:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ihsanmaulana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/871b59d47cc712f236921d07236208e0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Oase Filsafat Diri</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Agama yang Menggerakkan</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/11/10/agama-yang-menggerakkan/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/11/10/agama-yang-menggerakkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 05:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Kemasyarakatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[10 Nopember]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Tomo]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/11/10/agama-yang-menggerakkan/</guid>
		<description><![CDATA[64 tahun lalu, pada 10 november 1945, Bung Tomo, naik ke atas mimbar, langkahnya tegak, rahangnya terkatup rapat, tatapannya tajam ke depan, tampak bahwa air mata semangat telah sampai pada raut mukanya, geram pada tentara sekutu dan kemudian memulai pidato pengobar semangat berikut ini:
Bismillahi rokhmanir rakhim.
Merdeka
Saudara &#8211; saudara rakyat jelata diseluruh indonesia
terutama saudara &#8211; saudara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=182&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/11/bung-tomo.jpeg?w=109&#038;h=118" alt="bung tomo" title="bung tomo" width="109" height="118" class="alignleft size-full wp-image-183" />64 tahun lalu, pada 10 november 1945, Bung Tomo, naik ke atas mimbar, langkahnya tegak, rahangnya terkatup rapat, tatapannya tajam ke depan, tampak bahwa air mata semangat telah sampai pada raut mukanya, geram pada tentara sekutu dan kemudian memulai pidato pengobar semangat berikut ini:</p>
<p><em>Bismillahi rokhmanir rakhim.<br />
Merdeka<br />
Saudara &#8211; saudara rakyat jelata diseluruh indonesia<br />
terutama saudara &#8211; saudara penduduk kota Surabaya<br />
Kita telah mengetahui bahwa hari ini tentara ingris telah<br />
menyebarkan pamflet &#8211; pamfet<br />
yang memberikan ancaman pada kita semua.<br />
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka<br />
tentukan menyerahkan senjata &#8211; senjata yang telah<br />
kita rebut dari tangan tentara Jepang.<br />
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.<br />
Mereka telah mita supaya kita datang semua pada mereka itu dengan membawa bendera putih<br />
tanda bahwa kita menyerah pada mereka. <span id="more-182"></span><br />
Saudara &#8211; saudara didalam pertempuran &#8211; pertempuran yang lampau,<br />
kita sekalin telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,<br />
yang berasal dari Sulawesi, pemuda &#8211; pemuda yang berasal daari Bali,<br />
pemuda &#8211; pemuda yang berasal dari Kalimantan,<br />
pemuda &#8211; pemuda yang berasal dari Sumatra, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli dan seluruh pemuda yang berada di Surabaya ini.<br />
Di dalam pasukan &#8211; pasukan mereka masing -masing dengan pasukan rakyat yang dibentuk dikampung &#8211; kampung<br />
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,<br />
telah menunjukkan satu kekuatan hingga<br />
mereka itu terjepit di mana &#8211; mana.<br />
Hanya karena taktik yang licik dari mereka itu saudara &#8211; saudara,<br />
dengan mendatangkan Presiden dan Pemimpin &#8211; pemimpin lainnya ke Surabaya ini,<br />
maka kita tunduk untuk memberhentikan pertempuran.<br />
Tetapi pada masa itu, mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat, sekarang inilah keadaannya.<br />
Saudara &#8211; saudara, kita semuanya &#8211; kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tangtangan tentara Inggris itu, dan kalau pimpinan tetara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengar jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkan lah ini tentara Inggris!</p>
<p>Ini jawaban kita, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia, kepada kau sekalian hai tentara Inggris! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk padamu! Kau menyuruh kita membawa senjata &#8211; senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekutan yang ada! Tetapi inilah jawaban kita </p>
<p>&#8220;selama Banteng &#8211; Banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membasahi secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu, tidak akan kita mau menyerah pada siapapun juga&#8221;</p>
<p>Saudara &#8211; saudara rakyat Surabaya bersiaplah. Keadaan genting. tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang meraka itu! Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah orang &#8211; orang yang benar &#8211; benar inggin merdeka! Dan untuk kita saudara &#8211; saudara, lebih baik hancur lebur dari pada tidak merdeka!</p>
<p>Semboyan kita tetap! Merdeka atau Mati! Dan kita yakin saudara &#8211; saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh kepada kita. Sebab Allah selalu berpihak kepada yang benar.<br />
Percayalah saudara &#8211; saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar<br />
Merdeka<br />
</em><br />
Dikutib dari buku : DR H Roeslan Abdulgani &#8211; Seratus hari diSurabaya yang Menggemparkan Dunia, yayasan Idayu &#8211; Jakarta, 1980 </p>
<p>Mengucap bismillahirrahmanirrahim mengajak masyarakat Indonesia untuk berjihad melawan agresi sekutu yang dikomandoi Inggris dan diakhiri dengan pekik <strong>Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!</strong> telah membangkitkan  semangat para pemuda Surabaya, meneteskan setiap ari mata yang masih bisa menetes, mengisi dada-dada rakyat Surabaya dengan semangat untuk terus berjuang sampai dnengan titik darah penghabisan dan hanya ada dua pilihan, meredeka atau mati.<br />
untuk bergerak membawa apa saja yang bisa digunakan sebagai senjata, bedil, pistol, hingga bambu runcing sekalipun. Yang penting maju berjuang melawan penjajah yang coba bercokol kembali di bumi pertiwi melewati Surabaya.</p>
<p>Dulu mereka memekik takbir, bertarung dengan semangat yang menyala-nyala, dengan lelehan air mata, dengan isak tangis keberanian membela tanah air. <strong>Allahu Akbar </strong>telah membuat masyarakat Jawa Timur bersatu melawan penjajah tidak menghiraukan himbauan Presiden Soekarno yang telah ditekan Sekutu agar menyeru masyarakat Surabaya untuk meletakkan senjata. Bagi masyarakat Surabaya lebih baik mati berkalang tanah daripada harus dijajah.</p>
<p>Perang terbuka terjadi di kota Surabaya, dua kekuatan yang tidak seimbang bertempur di kota ini, serangan dengan tank-tank modern, tembakan dari pesawat tempur dibalas dengan tembakan bedil, ketapel, bambu runcing, dan apapun yang bisa dijadikan senjata, gempuran-gempuran yang tak menyurutkan masyarakat Surabaya untuk terus bertempur dalam tekad merdeka atau mati (<em>‘isy kariman aw mut syahidan</em>).</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan agama, ya lihat saja bagaimana Bung Tomo mengucap basmalah, bagaimana pula ia membakar semangat masyarakat Surabaya lewat pekikan takbir yang diucapkan dengan kedalaman hati dan kebulatan tekad. </p>
<p>Agama, tanpa campuran ideologi apapun bisa membakar dan menggerakkan masyarakat dengan begitu hebat, ia tak perlu sosialisme, ia juga tak perlu komunisme untuk menggerakkan masyarakat. Karena masyarakat sendiri tak mau terlalu  peduli dengan apa itu sosialisme dengan apa itu komunisme apalagi kapitalisme. Bagi mereka yang benar harus dibela, bagi mereka kebatilan harus segera dienyahkan, yang mereka tahu hak mereka hak atas tanah air yang telah membesarkannya haruslah diperjuangkan dengan mati-matian. inilah <em>people power </em>yang begitu mengharukan yang dicatat dunia, puluhan ribu orang bersatu saling bantu membantu dalam mengusir penjajah, yang masih sehat fisik ikut bertempur para wanita menyediakan suplay makanan dan perobatan, yang tua juga beruasaha dengan apa yang bisa ia usahakan. Rakyat tergerak oleh sebuah sebuah, “<em>Sebab Allah selalu berpihak kepada yang benar.<br />
Percayalah saudara &#8211; saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian..</em>”</p>
<p>Agama dalam dunia-dunia ketiga memang seringkali menjadi penggerak dan bukan pembudak. Agama telah memberikan makna hidup, kekuatan untuk bertahan di mana orang lain tak mampu bertahan dalam situasi demikian.</p>
<p>Ulama terjun dalam garda terdepan untuk memimpin umatnya dalam pertarungan hidup mati, menjadi jenderal dan sekaligus panutan yang dilihat dan disaksikan sendiri oleh umatnya, menjadi teladan untuk terus berjuang membela hak mereka yang coba dirampas oleh penjajah. Agama yang menggerakkan,ya begitulah kita menamakannya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=182&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/11/10/agama-yang-menggerakkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/11/bung-tomo.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">bung tomo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosa Absolut dan Dosa Relatif</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/23/dosa-absolut-dan-dosa-relatif/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/23/dosa-absolut-dan-dosa-relatif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 04:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pitakonan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Absolut]]></category>
		<category><![CDATA[Asasiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Relatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Dosa sederhanya diartikan sebagai perasaan bersalah. Ia dianggap sebagai sesuatu yang tidak layak dilakukan dan bagi mereka yang melakukannya dianggap sebagai pendosa dan dianggap sebagai pelaku keburukan.
Dalam semua sejarah agama yang pernah turun di muka bumi, setiap sistem kepercayaan dan ajarannya selalu tidak pernah lepas dari pahala dan dosa, agama apapun itu. Tak peduli yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=178&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/10/dolly-thumbnail.jpg?w=128&#038;h=91" alt="dolly.thumbnail" title="dolly.thumbnail" width="128" height="91" class="alignleft size-full wp-image-180" />Dosa sederhanya diartikan sebagai perasaan bersalah. Ia dianggap sebagai sesuatu yang tidak layak dilakukan dan bagi mereka yang melakukannya dianggap sebagai pendosa dan dianggap sebagai pelaku keburukan.<br />
Dalam semua sejarah agama yang pernah turun di muka bumi, setiap sistem kepercayaan dan ajarannya selalu tidak pernah lepas dari pahala dan dosa, agama apapun itu. Tak peduli yang dianggap sebagai agama samawi atau agama <em>ardhi.</em><span id="more-178"></span></p>
<p>Dosa, harus kita akui selalu berpengaruh pada tabiat pelakunya. Teorinya begini, setiap pekerjaan atau aktifitas yang kita kerjakan adalah energi. Setiap energi pastilah mempunyai sifat energi; api pastilah membakar, energi air pastilah menyejukkan. Jika kita tarik lagi pada masalah kejiwaan. Energi birahi pastilah membakar, energi cinta dan kasih sayang pastilah meneduhkan, energi marah juga membakar, dst. Masing-masing energi itu pastilah punya dua kutub yang berbeda; pertama energi positif. Kedua, energi negatif (Energi positif dan energi negatif saat sekarang ini telah bisa dilihat dari sisi medis dan eksakta).</p>
<p>Setiap perbuatan yang mempunyai energi negatif dan mengandung unsur perasaan bersalah dan diamini oleh semua agama adalah dosa absolut. Sedangkan dosa relatif adalah dosa yang masih diperdebatkan baik buruknya, dan biasanya tidak berlaku secara universal.</p>
<p>Dalam agama Islam ada hal yang disebut asasiyah (dasar) adan ada pula yang disebut furu’iyah (cabang). Dalam hal asas, umat Islam selalu sepakat. Misal, Muhammad utusan Allah, Tuhan itu ada satu dan disebut dengan Allah. Sedangkan dalam hal furu’iyah (cabang), umat Islam banyak berbeda pendapat dan hal tersebut memperoleh persetujuan dari Nabi.<br />
Kembali ke dosa absolut dan dosa relatif. Dalam pengertiannya, semakin umum dan luas pandangan kita maka hal-hal yang absolut itu akan makin sedikit. tapi hal ini masih kontroversi dan perlu pembicaraan lebih lanjut. Wallahu A’lam!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=178&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/23/dosa-absolut-dan-dosa-relatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/10/dolly-thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dolly.thumbnail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Muda Surabaya Lebih Mudah diajak ML daripada Menikah</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/15/wanita-muda-surabaya-lebih-mudah-diajak-ml-daripada-menikah/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/15/wanita-muda-surabaya-lebih-mudah-diajak-ml-daripada-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 16:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awewe]]></category>
		<category><![CDATA[Cangkruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pitakonan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Kemasyarakatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Berdasar penelitian yang dilakukan pada 10 wanita di Kota Surabaya, dilakukan secara kualitatif dengan cara random sampling pada wanita muda usia SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi, dilakukan dalam kurun waktu empat tahun mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa wanita muda di Surabaya lebih mudah diajak bersenggama (Making Love) daripada diajak menikah.

Rincian hasil penelitian tersebut adalah berikut: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=175&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpeg?w=90&#038;h=135" alt="Miyabi" title="Miyabi" width="90" height="135" class="alignleft size-full wp-image-176" />Berdasar penelitian yang dilakukan pada 10 wanita di Kota Surabaya, dilakukan secara kualitatif dengan cara random sampling pada wanita muda usia SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi, dilakukan dalam kurun waktu empat tahun mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa wanita muda di Surabaya lebih mudah diajak bersenggama (<em>Making Love</em>) daripada diajak menikah.<br />
<span id="more-175"></span><br />
Rincian hasil penelitian tersebut adalah berikut:  enam wanita muda Surabaya mau diajak bersenggama dengan catatan jika terjadi apa-apa pasangannya mau bertanggung jawab, satu wanita mau diajak bersenggama dengan syaarat pasangannya berjanji dan berkomitmen menikahinya, dan tiga wanita Surabaya tidak mau diajak bersenggama, apapun yang terjadi sebelum pasangannya menikahinya secara sah.<br />
Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana semakin liberalnya padangan para wanita muda di Surabaya atas seksualitas dan menjadi bukti betapa secara moral keagamaan telah terjadi degradasi norma menjaga virginitas di tingkatan wanita muda Surabaya yang belum menikah. Hal ini juga menunjukkan bagaimana para wanita muda Surabaya juga sudah mulai bisa menerima perbuatan senggama di luar nikah (<em>sex before married</em>). </p>
<p>Hal lain yang terungkap dari penelitian ini adalah dari 10 wanita muda tersebut saat ditanyakan apakah mereka pernah menonton film BF, kesemuanya menjawab pernah. Saat ditanya darimana mereka mendapatkan pengetahuan seksualnya, mereka menjawab dari teman dan dari media. Media yang dimaksud adalah video, buku dan majalah. Poin lain adalah kenyataan bahwa mereka tidak pernah membicarakan masalah seksnya pada orang tuanya. Rinciannya, delapan orang mengatakan tidak dan tidak pernah, sedangkan sisanya mengatakan pernah.</p>
<p>Berdasar dari data tersebut mengindikasikan bagaimana persoalan seks yang tertutup membuat pengetahuan seksualitas para wanita muda tadi berkembang secara liar dan tidak terkendali. Mereka seakan-akan mempunyai dunia lain dengan norma yang lain yang disimpan rapat-rapat, sebuah dunia yang berbeda dari apa yang ditampakkan setiap harinya di hadapan masyarakat.</p>
<p>Dari itu, usulannya sebagai tindak lanjut atas hasil penelitian di atas adalah perlunya keterbukaan membicarakan masalah seksualitas pada para wanita muda oleh para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat. Salah satu tujuannya adalah berupa target minimal adanya balancing atas pengetahuan masalah seksualitas secara sempurna, harapannya tentu tercapainya masyarakat madani yang taat pada norma-norma yang ada.<br />
Yang patut menjadi garis besar, bahwa temuan ini tidak bisa untuk mengenelisir temuan. Akan tetapi dengan keadaan yang sama temuan ini bisa dipakai sebagai acuan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=175&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/15/wanita-muda-surabaya-lebih-mudah-diajak-ml-daripada-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Miyabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jatuh Cinta Sejuta Rasanya</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/10/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/10/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 05:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awewe]]></category>
		<category><![CDATA[Cangkruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pitakonan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sejuta]]></category>
		<category><![CDATA[Tebak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[ Orang bilang demikianlah keadaan orang yang sedang jatuh  cinta, semuanya nampak indah, dunia seakan milik berdua,  dan seterusnya. Ah… cinta-cinta, banyak istilah digunakan  untuk mengungkapkan bagaimana rasanya orang jatuh  cinta, sehingga tak jarang orang mengatakan jatuh cinta  sejuta rasanya, coba lihat pada teks-teks lagu para  penyanyi/band pop kita. Walau kata-kata ini adalah kiasan  tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=128&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-129" title="berjuta-rasanya" src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/02/berjuta-rasanya.jpg?w=358&#038;h=269" alt="berjuta-rasanya" width="358" height="269" /> Orang bilang demikianlah keadaan orang yang sedang jatuh  cinta, semuanya nampak indah, dunia seakan milik berdua,  dan seterusnya. Ah… cinta-cinta, banyak istilah digunakan  untuk mengungkapkan bagaimana rasanya orang jatuh  cinta, sehingga tak jarang orang mengatakan jatuh cinta  sejuta rasanya, coba lihat pada teks-teks lagu para  penyanyi/band pop kita. Walau kata-kata ini adalah kiasan  tapi bisa saja memang jatuh cinta itu memiliki sejuta rasa.  Untuk membuktikannya, kita bisa menyumbangkan pikiran  tentang bagaimana rasa jatuh cinta itu, jawabn Anda akan  bisa membuktikan apakah sejuta rasa dalam jatuh cinta  memang benar adanya atau hanya kiasan yang bersifat  hiperbola. Berikut adalah beberapa rasa yang bisa kita  temui pada orang yang sedang jatuh cinta, selebihnya  silahkan anda tambahkan sendiri:<span id="more-128"></span></p>
<p>1. Manis, jatuh cinta itu semuanya terasa manis, senyumnya, langkahnya, kedipannya, dan semua hal yang berkenaan dengannya akan terasa manis<br />
2. Indah, Jatuh cinta itu terasa indah, dunia seakan berbunga-bunga, semuanya terasa indah. Bahkan terlalu indah untuk diucap dengan kata dan terlalu indah untuk diceritakan.<br />
3. Harum, orang yang sedang jatuh cinta akan menganggap bahwa orang yang dicintainya akan terasa harum baunya. Tak peduli orang yang dicintainya itu sudah mandi atau belum, bahkan kentut pun tidak akan terasa bau jika yang mengeluarkannya adalah orang yang dicintainya.<br />
4. Dunia milik berdua, bagi orang jatuh cinta, dunia bagaikan milik berdua, tak sadar apa yang terjadi di sekitar, tak peduli orang bilang apa, yang tampak dalam pandangan adalah dirinya seorang dan yang lain mereka cuman numpang lewat atau sekedar ngontrak saja di dunia ini.<br />
5. Surga, Jatuh cinta itu bagaikan di surga, semua terasa penuh dengan kebahagiaan dan tak ada lagi kesusahan.<br />
6. Nirwana, seorang yang jatuh cinta akan merasakan dirinya terbang tinggi ke angkasa menembus tujuh langit dunia dan tembus hingga ada di nirwana.<br />
7.Berbunga-bunga, jatuh cinta itu dunia rasanya penuh dengan bunga, bertabur bunga dan dihiasi oleh bunga-bunga. Maka wajar jika orang jatuh cinta melambangkannya dengan bunga saat mengungkapkan cinta dan saat mengikat perkawinan.<br />
8. Rindu, setiap orang yang jatuh cinta pasti akan merasakan rindu, walaupun tak beberapa lama berselang. Perpisahan yang sebentar saja sepertinya terasa lama sekali, dan segera ingin bertemu.<br />
9. Lucu, jika kita mengingat-ingat saat berjumpa dengan orang yang kita cintai, saat kita bercanda dengannya terkadang tak sadar kita akan tertawa-tertawa sendiri. Setelah diingat-ingat lagi semuanya terasa lucu.<br />
10. Gemas, saat kita bercanda dengannya ingin saja rasanya kita mencubitnya mesra atau menciumnya karena gemas.<br />
11. Rela, orang yang jatuh cinta akan merelakan apa saja untuk mendapatkan dan atau menyenagkan orang yang dicintainya.<br />
12. Bahagia, bahagia adalah hal dasar yang akan dirasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta.<br />
13. Senyum, orang yang jatuh cinta akan tersenyum saat melihat orang dicintainya bahagia, bahkan tak jarang orang yang jatuh cinta akan tersenyum-senyum sendiri saat mengingat apa yang terjadi antara ia dan orang yang dicintai. Walau sebenarnya bagi orang lain itu adalah hal biasa, tapi bagi orang yang dimabuk cinta akan terasa menjadi istimewa.<br />
14. Pahit, saat orang yang dicinta tidak seperti yang diangankan.<br />
15. Mau mati, jika yang dicinta mengkhianati kita sedang kita tidak bisa kehilangan dirinya</p>
<p>Ungkapa jatuh cinta berjuta rasanya, apakah itu ril atau hanya kiasan hiperbola, tergantung dari jawaban Anda!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=128&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/10/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/02/berjuta-rasanya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berjuta-rasanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empty Ness Syndrom Dalam Putus Cinta</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/08/19/empty-ness-syndrom-dalam-putus-cinta/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/08/19/empty-ness-syndrom-dalam-putus-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 06:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awewe]]></category>
		<category><![CDATA[Cangkruan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Emptyness]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup (ST12)
Begitulah kata ST12 dalam lagu “Saat Terakhir”-nya. Sebuah lirik yang menggambarkan bagaimana keadaan orang yang kehilangan orang yang sangat dicintai dan disayangi, sulit lepas dari bayangan kekasih tercinta. Cinta, demikianlah anak muda Indonesia menyebutnya. Ya, cinta bisa membuat orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=165&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/08/gamer.jpg?w=209&#038;h=300" alt="Ojo Ngersulo" title="Ojo Ngersulo" width="209" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-166" /><em>Satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku<br />
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup (</em>ST12)<br />
Begitulah kata ST12 dalam lagu “Saat Terakhir”-nya. Sebuah lirik yang menggambarkan bagaimana keadaan orang yang kehilangan orang yang sangat dicintai dan disayangi, sulit lepas dari bayangan kekasih tercinta. Cinta, demikianlah anak muda Indonesia menyebutnya. Ya, cinta bisa membuat orang menjadi paling bahagia di dunia ini tapi juga bisa menjerumuskannya dalam dunia gelap yang tak berkesudahan, warna-warni kehidupan menjadi hanya sekedar layar hitam putih tanpa suara, kosong tanpa emosi.<span id="more-165"></span></p>
<p>Kondisi ini dalam dunia psikologi disebut sebagai <em>Empty Ness Syndrom</em> atau sindrom ketakutan sendirian.  Kondisi ini bisa dialami oleh orang yang merasa kehilangan atau ditinggalkan oleh orang yang dikasihi. Kondisi ini tidak memandang usia, latar belakang sosial dan ekonomi. Bisa terjadi pada orang tua yang dtinggalkan anaknya meninggal atau berpisah karena telah menikah dan sang anak memutuskan untuk hidup mandiri dan terpisah atau bisa juga terjadi pada anak muda yang sudah cinta setengah mati tapi ditinggalkan ataupun diputuskan oleh sang kekasih. Empty ness syndrom ini jika tidak diolah dengan baik akan menjadi stress dan tidak jarang menyebabkan seseorang mengalami stres berat. Dan untuk para remaja yang masih labil ada kemungkinan membuatnya menempuh jalan pintas berupa bunuh diri atau merusak dirinya sendiri. Jika hal itu yang dipilih tentu bukan hal yang diinginkan. Tapi begitulah cinta, ia dapat membuat penderitanya menjadi tidak bisa berpikir panjang dan memutuskan segaa sesuatu secara emosional.</p>
<p>Lalu bagaimana cara mengatasinya? Cara mengatasi paling mudah adalah jangan biarkan terlalu banyak waktu kita yang kosong, usahakan isi waktu yang ada dengan kegiatan positif yang membutuhkan fokus berpikir. Dengan begitu tarikan memori untuk merasa kesepian akan lebih mudah di atasi, dan juga yang jangan lupa, isilah dengan kegiatan yang jauh dari kenangan yang ada bersama orang yang kita cintai. Dengan begitu dunia tempat kita berpijak masih akan terasa berwarna. Ingat! Dunia tidak berakhir dengan berakhirnya satu kenangan indah, masih banyak keindahan lain dari hidup ini yang bisa kita nikmati. Jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah dilakukan, ikhlaskan saja. Dan teruslah melangkah karena semua keindahan masih setia menunggu kita jika mau membuka kemungkinan itu.</p>
<p>Jika hal tersebut di atas bisa dilakukan maka lagu Olga Saputra,” <em>hancur, hancur hatiku</em>.” Tidak lagi terjadi dan menjadi lagu milik Maya, <em>“Emang Gue Pikirin</em>” dan kemudian disambung dengan nyanyin Roling’s Stone (mungkin), “<em>I’m good! Tererereret.</em>”</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=165&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/08/19/empty-ness-syndrom-dalam-putus-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/08/gamer.jpg?w=209" medium="image">
			<media:title type="html">Ojo Ngersulo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lora Bodoh dan Santri Pintar</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/07/23/lora-bodoh-dan-santri-pintar/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/07/23/lora-bodoh-dan-santri-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 07:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkruan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pitakonan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[Lora]]></category>
		<category><![CDATA[Pintar]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat penulis berbincang-bincang dengan para asatidz Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Perbincangan kami berkisar tentang enaknya jadi Lora (Gus=Jawa), menjadi anak seorang kiai. Perbicangan santai setelah rapat para asatidz tersebut kemudian terus mengarah pada materi yang lebih mendalam tentang bagaimana bisa seorang Lora yang jika dilihat dari jam belajarnya biasa-biasa saja bahkan terkadang tampak sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=157&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu saat penulis berbincang-bincang dengan para asatidz Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Perbincangan kami berkisar tentang enaknya jadi Lora (Gus=Jawa), <img src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/07/ihsan-di-masjidsumenep.jpg?w=300&#038;h=198" alt="Ihsan di Masjid Sumenep" title="Ihsan di Masjid Sumenep" width="300" height="198" class="aligncenter size-medium wp-image-158" />menjadi anak seorang kiai. Perbicangan santai setelah rapat para asatidz tersebut kemudian terus mengarah pada materi yang lebih mendalam tentang bagaimana bisa seorang Lora yang jika dilihat dari jam belajarnya biasa-biasa saja bahkan terkadang tampak sangat malas dan nakal akan tetapi selalu pintar dan menguasai bidang-bidang keilmuan terutama dalam hal pengajaran kitab kuning dan agama, setidaknya begitulah kelihatannya. Kami pun terus mencoba “menganalisis” tentang bagaimana hal tersebut bisa terjadi.<span id="more-157"></span></p>
<p>Pertanyaan berkisar pada bagaimana seorang Lora selalu menjadi orang pintar? Dari perbincangan di ponpes tertua di Madura timur tersebut, ternyata setelah ditelusuri menggunakan pendekatan sosial budaya dan agama terdapat sebuah kenyataan bahwa sang lora tampak biasa saja akan tetapi ia selalu didoakan oleh ayahnya (kiai) yang selalu shalat malam, dalam kekhusukan doa bermunajat pada ilahi, sedang disaat lain orang kebanyakan yang mempunyai anak malah lebih memilih tidur. Peserta bincang-bincang di Annuqayah ini pun manggut-manggut mendengat penjelasan penulis, akan tetapi beberapa di antara peserta lesehan “protes” dan mengatakan bahwa tidak semua orang tua kebanyakan (awam) yang selalu tidur di kala malam, mereka juga ada yang bangun malam dan shalat. Kami pun terdiam, merenungi kenyataan tersebut. Kira-kira apa yang menjadi nilai plus sehingga seorang lora menjadi begitu digjaya di masa dewasanya. Seorang ustad yang agak sepuh di antara kami kemudian membuka suara,”Ada satu hal yang hampir kita lupakan yaitu kenyataan bahwa para santri pada suatu pesantren selalu mendoakan kiainya dan para keluarga kiai secara kontinyu. Mereka para santri biasa memanjatkan doa kepada Allah agar keluarga kiai diberi berkah, rahmat dan kemudahan dalam segala hal termasuk dalam masalah keilmuan”. Kontan kami tersadar bahwa memang hal tersebut sering ditemui di pesantren sehingga kredibilitas dan aksebilitas lora selalu terbangun dan hampir selalu mewarisi takdir ayahnya sebagai seorang kiai.</p>
<p>Dalam kesempatan lain, penulis berbincang-bincang dengan lora Ponpes Bata-Bata, Pamekasan dalam sebuah kesempatan waktu senggang. saat itu kami membahas tentang perkembangan pesantren dan prinsip-prinsip apa saja yang harus dijalankan dan harus dipertahankan di Ponpes Bata-Bata. Saat itu penulis membuka tema tentang ke-lora-an, saat itu penulis utarakan seperti apa yang penulis dapatkan dalam bincang santai di Ponpes Annuqayah. Penulis berkata pada sang lora, “Enak benar ya jadi lora. Tanpa harus belajar keras mereka bisa menguasai bidang keilmuan agama?!” Mendengar celetukan penulis, sang Lora kemudian berada dalam sebuah ketertarikan yang dalam dari sebelumnya dan beberap saat kemudian ia menjawab, “Kata siapa lora itu pintar, banyak di antara mereka itu malah sebenarnya bodoh”.  Saat itu penulis menimpali, “ sebodoh-bodohnya lora tetap saja lebih pintar dari saya”. Kemudian kawan perbincangan saya tadi berkata. “Nah. Pemikiran seperti itulah yang membuat Islam mengalami kemunduran.” Agak kaget dengan pernyataan sang lora, penulis bertanya lebih lanjut bagaimana bisa hal tersebut terjadi. Ia menjelaskan tentu saja bisa, bagaimana tidak, pintar ataupun bodoh seorang lora tetap akan memimpin pesantren. Padahal pesantren adalah barometer Islam di Indonesia. Jika lora-lora yang bodoh tersebut tetap memimpin pesantren yang mengemban misi internalisasi nilai-nilai agama demi upaya liyatafaqqahu fi al-din (untuk menjadikan seseorang memeluk erat nilai-nilai agama) dalam proses pendidikan yang dijalankannya maka pesantren secara kuantitas keilmuan akan jauh merosot.</p>
<p>Dalam sejarah pesantren, dulu kita punya Syekh Nawawi al-Banteni, Syaikhona KH. M. Kholil Bangkalan, KH, Abdul Majid Bata-Bata, ada pula KH. Syarqawi Guluk-Guluk. Mereka-mereka diangkat kiai oleh masyarakat bukan karena mereka adalah anak-anak kiai akan tetapi karena kailmuannya yang mumpuni dalam bidang agama, mereka juga telah menelurkan beberapa karya tulis kepesantrenan dalam berbagai bidang. Akan tetapi apapun yang kita lihat saat sekarang ini, mereka adalah bagian dari masa lalu dan tidak bisa kita selalu berbangga hati melihat prestasi para almarhumin tersebut dan tidak berbuat apa-apa. Seperti kata pepatah, “laisa al-fata man yaqulu hadza abi walakin al-fata man yaqulu ha anadha”. Seorang pemuda bukanlah orang yang berkata inilah ayah kami tapi seorang pemuda adalah yang berkata inilah kami.</p>
<p>Tapi apa yang kita dapati sekarang, jangankan untuk berkata inilah kami untuk menjaga tradisi peninggalan orang-orang lama pun banyak para lora yang harus menurunkan standart minimum kualitasnya. Jika tidak percaya cobalah tengok, berapa lora yang berani beradu kitab dalam Bahtsul Masail antar pesantren. Rata-rata yang diutus adalah para santri dan bukannya lora anak kiai pesantren. Bisa saja alasannya adalah pemberdayaan santri akan tetapi kapan pemberdayaan lora-nya. Santri tetaplah santri yang harus pulang ke rumahnya yang 90% dari mereka tak punya pesantren di kampung halamannya. </p>
<p>Titik efeknya menurut teman penulis tadi adalah karena sang lora yakin bahwa apapun yang dilakukannya ia akan memangku jabatan pengasuh pesantren maka ia akan santai dan bermalas-malasan, walau begitu ia akan tetap mendapatkan legimasi dari para santri dan penghirmatan layaknya raja. Perkataan dan pandangannya selalu diterima tanpa protes oleh santri di pesantrennya, jika tidak bisa dibenarkan secara nalar agama sang lora akan dianggap jadab atau helaf(sebuah sebutan untuk para lora yang tak bisa dinalar).<br />
Padahal di sisi lain, tak sedikit para santri pintar tak menemukan ruang menyalurkan ilmunya. Ia mendapati sebuah kenyataan bahwa ilmunya adalah ilmu yang tidak terpakai di masyarakat. Hasilnya adalah ia akan menjadi santri yang patah arang karena sekeras apapun ia belajar ia tidak bisa berbuat apa-apa atas apa yang dipelajarinya di pesantren dengan penuh ketekunan, kelelahan fisik dan psikis yang begitu panjang. Efek lanjutnya tak sedikit santri yang malas belajar, mereka berpikir berpikir sekeras apapun mereka belajar toh kitab-kitab mereka hanya jadi penghuni lemari buffet atau kardus di ruang belakang.  Jadi buat apa bersusah payah mempelajari teori-teori kitab kuning mulai dari ilmu nahwu, balagah, saraf, i’lal dan sederet ilmu lainnya jika ilmu-ilmu tersebut tidak bisa mereka gunakan.</p>
<p>Jika hal ini terus terjadi, maka bukan isapan jempol jika kualitas keilmuan di pesantren semakin menurun dan gagap melihat realitas zamannya. Apalagi sebentar lagi pulau madura akan memiliki jembatan suramadu yang tidak hanya membawa transformasi ekonomi tapi juga budaya dan orientasi hidup. Jadi apakah lora bodoh tetap akan memimpin benteng terakhir moral Islam tersebut ataukah santri pintar tetap mempunyai kesempatan seperti layaknya dahulu pada awal abad 20 lalu mereka bisa mendapatkannya. Kita lihat!<br />
(tulisan ini telah dimuat di Radar Madura/2009)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=157&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/07/23/lora-bodoh-dan-santri-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/07/ihsan-di-masjidsumenep.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ihsan di Masjid Sumenep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Hidup Seperti Mbah Surip</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/07/01/menikmati-hidup/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/07/01/menikmati-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 04:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkruan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Lapang]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah Surip]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[ “Health, happiness and success depend upon the fighting spirit of each person. The big thing is not what happens to us in life – but what we do about what happens to us. – Kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan terletak pada semangat juang masing-masing individu. Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=145&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em> “Health, happiness and success depend upon the fighting spirit of each person. The big thing is not what happens to us in life – but what we do about what happens to us</em>. – Kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan terletak pada semangat juang masing-masing individu. Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, melainkan apa yang sudah kita lakukan terhadap setiap kejadian di dalam hidup kita.”~ George Allen</p>
<p>Pesan yang disampaikan oleh George Allen mengajak kita agar memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan seperti yang bisa kita saksikan di sosok Mbah Surip (<em>tak gendong enak nyo <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em>). Memang kehidupan ini penuh dengan masalah, dari yang ringan sampai yang paling berat (<em>dari bangun tidur sampai tidur lagi</em>). Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak dapat menikmati kehidupan ini, karena ada banyak cara untuk menikmati kehidupan ini sekaligus mengatasi beban yang sedang kita hadapi (<em>tak gendong wae</em>).<span id="more-145"></span></p>
<p>Salah satu langkah menikmati kehidupan ini adalah selalu mensyukuri karunia kehidupan dari Allah (<em>iya toh mbah ?</em>), apakah Anda sedang bahagia atau mengalami kepedihan. Berusahalah untuk selalu berpikir positif (<em>hua ha ha ha</em>), bahwa Tuhan YME selalu memberikan yang terbaik. Karena tanpa kita sadari sebenarnya selalu ada solusi di balik semua kesulitan dan manfaat yang ditujukan untuk kebaikan kita.</p>
<p><img src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/04/mbah-surip.jpeg?w=127&#038;h=95" alt="Mbah Surip" title="Mbah Surip" width="127" height="95" class="alignright size-full wp-image-162" />Salah satu contoh adalah waktu demi waktu berlalu hingga kita sampai pada saat sekarang ini (<em>seperti Mbah Surip yang sudah sepuh atasnya, bawahnya 16 tahun. hehehe</em>). Cobalah menelisik betapa uniknya kesempatan yang sudah banyak Anda lewati (<em>walau sudah tua seperti Mbah Surip, kalau Tuhan mau maka tak ada yang bisa mencegah</em>). Begitu banyak keajaiban dan kenikmatan di sepanjang jalan yang Anda lalui. Bila Anda mencoba mengingat semua itu dalam keheningan doa dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah, di sanalah Anda akan merasakan kedamaian hati dan kenikmatan hidup yang luar biasa.<br />
<strong>127.  Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap  mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.hehehehe<br />
</strong>Jika itu yang kita lakukan maka Allah telah berjanji:<br />
<strong>121.  Orang yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. (Maka) Allah Telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.</strong></p>
<p><em>“Believe it is possible to solve your problem. Tremendous things happen to the believer. So believe the answer will come. </em>– Percayalah sangat mungkin masalah Anda terselesaikan dengan baik. Kejadian yang luar biasa selalu terjadi pada mereka yang percaya. Jadi percayalah, jawaban itu pasti ada,” kata Norman Vincent Peale.</p>
<p>Anda juga dapat menikmati kehidupan ini dengan mengingat kembali keberhasilan yang sudah Anda ciptakan. Cara ini juga dapat membantu Anda memfokuskan diri pada hal-hal positif di dalam diri Anda sendiri. Sehingga timbul semangat yang lebih besar untuk melaksanakan tanggung jawab sebaik mungkin dengan mengerahkan potensi diri yang ada.</p>
<p>Sebuah pepatah bijak mengatakan, <em>“When we do the best we can, we never know what miracle is wrought in our life, or in the life of another. </em>– Ketika kita sudah mampu melakukan yang terbaik, maka kita tak akan pernah menyadari keajaiban yang akan terjadi dalam kehidupan kita atau dalam kehidupan orang lain.”<br />
So, tidak ada alasan untuk tidak menikmati hidup kita, karena hidup itu memang nikmat. Inilah yang disebut sebagai <em>sa’idun fi al-dunya wa sa’idun fi al-akhirah</em>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=145&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/07/01/menikmati-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/04/mbah-surip.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Mbah Surip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Malam</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/06/03/rahasia-malam/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/06/03/rahasia-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 05:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pitakonan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Hyat]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Melihat ke arah hotel Hyat Surabaya (sekarang berganti nama Hotel Bumi Surabaya) pada pukul 01:00 dini hari, melihat beberapa kamar yang lampunya hidup, saya ingat akan beberapa pikiran bahwa mereka di sana sedang bersenang-senang dengan wanita. Tapi jiwaku yang lain berkata, “tak semua orang yang menginap di sana berbuat seperti itu. Bisa saja sekarang mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=154&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-155" title="Di Keheningan Malam" src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/06/di-keheningan-malam.jpg?w=296&#038;h=448" alt="Di Keheningan Malam" width="296" height="448" />Melihat ke arah hotel Hyat Surabaya (sekarang berganti nama Hotel Bumi Surabaya) pada pukul 01:00 dini hari, melihat beberapa kamar yang lampunya hidup, saya ingat akan beberapa pikiran bahwa mereka di sana sedang bersenang-senang dengan wanita. Tapi jiwaku yang lain berkata, “tak semua orang yang menginap di sana berbuat seperti itu. Bisa saja sekarang mereka sedang shalat tahajud di saat yang lain tertidur lelap”. Kemudian saya mengarahkan pandangan ke BRI Tower Surabaya (sekarang bernama BRI Plaza) di sana saya lihat semua lampu ruangan mati. Jiwa saydian berkata lagi, “ Jangan kira di sana sunyi, bisa saja dalam kegelapan ada orang yang dengan khusuk shalat tahajud”. Kemudian saya memandang ke rumah-rumah tetangga dan mengira bahwa mereka telah terlelap, akan tetapi jiwa saya yang tadi berkata lagi, “ jangan kira suasana yang sepi menyiratkan bahwa mereka tidur bisa saja sekarang mereka sedang bertafakur tentang Tuhannya atau bersujud dalam keharibaan Tuhannya. Sedang kamu di sini tak melakukan apa-apa”. <span id="more-154"></span></p>
<p>Semakin terasa kecil diri ini melihat bagaimana mereka bertasbih kepada Allah. Pandanganku pun kemudian beralih kepada bunga melati yang berdiri tegak di depan rumah. Ku lihat banyak bunga mulai merekah dalam keheningan malam terus bergerak memberikan harum semerbak sehingga saya sadar bahwa itu cara mereka untuk bertasbih, bertahmid atau berdzikir kepada Allah Tuhan yang telah memberikannya kehidupan. Lalu nikmat Tuhanku yang manakah yang hendak aku dustakan?! Hingga pada satu titik saya berucap, “Tidak ada sesuatu apapun yang diciptakan Tuhanku menjadi sia-sia. Bahkan pada pohon juwet (anggur belanda) yang tak lagi diperhatikan orang. Ia tetap setia memberikan oksigen yang dibutuhkan orang walau ia tahu bahwa orang-orang di sekitarnya telah melupakannya.</p>
<p>Pemandangan yang hanya bisa dinikmati saat semuanya senyap, saat semuanya lelap. Tapi malam tak selalu menampakkan rahasianya. Ia hanya akan tampak pada mereka yang mau berpikir dan merenung.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=154&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/06/03/rahasia-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/06/di-keheningan-malam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Di Keheningan Malam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Langkah Gontai Penjual Keliling</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/05/18/langkah-gontai-penjual-keliling/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/05/18/langkah-gontai-penjual-keliling/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 05:04:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkruan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kelililing]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Wangi]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Saat siang tadi saya ke bengkel untuk menyervis sepeda motor, tiba-tiba dari arah utara tempat saya duduk terlihatlah berjalan seorang laki-laki separuh baya, ±35 tahunan. Wajahnya penuh keringat, tampak di dahinya tanda-tanda kelelahan dan bekas sinar matahari. Bajunya yang putih dimasukkan ke dalam celana ingin menampakkan bahwa ia adalah orang yang rapi. Akan tetapi setengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=148&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat siang tadi saya ke bengkel untuk menyervis sepeda motor, tiba-tiba dari arah utara tempat saya duduk terlihatlah berjalan seorang laki-laki separuh baya, ±35 tahunan. Wajahnya penuh keringat, tampak di dahinya tanda-tanda kelelahan dan bekas sinar matahari. Bajunya yang putih dimasukkan ke dalam celana ingin menampakkan bahwa ia adalah orang yang rapi. <span id="more-148"></span>Akan tetapi setengah hari dalam kelelahan membuatnya tampak lusuh, bajunya tak lagi rapi, ronanya sudah terlihat tanda rona pahitnya hidup. Saat itu ia tiba-tiba menjabat tangan saya dan memperkenalkan dirinya sebagai penjual songket dan minyat wangi bibit. Akan tetapi sayang karena saya tidak membutuhkan benda-benda yang ditawarkannya saya pun menolaknya dengan halus dan berusaha memberikan senyuman padanya. Ada raut kecewa di wajahnya, ia pamit untuk meneruskan menjajakan barang dagangannya. Tampak dari kejauhan langkah gontai masih mengiringi setiap gerakan kakinya tanda bahwa ia belum berhasil menjual barang dagangannya. Ingin rasanya hati membeli barang dagangannya agar bisa memberikan sedikit keceriaan dalam rona wajahnya, akan tetapi saat itu saya berpikir bahwa saya hanya membawa uang 50 ribu. Jika servis sepeda motorku 25 ribu ditambah ganti oli 25 ribu juga. Maka tentu saya tak bisa membayarnya. Terpaksa saya hanya bisa membantunya lewat doa semoga Allah memberikan keberkahan dalam apa yang telah dia usahakan. Bagaimanapun itu jauh lebih baik daripada meminta-minta.</p>
<p>Ada kemulian dan komitmen untuk mendapat rizki yang halal yang terpancar dari raut mukanya. Walau di sisi lain saya melihat bahwa hidup baginya saat itu sangat getir. Tapi sekali lagi saya tegaskan bahwa itu jauh lebih baik daripada meminta-minta.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=148&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/05/18/langkah-gontai-penjual-keliling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Was-Was dan Obatnya</title>
		<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/04/13/was-was-dan-obatnya/</link>
		<comments>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/04/13/was-was-dan-obatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 03:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitabe Cak]]></category>
		<category><![CDATA[Pitakonan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Bisikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Syetan]]></category>
		<category><![CDATA[Was-Was]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihsanmaulana.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia pasti pernah dilanda kewas-wasan. Jika Anda mengalami was-was dalam melakukan kebaikan, jangan pernah mengurungkan niat baik Anda itu hanya karena dilanda kewas-wasan oleh sebab apapun itu.
Seorang sahabat bertanya pada saya, “Ihsan, saat saya sedang melakukan kebaikan, hati saya seperti dilanda kewas-wasan sehingga kadang saya berpikir saya urungkan saja ibadah yang akan saya kerjakan. Bagaimana menurutmu?” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=140&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="waswas1" src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/04/waswas1.jpg?w=160&#038;h=120" alt="waswas1" width="160" height="120" />Setiap manusia pasti pernah dilanda kewas-wasan. Jika Anda mengalami was-was dalam melakukan kebaikan, jangan pernah mengurungkan niat baik Anda itu hanya karena dilanda kewas-wasan oleh sebab apapun itu.</p>
<p>Seorang sahabat bertanya pada saya, “Ihsan, saat saya sedang melakukan kebaikan, hati saya seperti dilanda kewas-wasan sehingga kadang saya berpikir saya urungkan saja ibadah yang akan saya kerjakan. Bagaimana menurutmu?” saya menjawab, “ Wahai saudaraku. Janganlah engkau terpengaruh oleh kewas-wasan sehingga menyebabkanmu terjauhkan dari kebaikan!”  sahabat tadi kemudian bertanya lagi, “Tapi apakah tidak membatalkan kebaikan atau pahala ibadah yang saya lakukan?” saya kemudian menjawabnya, “ Sahabat, yakinlah! Tidak sesuatu kebaikan apapun yang akan berjalan sia-sia” masih dalam tema yang sama sahabat tadi masih penasaran,” Lalu apa yang harus saya lakukan dengan kewas-wasan yang melanda diri saya?” saya menjawabnya lagi, “Biarkanlah dan jangan pedulikan! Karena was-was akan hilang dengan sendirinya. Yakinlah!”.<span id="more-140"></span></p>
<p>Paragraf di atas adalah sekelumit percakapan saya dengan seorang sahabat di kota Surabaya. Was-was, membicarakannya tak kalah samarnya dengan kita berbicara niat, ikhlas, dengki dan hal-hal yang berkenaan dengan hati (qalbu). Ia tak tampak oleh mata karena itu banyak luput dari perhatian kita yang selama ini sering kali mengukur segala sesuatu dari yang tampak oleh panca indera. Lalu was-was itu sendiri apa, dalam al-Qur’an surat al-Nas ayat empat dan lima disebutkan, “dari was-was yang tersembunyi (yang berasal dari) Syetan. Yang membisikkan kewas-wasan dalam hati manusia.” Jadi was-was adalah bisikan dari syaitan yang didengungkan pada hati manusia agar manusia itu berhenti dari tindak kebaikan dan atau agar orang tersebut berbuat kejahatan. bentuk was-was yang paling bisa kita kenali adalah bisikan-bisikan yang tidak kita kehendaki yang merasuk ke dalam hati kita secara tiba-tiba. Biasanya was-was bertujuan untuk memberikan kita keraguan atas kebaikan yang kita kerjakan atau bisikan agar berbuat kejahatan.</p>
<p>Dari itu setiap manusia yang beriman dianjurkan oleh Allah agar meminta perlindungan kepada Tuhan manusia agar dilindungi dirinya dari bisikan (was-was) syaitan. Banyak orang berbuat nekat karena gara-gara was-was ini bahkan orang yang bunuh diri juga berasal dari bisikan kewas-wasan yang diberikan syaitan pada dirinya.<br />
Pernah pada suatu ketika saat saya masih ada di pesantren saat itu saya sedang memegang tasbih dan berdzikir di Musholla dan tiba-tiba banyak orang yang saya kenal berlalu lalang di hadapan saya dan biasanya mereka memperolok orang yang dianggap sok alim, ada bisikan dalam hati saya, “Ah…lebih baik saya berhenti dulu agar tidak dianggap sok alim.” Dan saat itu saya menghentikan dzikir saya dan memilih untuk mengantongi tasbih yang saya pegang. Sesampai di pondok saya membuka kitab Sullam, di sana saya membaca sebuah kalimat, “Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena manusia maka sesungguhnya ia telah riya’ (ingin dipuja manusia) dan barang siapa yang mengerjakan sesuatu karena manusia maka ia telah terjatuh pada perbuatan syirik.” Sehabis membaca kalimat itu saya tertegun beberapa saat dan kemudian beristigfar akan perbuatan saya yang salah. Ternyata saat kita melakukan kebaikan, walaupun ada orang yang mencaci maki kita atau bahkan memuja-muji kita jangan tinggalkan pekerjaan tersebut dan tetaplah lakukan karena Allah atau karena memang Anda ingin melakukannya.</p>
<p>Dari sana sadar bagaimana seharusnya diri kita menghadapi kewas-wasan yang sering melanda hati umat manusia. Jadi sekali lagi, jika Anda melakukan sebuah kebaikan lalu was-was melanda diri Anda, lanjutkan saja pekerjaan Anda tersebut dan jangan berhenti hanya gara-gara was-was. Jadi just do what we must do! Semoga bermanfaat!.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ihsanmaulana.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ihsanmaulana.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ihsanmaulana.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ihsanmaulana.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ihsanmaulana.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ihsanmaulana.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ihsanmaulana.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ihsanmaulana.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ihsanmaulana.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ihsanmaulana.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ihsanmaulana.wordpress.com&blog=1993074&post=140&subd=ihsanmaulana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/04/13/was-was-dan-obatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd9b30e17f2bf59d1f8c13168311d7cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iksan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/04/waswas1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">waswas1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>