Makam Pengarang Safina

Sejak lama saya ingin sekali pergi ke makam Syaikh Salim bin Abdullah bin Sa’ad bin Abdullah bin Sumair al-Hadromi, al-Batawi, seorang yang saya kenal namanya sejak saya masuk tsanawiyah di pesantren. Saya mengenalnya melalui kitab karangannya berjudul Safinatun Najah. Sebuah kitab kuning yang dipelajari hampir di semua pesantren di Indonesia, Malaysia, dan Thailand Selatan. Di pesantren saya sendiri, kitab ini adalah kitab wajib yang harus dipelajari oleh santri pemula. Saya mengaji kitab ini selama 3 (tiga) tahun selepas salat dhuhur di musallah pesantren. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Setelah era Inul Daratista dan Uut Permatasari membentuk gelombang pertama musik dangdut pasca reformasi yang menasional, sekarang kita disuguhkan pada era gelombang kedua musik dangdut Jawa Timur. Jika dahulu ada Inul Daratista dan Uut maka sekarang ada Via Vallen dan Nella Karisma. Baca entri selengkapnya »


Bahasa Inggris sangat digalakkan,
Bahasa Arab katanya kampungan.

(Rhoma Irama)

Tulisan ini muncul saat Prof. Sukron Kamil, guru besar bahasa Arab di UIN Jakarta saat mengutip lirik lagu Rhoma Irama di atas yang ditulis oleh seorang kawan, Dr. Mauidlotun Nisa’ dalam sidang promosi doktoral nya di Sekolah Pascasarjana UIn Jakarta.

Baca entri selengkapnya »


Belakangan ini viral sambutan Habib Rizieq Syihab di pulau Madura yang tertulis:
أهلا و سهلا و مرحبا بقدومكم يا أسد الله و رسوله
Kalimat Ini menjadi pertentangan antara dua kubu masyarakat antara yang pro Rizieq Syihab dengan yang kontra. Yang pro menyatakan bahwa maksud kalimat tersebut adalah singa allah dan Singa RasulNya. Sedang yang kontra akan menyebutnya sebagai singa Allah dan RasulNya.
Lalu bagaimana ilmu nahwu memandang permasalahan tersebut. Bacaan lengkap أسد الله و رسوله adalah dengan melihat tanda baca pada akhir kalimat. Ilmu ini dalam fan ilmu nahwu disebut i’rab. Lalu bagaimana bacaan yang benar, maka kata rasul kedudukannya harus sama dengan kata Allah. Dalam kalimat ucapan selamat datang tersebut adalah, jika dibaca asadullahi warasuluhu maka artinya adalah singa Allah dan Rasul Allah. Mafhumnya adalah habib Riziq itu adalah singa Allah dan Menjadi Rasul Allah. Baca entri selengkapnya »


sleep-learningMalas, sifat ini mengasyikkan, melenakan, dan sering kali berbuah penyesalan di kemudian hari. Tapi tak ada satu orang pun yang tidak pernah mengalami rasa malas, semua dari kita pasti pernah mengalami perasaan ini. tatkala ini terjadi lalu apa yang bisa kita perbuat?

Malas itu sebenarnya adalah perpaduan antara rasa nyaman berdiam diri, masih ingin beristirahat dari segala kegiatan atau kegiatan tertentu, hingga karena merasa kurang memiliki motivasi untuk melakukan hal dimaksud. Tatkala hal ini menyerang lalu apa yang bisa kita perbuat? Untuk menjawab hal ini tentu kita harus menganalisis kenapa kita merasa malas. Ada dua faktor paling berpengaruh terhadap timbulnya rasa malas; fisik dan psikis. Baca entri selengkapnya »

Kereta Malam

Posted: Desember 12, 2017 in Uncategorized

Pernah sekali aku pergi, dari Jakarta ke Surabaya

Untuk menengok nenek di sana, mengendarai kereta malam

(Kereta Malam-Elvi Sukaesih)

Kereta malam, demikian lagu yang masyhur tatkala saya kecil. Awal kali naik kereta, ibu tercinta dan paman Gresik mengajakku ke Kota Malang di mana nenek berada. Sejak saat itu saya selalu menyukai kereta. Yang saya rasakan saat itu, kereta menawarkan sesuatu yang tidak bisa saya dapatkan ketika saya naik bus, yaitu berlarian. Baca entri selengkapnya »


Dalam keseharian, ada stereotype tentang orang NU dan Muhammadiyah. Orang NU dikenal sebagai tidak prosedural, santai, egaliter, dan suka merokok. Gambaran ini tidak seluruhnya benar karena di sebagian pesantren NU saat sekarang ini juga melarang rokok. Cuma point yang ingin saya sampaikan adalah orang NU tidak mau ribet urusan administrasi, apalagi hanya untuk ditemui orang-orang. Inilah kenapa para kiai di pesantren NU bisa ditemui kapanpun selama 24 jam. Yang penting sang kiai sedang tidak bepergian. Inilah kenapa saya lebih suka meneliti pesantren dari pada meneliti lembaga pendidikan modern. Apalagi jika lembaga pendidikannya bertitel sekolah internasional, maka untuk meneliti saja harus menyampaikan surat ijin penelitian, lalu menunggu jawaban satu, dua, tiga minggu bahkan hingga satu bulan. Itu pun kalau pimpinan sudah bilang tidak bisa maka ya tidak bisa. selesai!. Nah, hal ini tidak saya temukan di kebanyakan komunitas orang NU. Baca entri selengkapnya »