Sebagan besar orang-orang di Indonesia beranggapan bahwa menjadi anak pejabat itu enak. Fasilitas semua ada, ingin apa saja dituruti, dan hidup terpandang. Anggapan itu pulalah yang saya amini hingga suatu ketika kehidupan mengajarkanku hal lain. Setidaknya saya punya beberapa kawan anak para pejabat di Indonesia. Dan ternyata saya menemukan kenyataan lain. Menjadi anak pejabat itu tidak melulu enak. Ketidak enakan itu berasal dari kebebasan yang seringkali terengut saat kita menjadi anak pejabat. Saya beruntung dilahirkan sebagai anak orang biasa-biasa saja. Tak ada ekspekstasi berlebihan dari orang tua saya, kecuali hanya jadilah orang baik dan jagalah solatmu. Sudah itu saja. Selain itu mau saya jadi apa, mau saya kemana, mau saya lulus dengan menjadi nomor satu atau nomor buntut, bagi orang tua saya semua hal itu tidak jadi persoalan. Dengan kata lain, saya diberikan kemerdekaan untuk jadi apa saja tanpa fasilitasi dari orang tua karena memang orang tua saya tidak punya fasilitas berlebihan. Doa setiap hari dan malam dari orang tua untuk saya sudah lebih dari cukup bagi saya. Baca entri selengkapnya »


Saya termasuk orang yang beruntung menjalani masa muda di banyak tempat di Indonesia, negeri sejuta etnis. Melalui masa remaja di pesantren Pamekasan, dan kemudian mengabdikan satu tahun dari masa muda di sebuah desa di Sumenep, bermain-main di pantai Camplong Sampang di lain hari, melalui banyak hari di sebuah desa di Bangkalan, menjalani beberapa bulan di Bojonegoro, berkawan dengan etnis Cina di Surabaya, dan mengenal kecantikan Sunda.
Yang paling berkesan tentu masa muda di Madura dan Surabaya karena di kedua tempat ini masa mudaku banyak dilalui. Saat di Sumenep dahulu, saya mengenal ekspresi cinta dari kawan-kawan sekitar. Anak-anak muda di Madura pada tahun 2000-an kala itu ekspresi rasa cintanya banyak dipengaruhi oleh lagu-lagu India, dangdut, dan tentu saja kesenian asli Madura. Lagu yang disukai cenderrung mendayu-dayu. Cinta saat itu bagi mereka seperti ekspresi yang sulit dinyatakan karena budaya Madura yang Islami tidak mengenal kata pacaran. Bagi kaum tua, itu sesuatu yang patut untuk dilakukan. Akan tetapi anak muda tetaplah anak muda, ekspresi cinta menyembul tak dapat mereka sembunyikan, lagu-lagu mendayu-dayu kiranya menjadi penanda bagaimana mereka mengekspresikan cinta dalam diri mereka. Mulai dari lirikan mendalam dan malu-malu hingga memendam rasa, menghela nafas dalam-dalam seakan ingin mengungkapkan rasa cinta mendalam. Karena itulah mungkin lagu-lagu mendayu khas Madura menjadi penanda rasa cinta mereka. Jika sedikit nekat, tukar-menukar surat saat itu dilakukan dengan perantara (belum jaman hape). Kira-kira begitulah gaya ekspresi rasa cinta anak-anak muda etnis Madura kala itu. Saling melirik, saling memberi tanda, dan bersurat ria biasanya terjadi. Biasanya hubungan akan menjadi lebih serius saat si pemuda meminang si gadis. Cerita perempuan atau pemuda Madura yang dinikahkan juga membuat eskpresi mendayu-dayu dalam lagu-lagu Madura itu semakin menjadi-jadi. Budaya dijodohkan di Madura sampai tahun 2000-an masih sangat kuat, tapi mulai memudar saat menginjak 2005 sejak banyak pemberontakan terhadap sistem perjodohan ini (termasuk saya yang dahulu memberontak terhadap perjodohan orang tua:D ).

Baca entri selengkapnya »


Tiba di Autralia pada musim panas (summer) menjadikanku harus kerja keras untuk menyesuaikan diri. Malam pada musim panas di Australia sangat larut jika dibanding Indonesia. Magrib di bulan Februari ini ada di kisaran jam 8 malam. Isya’nya baru dimulai saat jam menunjukkan sekitar jam 9.30 malam. Siangnya lebih panjang. Karena subuh di sini sudah dimulai dari jam lima pagi hingga sekitar jam 6.30 pagi. Jika Anda adalah orang yang terbiasa beraktifitas selama sehari penuh, menunggu isya’ bisa jadi menjadi sebuah perjuangan sendiri. Karena jam 7 malam mata kita terkadang sudah mulai redup. Apalagi bagi kita yang biasa melaksanakan puasa senin kamis. Selain siang yang 3 jam lebih panjang. Udara di sini juga relatif lebih kering. Sehingga jika Anda adalah seorang guru atau orang yang aktif di luar ruangan, maka sebentar-sebentar bisa terasa haus. Tapi semuanya terserah kita yang penting puasa bukan berarti menjadikan kita tidak professional. Alasan keagamaan apapun tidak akan ditoleransi orang jika itu menghalangi profesionalitas Anda karena agama di sini adalah masalah private, dan masalah private bukan urusan orang lain. Baca entri selengkapnya »


We hear many people discuss about niqab (cadar). In Indonesia, this costume is uncommon. Although we (Indonesia) are a moslem country. But in the past (since the kingdom era, colonialism, and until 1980’s) we didn’t wear niqab. Niqab is a contemporary phenomena in Indonesia. Niqab or cadar (Indonesia) it self is a veil or a material to close the around the face. This is worn by woman. In Arab, this is a common costume, but not in Southeast Asia. In Indonesia and Southeast Asia generally, our women only wear veil. They put the veil on their head/hair and slung to shoulder. (u can see at the picture 1) Baca entri selengkapnya »


Hadis Menempelkan kaki di Shahih BukhariDi tahun 2013, saya pergi ke Amsterdam, Belanda. Di bandara Amsterdam, saya shalat berjamaah dengan kawan-kawan dari Indonesia di sebuah tempat yang disebut Prayer centre atau medition center. Kami shalat seperti kami biasa lakukan di Indonesia dengan cara shaf lurus tapi kaki dan pundak tidak menempel. Selesai shalat, seorang pegawai bandara yang baru shalat dan seorang keturunan Maroko (Maghrib) mendatangi saya. Dia menyatakan bahwa shalat saya salah. Dia menyatakan bahwa seharusnya shalat saya kakinya saling menempel dan begitu pula pundak kami. Ia menyatakan pendapatnya dalam bahasa Arab. Saat itu saya jawab pula dengan bahasa Arab yang saya dapat di pesantren dan sudah 80% lupa karena tidak terbiasa berbasa Arab. Karena saya tidak menguasai bahasa Arab, mau tidak mau dia mendominasi perdebatan kami. Dan saya kalah. Bukan karena saya tak tahu jawabannya tapi karena saya tidak tahu bagaimana cara menjawabnya dengan baik dan benar dalam bahasa Arab. Baca entri selengkapnya »


Data BKKBN tahun 2013 menyatakan bahwa para remaja Jabotabek 51% sudah tidak perawan. Survey lain dilakukan KPPA (Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dengan menggunakan random sampling pada tahun 2010 menyatakan 80% remaja putri di Ponorogo pernah melakukan hubungan seks pranikah. Sedangkan pada remaja pria, data angka persentasenya sedikit lebih besar lagi. Angka persentase itu berarti dapat dibaca sebagai 4 orang gadis dari 5 orang gadis yang ada di Ponorogo itu sudah pernah melakukan seks pra nikah sehingga sudah tidak perawan lagi. Baca entri selengkapnya »


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

  1. إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ .2

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ .3

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ .4

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ .5

  1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. 2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? 3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

Baca entri selengkapnya »