Saya Memaafkan Soeharto, Entah Yang Lain

Posted: Januari 28, 2008 in Cangkruan, Renungan

Sekitar pukul 13.30 WIB, salah satu mantan penguasa terbesar Indonesia; Moehammad Soeharto yang lahir pada tahun 1921 di Kemusuk Yogyakarta dinyatakan telah meninggal dunia,pada 27 Januari 2008.

Penguasa terlama kedua di dunia setelah Fidel Castro ini banyak meninggalkan banyak kesan di benak rakyat Indonesia, baik dan buruk tentunya. Ia dikenal sebagai Bapak Pembangunan negeri ini, teori developmentalismenya mendasari tindakan pembangunannya. Indonesia yang negative dalam pembangunan ekonomi terakhir era Soekarno menjadi positif pada era Soeharto, Indonesia mulai membangun, banyak gedung-gedung pencakar langit didirikan, ekonomi makro terus berkembang, Soeharto menjadi sangat percaya pada tim ekonomi lulusan barat yang biasa disebut geng berkeley, liberalism ekonomi menjadi hal yang diusung, tahun 1980-an Indonesia yang berada dibawah Soeharto berhasil berswaembada beras, Indonesia disegani di Asia, dan sempat pula merasakan nikmat dari meroketnya harga minyak dunia, mendapatkan penghargaan berkat keberhasilan program KB, menjadi penswakarsa berdirinya ASEAN, menjadi jembatan perdamaian pemerintah Philipina dengan pejuan Islam Moro dan seabrek keberhasilan lain. Di sisi lain pada tahun 1970-an, demi alasan stabilitas bangsa dan pembangunan Soeharto mengambil keputusan kontroversial dengan menyederhanakan partai politik menjadi dua; PPP dan PDI dan satu Golongan Karya (Golkar), tahun 1980-an Soeharto memberlakukan asas tunggal Pancasila dalam semua lini di Indonesia yang banyak memperoleh penentangan dari berbagai ormas, setiap perlawanan dihadapi dengan senyuman yang penuh dengan ancaman misterius (minimal demikianlah menurut para oposan saat itu), PKI menjadi common economy yang ampuh sebagai senjata politik untuk menjatuhkan lawan politiknya, Soeharto menjadi presiden yang sangat disegani, ditakuti dan sekaligus dibenci dan juga dicinta oleh sebagian yang lain.

Ia memang banyak membangun fasilitas umum tapi tidak sedikit yang digusur paksa, ia banyak membuat sebagian rakyat Indonesia menjadi kaya tapi juga membuat sebagian yang lainnya semakin terjerembab dalam jurang kemiskinan, ia banyak membuat orang menjadi tertawa tapi sekaligus menjadikan yang lain menangis merasa tak punya asa hidup. Keberhasilannya dalam membangun ekonomi tidak dibarengi dengan keberhasilannya membangun iklim kebebasan berpendapat dan berdemokrasi.

Kesalahan Soeharto dalam pandangan saya diantaranya adalah: ia terlalu percaya pada orang-orang di sekelilingnya. Padahal banyak dari mereka yang hanya menjilat Pak Harto demi kepentingan mereka pribadi, kesayangan pada anak-anak secara membuta membuat anak-anaknya begitu dimanja sehingga banyak dari mereka merasa seperti menjadi anak raja yang bebas berlaku apa saja Tomy yang saat itu masih berusia 20-an tahun sudah memiliki 33 perusahaan, Bambang dengan 65 perusahaan, dan Mbak Tutut juga ikut tergiur dengan intan permata dunia bisnis Indonesia, dan yang tak kalah penting seperti dikemukakan Yudhohusodo; kesalahan Pak Harto adalah ia tidak tahu cara turun yang terhormat setelah ia tahu bagaimana cara naik.

Tapi apapun yang telah dia lakukan, sebagai manusia dan sebagai rakyat Indonesia saya memaafkannya tapi entah para Ibu yang kehilangan anak-anaknya, para Istri yang kehilangan suaminya, para anak uanh kehilangan bapaknya, para penduduk yang kehilangan tanahnya. Karena masing-masing hati tentu mempunyai keputusan dan menjadi resiko seorang pemimpin jika ada rakyat Indonesia yang tidak memaafkannya. Dan yakinlah jika ada satu saja yang tidak memaafkan Soeharto maka akan menjadi masalah pelik bagi Jenderal Bintang Lima ini di hadapan Tuhan. Tapi semoga kebaikannya bisa menutupi keburukannya.

Saya Memaafkan Soeharto, Entah Yang Lain

Sekitar pukul 13.30 WIB, salah satu mantan penguasa terbesar Indonesia; Moehammad Soeharto yang lahir pada tahun 1921 di Kemusuk Yogyakarta dinyatakan telah meninggal dunia,pada 27 Januari 2008.

Penguasa terlama kedua di dunia setelah Fidel Castro ini banyak meninggalkan banyak kesan di benak rakyat Indonesia, baik dan buruk tentunya. Ia dikenal sebagai Bapak Pembangunan negeri ini, teori developmentalismenya mendasari tindakan pembangunannya. Indonesia yang negative dalam pembangunan ekonomi terakhir era Soekarno menjadi positif pada era Soeharto, Indonesia mulai membangun, banyak gedung-gedung pencakar langit didirikan, ekonomi makro terus berkembang, Soeharto menjadi sangat percaya pada tim ekonomi lulusan barat yang biasa disebut geng berkeley, liberalism ekonomi menjadi hal yang diusung, tahun 1980-an Indonesia yang berada dibawah Soeharto berhasil berswaembada beras, Indonesia disegani di Asia, dan sempat pula merasakan nikmat dari meroketnya harga minyak dunia, mendapatkan penghargaan berkat keberhasilan program KB, menjadi penswakarsa berdirinya ASEAN, menjadi jembatan perdamaian pemerintah Philipina dengan pejuan Islam Moro dan seabrek keberhasilan lain. Di sisi lain pada tahun 1970-an, demi alasan stabilitas bangsa dan pembangunan Soeharto mengambil keputusan kontroversial dengan menyederhanakan partai politik menjadi dua; PPP dan PDI dan satu Golongan Karya (Golkar), tahun 1980-an Soeharto memberlakukan asas tunggal Pancasila dalam semua lini di Indonesia yang banyak memperoleh penentangan dari berbagai ormas, setiap perlawanan dihadapi dengan senyuman yang penuh dengan ancaman misterius (minimal demikianlah menurut para oposan saat itu), PKI menjadi common economy yang ampuh sebagai senjata politik untuk menjatuhkan lawan politiknya, Soeharto menjadi presiden yang sangat disegani, ditakuti dan sekaligus dibenci dan juga dicinta oleh sebagian yang lain.

Ia memang banyak membangun fasilitas umum tapi tidak sedikit yang digusur paksa, ia banyak membuat sebagian rakyat Indonesia menjadi kaya tapi juga membuat sebagian yang lainnya semakin terjerembab dalam jurang kemiskinan, ia banyak membuat orang menjadi tertawa tapi sekaligus menjadikan yang lain menangis merasa tak punya asa hidup. Keberhasilannya dalam membangun ekonomi tidak dibarengi dengan keberhasilannya membangun iklim kebebasan berpendapat dan berdemokrasi.

Kesalahan Soeharto dalam pandangan saya diantaranya adalah: ia terlalu percaya pada orang-orang di sekelilingnya. Padahal banyak dari mereka yang hanya menjilat Pak Harto demi kepentingan mereka pribadi, kesayangan pada anak-anak secara membuta membuat anak-anaknya begitu dimanja sehingga banyak dari mereka merasa seperti menjadi anak raja yang bebas berlaku apa saja Tomy yang saat itu masih berusia 20-an tahun sudah memiliki 33 perusahaan, Bambang dengan 65 perusahaan, dan Mbak Tutut juga ikut tergiur dengan intan permata dunia bisnis Indonesia, dan yang tak kalah penting seperti dikemukakan Yudhohusodo; kesalahan Pak Harto adalah ia tidak tahu cara turun yang terhormat setelah ia tahu bagaimana cara naik.

Tapi apapun yang telah dia lakukan, sebagai manusia dan sebagai rakyat Indonesia saya memaafkannya tapi entah para Ibu yang kehilangan anak-anaknya, para Istri yang kehilangan suaminya, para anak uanh kehilangan bapaknya, para penduduk yang kehilangan tanahnya. Karena masing-masing hati tentu mempunyai keputusan dan menjadi resiko seorang pemimpin jika ada rakyat Indonesia yang tidak memaafkannya. Dan yakinlah jika ada satu saja yang tidak memaafkan Soeharto maka akan menjadi masalah pelik bagi Jenderal Bintang Lima ini di hadapan Tuhan. Tapi semoga kebaikannya bisa menutupi keburukannya.

Saya Memaafkan Soeharto, Entah Yang Lain

Sekitar pukul 13.30 WIB, salah satu mantan penguasa terbesar Indonesia; Moehammad Soeharto yang lahir pada tahun 1921 di Kemusuk Yogyakarta dinyatakan telah meninggal dunia,pada 27 Januari 2008.

Penguasa terlama kedua di dunia setelah Fidel Castro ini banyak meninggalkan banyak kesan di benak rakyat Indonesia, baik dan buruk tentunya. Ia dikenal sebagai Bapak Pembangunan negeri ini, teori developmentalismenya mendasari tindakan pembangunannya. Indonesia yang negative dalam pembangunan ekonomi terakhir era Soekarno menjadi positif pada era Soeharto, Indonesia mulai membangun, banyak gedung-gedung pencakar langit didirikan, ekonomi makro terus berkembang, Soeharto menjadi sangat percaya pada tim ekonomi lulusan barat yang biasa disebut geng berkeley, liberalism ekonomi menjadi hal yang diusung, tahun 1980-an Indonesia yang berada dibawah Soeharto berhasil berswaembada beras, Indonesia disegani di Asia, dan sempat pula merasakan nikmat dari meroketnya harga minyak dunia, mendapatkan penghargaan berkat keberhasilan program KB, menjadi penswakarsa berdirinya ASEAN, menjadi jembatan perdamaian pemerintah Philipina dengan pejuan Islam Moro dan seabrek keberhasilan lain. Di sisi lain pada tahun 1970-an, demi alasan stabilitas bangsa dan pembangunan Soeharto mengambil keputusan kontroversial dengan menyederhanakan partai politik menjadi dua; PPP dan PDI dan satu Golongan Karya (Golkar), tahun 1980-an Soeharto memberlakukan asas tunggal Pancasila dalam semua lini di Indonesia yang banyak memperoleh penentangan dari berbagai ormas, setiap perlawanan dihadapi dengan senyuman yang penuh dengan ancaman misterius (minimal demikianlah menurut para oposan saat itu), PKI menjadi common economy yang ampuh sebagai senjata politik untuk menjatuhkan lawan politiknya, Soeharto menjadi presiden yang sangat disegani, ditakuti dan sekaligus dibenci dan juga dicinta oleh sebagian yang lain.

Ia memang banyak membangun fasilitas umum tapi tidak sedikit yang digusur paksa, ia banyak membuat sebagian rakyat Indonesia menjadi kaya tapi juga membuat sebagian yang lainnya semakin terjerembab dalam jurang kemiskinan, ia banyak membuat orang menjadi tertawa tapi sekaligus menjadikan yang lain menangis merasa tak punya asa hidup. Keberhasilannya dalam membangun ekonomi tidak dibarengi dengan keberhasilannya membangun iklim kebebasan berpendapat dan berdemokrasi.

Kesalahan Soeharto dalam pandangan saya diantaranya adalah: ia terlalu percaya pada orang-orang di sekelilingnya. Padahal banyak dari mereka yang hanya menjilat Pak Harto demi kepentingan mereka pribadi, kesayangan pada anak-anak secara membuta membuat anak-anaknya begitu dimanja sehingga banyak dari mereka merasa seperti menjadi anak raja yang bebas berlaku apa saja Tomy yang saat itu masih berusia 20-an tahun sudah memiliki 33 perusahaan, Bambang dengan 65 perusahaan, dan Mbak Tutut juga ikut tergiur dengan intan permata dunia bisnis Indonesia, dan yang tak kalah penting seperti dikemukakan Yudhohusodo; kesalahan Pak Harto adalah ia tidak tahu cara turun yang terhormat setelah ia tahu bagaimana cara naik.

Tapi apapun yang telah dia lakukan, sebagai manusia dan sebagai rakyat Indonesia saya memaafkannya tapi entah para Ibu yang kehilangan anak-anaknya, para Istri yang kehilangan suaminya, para anak uanh kehilangan bapaknya, para penduduk yang kehilangan tanahnya. Karena masing-masing hati tentu mempunyai keputusan dan menjadi resiko seorang pemimpin jika ada rakyat Indonesia yang tidak memaafkannya. Dan yakinlah jika ada satu saja yang tidak memaafkan Soeharto maka akan menjadi masalah pelik bagi Jenderal Bintang Lima ini di hadapan Tuhan. Tapi semoga kebaikannya bisa menutupi keburukannya.

Saya Memaafkan Soeharto, Entah Yang Lain

Sekitar pukul 13.30 WIB, salah satu mantan penguasa terbesar Indonesia; Moehammad Soeharto yang lahir pada tahun 1921 di Kemusuk Yogyakarta dinyatakan telah meninggal dunia,pada 27 Januari 2008.

Penguasa terlama kedua di dunia setelah Fidel Castro ini banyak meninggalkan banyak kesan di benak rakyat Indonesia, baik dan buruk tentunya. Ia dikenal sebagai Bapak Pembangunan negeri ini, teori developmentalismenya mendasari tindakan pembangunannya. Indonesia yang negative dalam pembangunan ekonomi terakhir era Soekarno menjadi positif pada era Soeharto, Indonesia mulai membangun, banyak gedung-gedung pencakar langit didirikan, ekonomi makro terus berkembang, Soeharto menjadi sangat percaya pada tim ekonomi lulusan barat yang biasa disebut geng berkeley, liberalism ekonomi menjadi hal yang diusung, tahun 1980-an Indonesia yang berada dibawah Soeharto berhasil berswaembada beras, Indonesia disegani di Asia, dan sempat pula merasakan nikmat dari meroketnya harga minyak dunia, mendapatkan penghargaan berkat keberhasilan program KB, menjadi penswakarsa berdirinya ASEAN, menjadi jembatan perdamaian pemerintah Philipina dengan pejuan Islam Moro dan seabrek keberhasilan lain. Di sisi lain pada tahun 1970-an, demi alasan stabilitas bangsa dan pembangunan Soeharto mengambil keputusan kontroversial dengan menyederhanakan partai politik menjadi dua; PPP dan PDI dan satu Golongan Karya (Golkar), tahun 1980-an Soeharto memberlakukan asas tunggal Pancasila dalam semua lini di Indonesia yang banyak memperoleh penentangan dari berbagai ormas, setiap perlawanan dihadapi dengan senyuman yang penuh dengan ancaman misterius (minimal demikianlah menurut para oposan saat itu), PKI menjadi common economy yang ampuh sebagai senjata politik untuk menjatuhkan lawan politiknya, Soeharto menjadi presiden yang sangat disegani, ditakuti dan sekaligus dibenci dan juga dicinta oleh sebagian yang lain.

Ia memang banyak membangun fasilitas umum tapi tidak sedikit yang digusur paksa, ia banyak membuat sebagian rakyat Indonesia menjadi kaya tapi juga membuat sebagian yang lainnya semakin terjerembab dalam jurang kemiskinan, ia banyak membuat orang menjadi tertawa tapi sekaligus menjadikan yang lain menangis merasa tak punya asa hidup. Keberhasilannya dalam membangun ekonomi tidak dibarengi dengan keberhasilannya membangun iklim kebebasan berpendapat dan berdemokrasi.

Kesalahan Soeharto dalam pandangan saya diantaranya adalah: ia terlalu percaya pada orang-orang di sekelilingnya. Padahal banyak dari mereka yang hanya menjilat Pak Harto demi kepentingan mereka pribadi, kesayangan pada anak-anak secara membuta membuat anak-anaknya begitu dimanja sehingga banyak dari mereka merasa seperti menjadi anak raja yang bebas berlaku apa saja Tomy yang saat itu masih berusia 20-an tahun sudah memiliki 33 perusahaan, Bambang dengan 65 perusahaan, dan Mbak Tutut juga ikut tergiur dengan intan permata dunia bisnis Indonesia, dan yang tak kalah penting seperti dikemukakan Yudhohusodo; kesalahan Pak Harto adalah ia tidak tahu cara turun yang terhormat setelah ia tahu bagaimana cara naik.

Tapi apapun yang telah dia lakukan, sebagai manusia dan sebagai rakyat Indonesia saya memaafkannya tapi entah para Ibu yang kehilangan anak-anaknya, para Istri yang kehilangan suaminya, para anak uanh kehilangan bapaknya, para penduduk yang kehilangan tanahnya. Karena masing-masing hati tentu mempunyai keputusan dan menjadi resiko seorang pemimpin jika ada rakyat Indonesia yang tidak memaafkannya. Dan yakinlah jika ada satu saja yang tidak memaafkan Soeharto maka akan menjadi masalah pelik bagi Jenderal Bintang Lima ini di hadapan Tuhan. Tapi semoga kebaikannya bisa menutupi keburukannya.

Saya Memaafkan Soeharto, Entah Yang Lain

Sekitar pukul 13.30 WIB, salah satu mantan penguasa terbesar Indonesia; Moehammad Soeharto yang lahir pada tahun 1921 di Kemusuk Yogyakarta dinyatakan telah meninggal dunia,pada 27 Januari 2008.

Penguasa terlama kedua di dunia setelah Fidel Castro ini banyak meninggalkan banyak kesan di benak rakyat Indonesia, baik dan buruk tentunya. Ia dikenal sebagai Bapak Pembangunan negeri ini, teori developmentalismenya mendasari tindakan pembangunannya. Indonesia yang negative dalam pembangunan ekonomi terakhir era Soekarno menjadi positif pada era Soeharto, Indonesia mulai membangun, banyak gedung-gedung pencakar langit didirikan, ekonomi makro terus berkembang, Soeharto menjadi sangat percaya pada tim ekonomi lulusan barat yang biasa disebut geng berkeley, liberalism ekonomi menjadi hal yang diusung, tahun 1980-an Indonesia yang berada dibawah Soeharto berhasil berswaembada beras, Indonesia disegani di Asia, dan sempat pula merasakan nikmat dari meroketnya harga minyak dunia, mendapatkan penghargaan berkat keberhasilan program KB, menjadi penswakarsa berdirinya ASEAN, menjadi jembatan perdamaian pemerintah Philipina dengan pejuan Islam Moro dan seabrek keberhasilan lain. Di sisi lain pada tahun 1970-an, demi alasan stabilitas bangsa dan pembangunan Soeharto mengambil keputusan kontroversial dengan menyederhanakan partai politik menjadi dua; PPP dan PDI dan satu Golongan Karya (Golkar), tahun 1980-an Soeharto memberlakukan asas tunggal Pancasila dalam semua lini di Indonesia yang banyak memperoleh penentangan dari berbagai ormas, setiap perlawanan dihadapi dengan senyuman yang penuh dengan ancaman misterius (minimal demikianlah menurut para oposan saat itu), PKI menjadi common economy yang ampuh sebagai senjata politik untuk menjatuhkan lawan politiknya, Soeharto menjadi presiden yang sangat disegani, ditakuti dan sekaligus dibenci dan juga dicinta oleh sebagian yang lain.

Ia memang banyak membangun fasilitas umum tapi tidak sedikit yang digusur paksa, ia banyak membuat sebagian rakyat Indonesia menjadi kaya tapi juga membuat sebagian yang lainnya semakin terjerembab dalam jurang kemiskinan, ia banyak membuat orang menjadi tertawa tapi sekaligus menjadikan yang lain menangis merasa tak punya asa hidup. Keberhasilannya dalam membangun ekonomi tidak dibarengi dengan keberhasilannya membangun iklim kebebasan berpendapat dan berdemokrasi.

Kesalahan Soeharto dalam pandangan saya diantaranya adalah: ia terlalu percaya pada orang-orang di sekelilingnya. Padahal banyak dari mereka yang hanya menjilat Pak Harto demi kepentingan mereka pribadi, kesayangan pada anak-anak secara membuta membuat anak-anaknya begitu dimanja sehingga banyak dari mereka merasa seperti menjadi anak raja yang bebas berlaku apa saja Tomy yang saat itu masih berusia 20-an tahun sudah memiliki 33 perusahaan, Bambang dengan 65 perusahaan, dan Mbak Tutut juga ikut tergiur dengan intan permata dunia bisnis Indonesia, dan yang tak kalah penting seperti dikemukakan Yudhohusodo; kesalahan Pak Harto adalah ia tidak tahu cara turun yang terhormat setelah ia tahu bagaimana cara naik.

Tapi apapun yang telah dia lakukan, sebagai manusia dan sebagai rakyat Indonesia saya memaafkannya tapi entah para Ibu yang kehilangan anak-anaknya, para Istri yang kehilangan suaminya, para anak uanh kehilangan bapaknya, para penduduk yang kehilangan tanahnya. Karena masing-masing hati tentu mempunyai keputusan dan menjadi resiko seorang pemimpin jika ada rakyat Indonesia yang tidak memaafkannya. Dan yakinlah jika ada satu saja yang tidak memaafkan Soeharto maka akan menjadi masalah pelik bagi Jenderal Bintang Lima ini di hadapan Tuhan. Tapi semoga kebaikannya bisa menutupi keburukannya.

Iklan
Komentar
  1. aLay berkata:

    pengen memaafkan…
    ya sudahlah…dimaafkan saja…
    tp semoga yang diatas tidak memaafkan…

  2. Ihsan berkata:

    Setuju. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita.

  3. Tigin berkata:

    memaafkan itu memang harus kalau kita ini manusia yang punya hati nurani, masalah dimaafkan tidaknya sama Tuhan itu kita tidak tahu. Tuhan Maha Bijaksana dalam menentukan apakah orang itu perlu dimaafkan atau tidak
    Karena itu gak usah berpolemik memaafkan atau tidak, semua itu adalah kuasa Tuhan. Jangankan yang sudah jelas meninggal kita sendiri aja masih banyak dosa apakah sudah minta dimaafkan kepada Tuhan ? untuk tidak mengulangi dosa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s