Melepaskan Hasrat Kepemilikan Dalam Cinta

Posted: Juli 7, 2008 in Awewe, pemikiran, Renungan
Tag:, ,

Saat cinta menggebu, saat rindu menelurkan air mata, hati tertarik berjumpa dengan sang kekasih, ingin memeluk erat, memilikinya selamanya. Begitulah kira-kira rasa orang yang sedang jatuh cinta. Bahagia saat bertemu, tapi di saat lain sedih saat berpisah. Saat sang jarak memisahkan dua hati yang saling mencinta. Hati ini terasa menjerit menginginkan pertemuan yang segera. Saat sehari saja tiada kabar, hati langsung merasa gelisah, apalagi jika kita berkirim kabar lewat sms dan tiada jawaban hati langsung saja berpikir seribu kemungkinan yang mungkin saja terjadi pada sang kekasih hati.

Efek cinta seperti itulah yang mungkin dirasakan oleh Qays (Majnun) dan Devdas (cerita dari India) saat mereka berdua terpisah dari sang kekasih hati. Hati tak tenang seperti merpati jantan yang kehilangan pasangannya, gelisah dan bisa berakibat mati.

Cinta adalah sesuatu yang baik, selama kita mengartikannya sebagai yang baik, cinta adalah tetesan embun pagi yang menyejukkan jika kita mau menganggapnya seperti itu. Sejuk oleh cinta, damai pula di dalamnya. Akan tetaoi cinta ibarat mata uang, ia punya sisi berbeda atau minimal punya efek yang kurang baik jika kita manusia tidak bisa mengelolanya. Cinta punya potensi untuk membakar sang pecinta, membakar dalam api membara bernama cinta, bedanya dengan cinta yang menyejukkan ialah jika cinta itu menyejukkan, akal pikiran kita tetap akan tegak berdiri, jiwa kita tetap bening, bahagia menyelimuti diri, tapi jika cinta yang membakar, akal pikiran kita terasa mati, emosi diri adalah hal yang menguasai, selayaknya api ia terus membakar, membakar ketenangan kita, membakar eksistensi pikiran kita, hingga hasrat pun seakan-akan tidak lagi bisa dibendung.

Lalu bagaimana menghilangkan efek negatif cinta yang seperti ini, salah satu cara adalah dengan menghilangkan hasrat kepemilikan kita atas orang yang kita cinta. Sulit mungkin tapi dengan cara melepaskan rasa kepemilikan kita pada pasangan kita, maka jiwa kita tidak merasa terbebani, jiwa kita akan merasa terbebas dan mandiri. Tapi mungkin Anda akan bertanya, lalu bagaimana dengan kekasih kita, kepada siapa kita akan mempercayakan penjagaannya?.” Dengan terus terang saya harus mengatakan, “ Percayakan kekasih Anda pada Tuhan. Biarkan Tuhan yang menjaganya, biarkan Tuhan menjalankan rencana terbaiknya bagi kekasih kita.” Dan ini bukan ungkapan omong kosong, dengan perasaan seperti ini kita dapat membebaskan diri kita dari efek negatif cinta. Dengan menyerahkan pasangan kita pada lindungan Tuhan hati kita akan tenang, tidak lagi diliputi oleh kehawatiran, semoga.

Komentar
  1. infogue mengatakan:

    Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://18-thn.infogue.com/melepaskan_hasrat_kepemilikan_dalam_cinta

  2. Magdalena mengatakan:

    ThanKs…..Bagus!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s