Save Palestine!

Posted: Januari 9, 2009 in pemikiran, Renungan, Sosial Kemasyarakatan
Tag:, , ,

David Vs Goliath Saya tidak terbiasa membuat judul tulisan seperti ini, apalagi judul di atas memang bernada    propaganda, tapi mau dikata apalagi, tindakan Israel memang benar-benar keterlaluan sehingga  pantas saja jika Hugo Chaves menjulukinya sebagai geneosida di era modern.

Bani Israel memang selalu cari gara-gara dengan manusia dan kemanusiaan, bahkan sampai-  sampai Tuhan telah menurunkan enam (6) nabi yang diutus untuk menuntun suku sombong yang memang diakui memiliki beberapa keunggulan atas umat yang lainnya oleh al-Qur’an.

Diakui atau tidak, Israel diuntungkan oleh peristiwa geneosida yang dilakukan oleh NAZI Jerman walaupun kebenarannya saat ini banyak diragukan oleh para pakar sejarah, oleh karena geneosida itu kemudian Inggris menghibahkan tanah yang dikuasainya di wilayah Palestina kepada bani Israel yang centang perenang tercerai berai berkeliaran di berbagai negara dan benua. Tercatat semenjak kebijakan Inggris dan sekutunya tersebut bangsa Israel kembali “mudik” atas tanah yang pernah dihuni bangsa tersebut pada zaman Nabi Ya’kub (Yacob)dan dijanjikan oleh Nabi Musa (Moses) atas dasar wahyu Tuhan untuk membawa bangsa Israel dari tanah Mesir yang dikuasai oleh Fir’aun (Ramses II) yang kejam kembali ke tanah Palestina walau hingga akhir hayat nabi Musa bangsa Israel belum juga sampai ke tanah Palestina karena selalu membangkang dan berkali-kali mengkhianati dan membuat sakit hati nabi Musa(karena baru pada masa pengganti Musa sebagai pemimpin, bangsa Israel baru bisa sampai ke tanah yang dijanjikan dengan kuantitas yang sangat berkurang daripada rombongan awal saat meninggalkan Mesir).
Setelah masa raja-raja Israel di Palestina pada masa sebelum masehi, kerajaan Romawi menaklukkan Palestina dan mengusir serta membunuhi bangsa Israel terutama yang mempunyai hubungan dengan pihak kerajaan Israel karena takut memberontak dikemudian hari. Bangsa Israel pun bersemburatan ke seluruh penjuru dunia. Setelah itu penduduk Palestina adalah bangsa Arab, bangsa Arya Asia, dan Romawi. Pada masa Umar bin Khotob, khalifah kedua (2nd chalipe)setelah meninggalnya nabi Muhammad SAW, Palestina ditaklukkan pasukan umat Islam yang merebutnya dari kekuasaan romawi. Sejak saat itu palestina banyak dihuni oleh bangsa Arab dan keturunan Arya Asia (Persia/Ibrani) serta hidup damai lebih dari seratus abad. Dan baru pada tahun 1095 M atau 500 tahun setelah Islam muncul, kaum Vatikan bersekutu dengan kerajaan-kerajaan Eropa menyerang umat Islam dan berusaha merebut kembali tanah suci mereka dari tangan umat Islam. Inilah perang terlama yang dicatat sejarah, terjadi sekitar dua abad lamanya dan terbagi pada beberapa gelombang perang besar. Perang diakhiri dengan kemenangan umat Islam yang dipimpin oleh Salahuddin al-Ayyubi (Saladin) dan Palestina pun kembali menjadi daerah aman.

Pada masa kemunduran dunia Islam dan kedigjayaan Eropa lewat pembukaan (ekspansi) jalur-jalur ekonominya. Inggris menguasai sebuah daerah (yang kecil jika dibanding kekuasaan Israel saat sekarang ini) di Palestina timur laut. Dan setelah perang dunia kedua berankhir, Inggris pun kemudian menghibahkan tanah kekuasaannya pada bangsa Israel yang tercerai berai sebagai jalan untuk mengembalikan bangsa “unggul” tersebut ke tanah yang telah ribuan abad ditinggalkannya. Tapi sayang pengembalian ini berakibat pada pengusiran orang-orang Palestina yang memang sudah dari nenek moyangnya sudah tinggal di Palestina. Padahal jika mereka mau hidup damai, seharusnya mereka bisa membaur berasimilasi dengan suku bangsa lain yang telah ada di Palestina.

Keberadaan Israel di Timur Tengah bagaikan duri dalam daging yang selalu menusuk dari dalam kawasan, apalagi pan-arabisme tak lagi bisa bersatu setelah perang Arab-Israel karena berbagai kepentingan kesukuan yang memang sudah ada sejak zaman bahula.

Kini persoalan Palestina telah didistorsi menjadi persoalan Palestina itu sendiri, setelah sebelumnya menjadi persoalan Arab dan sebelumnya pernah menjadi persoalan Islam secara menyeluruh. Saya tak tahu lagi apa yang bisa saya perbuat saat melihat pembantaian yang dilakukan oleh negara Israel terpampang di depan mata. Hal pertama yang bisa saya lakukan adalah berdo’a untuk keselamatan Palestina dan kehancuran agresor Israel (dilakukan dengan qunut nazilah), hal kedua yang saya lakukan adalah langsung memutus plaining bisnis saya dengan cocacola yang sudah dalam tahap implementasi (sebelumnya saya berencana menjadi reseller Coca Cola di jaringan usaha yang saya miliki) sebagai bentuk protes saya atas sikap Amerika yangselalu berpihak pada Israel yang dholim. Secara bisnis mungkin ini tidak strategis tapi ini harus dilakukan karena bisnis tak hanya bicara masalah profit oriented tapi juga nurani. Hal ketiga, saya menghindarkan diri saya untuk mengkonsumsi minuman dan makanan merek Amerika dan Israel; saya mencegah diri saya untuk makan di McD, KFC, A&W, dan meminum minuman merek milik perusahaan Amerika walaupun yang ada hanya minuman-minuman tersebut saat saya haus. Walau ini tak cukup efektif untuk menghentikan laju tentara Israel dalam pembantaian rakyat Palestina, tapi setidaknya semoga do’a saya bisa bersama mereka.

Iklan
Komentar
  1. ndop berkata:

    untung aku nggak sering makan makanan aneh seperti itu, jadi kalo ada aksi boikot, ya nggak ngefek… wekekek..

  2. Ihsan Maulana berkata:

    hehe. Ndop ini ada-ada saja. bagaimanapun memang terkadang sulit menghindari makanan dan minuman Amrik dan sekutunya yang bertebaran di sekitar kita. jadi Ndop termasuk manusia yang beruntung jika belum terbiasa dengan makanan/minuman dimaksud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s