Rahasia Malam

Posted: Juni 3, 2009 in Cangkruan, Pitakonan, Renungan
Tag:, ,

Di Keheningan MalamMelihat ke arah hotel Hyat Surabaya (sekarang berganti nama Hotel Bumi Surabaya) pada pukul 01:00 dini hari, melihat beberapa kamar yang lampunya hidup, saya ingat akan beberapa pikiran bahwa mereka di sana sedang bersenang-senang dengan wanita. Tapi jiwaku yang lain berkata, “tak semua orang yang menginap di sana berbuat seperti itu. Bisa saja sekarang mereka sedang shalat tahajud di saat yang lain tertidur lelap”. Kemudian saya mengarahkan pandangan ke BRI Tower Surabaya (sekarang bernama BRI Plaza) di sana saya lihat semua lampu ruangan mati. Jiwa saydian berkata lagi, “ Jangan kira di sana sunyi, bisa saja dalam kegelapan ada orang yang dengan khusuk shalat tahajud”. Kemudian saya memandang ke rumah-rumah tetangga dan mengira bahwa mereka telah terlelap, akan tetapi jiwa saya yang tadi berkata lagi, “ jangan kira suasana yang sepi menyiratkan bahwa mereka tidur bisa saja sekarang mereka sedang bertafakur tentang Tuhannya atau bersujud dalam keharibaan Tuhannya. Sedang kamu di sini tak melakukan apa-apa”.

Semakin terasa kecil diri ini melihat bagaimana mereka bertasbih kepada Allah. Pandanganku pun kemudian beralih kepada bunga melati yang berdiri tegak di depan rumah. Ku lihat banyak bunga mulai merekah dalam keheningan malam terus bergerak memberikan harum semerbak sehingga saya sadar bahwa itu cara mereka untuk bertasbih, bertahmid atau berdzikir kepada Allah Tuhan yang telah memberikannya kehidupan. Lalu nikmat Tuhanku yang manakah yang hendak aku dustakan?! Hingga pada satu titik saya berucap, “Tidak ada sesuatu apapun yang diciptakan Tuhanku menjadi sia-sia. Bahkan pada pohon juwet (anggur belanda) yang tak lagi diperhatikan orang. Ia tetap setia memberikan oksigen yang dibutuhkan orang walau ia tahu bahwa orang-orang di sekitarnya telah melupakannya.

Pemandangan yang hanya bisa dinikmati saat semuanya senyap, saat semuanya lelap. Tapi malam tak selalu menampakkan rahasianya. Ia hanya akan tampak pada mereka yang mau berpikir dan merenung.

Iklan
Komentar
  1. bidina_ali berkata:

    rasa-rasanya malem2 memang lebih mudah untuk merenung. Ketika suasana sedang sunyi, sepi, dan berbagai keramian tdk lagi mengganggu.

    Sebelumnya, salam kenal mas…

  2. Ihsan Maulana berkata:

    Salam kenal juga, dalam malam terdapat rahasia yang hanya akan terbuka bagi mereka yangf mau bangun malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s