Empty Ness Syndrom Dalam Putus Cinta

Posted: Agustus 19, 2009 in Awewe, Cangkruan, Motivasi, pemikiran
Tag:, , ,

Ojo NgersuloSatu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup (
ST12)
Begitulah kata ST12 dalam lagu “Saat Terakhir”-nya. Sebuah lirik yang menggambarkan bagaimana keadaan orang yang kehilangan orang yang sangat dicintai dan disayangi, sulit lepas dari bayangan kekasih tercinta. Cinta, demikianlah anak muda Indonesia menyebutnya. Ya, cinta bisa membuat orang menjadi paling bahagia di dunia ini tapi juga bisa menjerumuskannya dalam dunia gelap yang tak berkesudahan, warna-warni kehidupan menjadi hanya sekedar layar hitam putih tanpa suara, kosong tanpa emosi.

Kondisi ini dalam dunia psikologi disebut sebagai Empty Ness Syndrom atau sindrom ketakutan sendirian. Kondisi ini bisa dialami oleh orang yang merasa kehilangan atau ditinggalkan oleh orang yang dikasihi. Kondisi ini tidak memandang usia, latar belakang sosial dan ekonomi. Bisa terjadi pada orang tua yang dtinggalkan anaknya meninggal atau berpisah karena telah menikah dan sang anak memutuskan untuk hidup mandiri dan terpisah atau bisa juga terjadi pada anak muda yang sudah cinta setengah mati tapi ditinggalkan ataupun diputuskan oleh sang kekasih. Empty ness syndrom ini jika tidak diolah dengan baik akan menjadi stress dan tidak jarang menyebabkan seseorang mengalami stres berat. Dan untuk para remaja yang masih labil ada kemungkinan membuatnya menempuh jalan pintas berupa bunuh diri atau merusak dirinya sendiri. Jika hal itu yang dipilih tentu bukan hal yang diinginkan. Tapi begitulah cinta, ia dapat membuat penderitanya menjadi tidak bisa berpikir panjang dan memutuskan segaa sesuatu secara emosional.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Cara mengatasi paling mudah adalah jangan biarkan terlalu banyak waktu kita yang kosong, usahakan isi waktu yang ada dengan kegiatan positif yang membutuhkan fokus berpikir. Dengan begitu tarikan memori untuk merasa kesepian akan lebih mudah di atasi, dan juga yang jangan lupa, isilah dengan kegiatan yang jauh dari kenangan yang ada bersama orang yang kita cintai. Dengan begitu dunia tempat kita berpijak masih akan terasa berwarna. Ingat! Dunia tidak berakhir dengan berakhirnya satu kenangan indah, masih banyak keindahan lain dari hidup ini yang bisa kita nikmati. Jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah dilakukan, ikhlaskan saja. Dan teruslah melangkah karena semua keindahan masih setia menunggu kita jika mau membuka kemungkinan itu.

Jika hal tersebut di atas bisa dilakukan maka lagu Olga Saputra,” hancur, hancur hatiku.” Tidak lagi terjadi dan menjadi lagu milik Maya, “Emang Gue Pikirin” dan kemudian disambung dengan nyanyin Roling’s Stone (mungkin), “I’m good! Tererereret.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s