Jancuk Itu….

Posted: Desember 19, 2009 in Cangkruan, pemikiran, Renungan, Sosial Kemasyarakatan
Tag:, ,

Seorang murid bertanya kepada saya, “Ustad, bagaimana hukumnnya bilang Jancuk?” saya kemudian menjawabnya, “berkata kotor dan sumpah serapah diharamkan dalam Islam. Dan jancok adalah salah satu di antaranya.” Tapi murid yang lain menimpali, “tapi kita ka Cuma mengekspresikan saja, Ustad?”. Saya jawab, “betul. Tapi alangkah indahnya jika kita mengekspresikannya dengan lafal Subahanallah jika takjub, astgafirullah jika merasa ada yang ganji, alhamdulillah jika peroleh nikmat dan innalillah jika peroleh balak atau bencana.” Jawaban saya tidak dibantah oleh seorang murid pun di Surabaya.

Tidak berapa lama, saya bertemu dengan seorang teman penganut Islam kejawen atau mungkin dalam kategori Cliffort termasuk abangan di daerah kenjeran. Saat kami bercanda secara tidak sadar ia pun mengucap kata “jancuk” saya bilang padanya, “apakah tidak ada kata yang lebih baik?” mendengar itu ia pun bertanya, “kata apa yang lebih baik?” saya pun kemudian menjawab seperti jawaban saya pada murid-murid saya. Tapi tanggapannya lain dari prasangka saya. Ia menjawab, “kamu ahistoris.”

“Kok bisa begitu?!” tanyaku. Ia kemudian menjawab, “Jancuk adalah identitas orang Surabaya dari generasi ke generasi. Ia adalah ekspresi dari rasa marah, sedih dan sekaligus bahagia.” Jadi menurutnya jancuk tak bisa langsung saja diartikan meso atau mengumpat. Menurutnya jika niatnya bersyukur maka bisa jadi pahala. Ia mencontohkan, “Jancok, hebat temen awakmu iki-Jancok . hebat sungguh kamu ini!” jadi sekali lagi ia menjelaskan, “tak bisa semerta-merta kamu mengatakan bahwa jancuk itu adalah sump[ah serapah”.

Mendengar hal itu saya terdiam dan berpikir, “betul juga kata teman yang protolan SMK ini!” tapi saat itu pertanyaan-pertanyaan susulan banyak mendera saya, “ lalu apa artinya encuk,jampot,mbokne uancuk, dst”. Apa perlu saya harus mengklasifikannya lagi agar tidak melakukan “ilegal logging” atas pemakaian jancuk.

Iklan
Komentar
  1. bla bla bla berkata:

    KOPLAK

  2. Ihsan Maulana berkata:

    Koplak tapi kan rasional. aneh tapi nyata dan terjadi di tengah-tengah kita. iya toh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s