Berziarah ke Pesarean Syeikhona Kholil Bangkalan

Posted: Januari 18, 2010 in Cangkruan
Tag:, , ,

Hawa panas Bangkalan langsung menyambut kulit kita saat memasuki kota kabupaten paling ujung barat pulau Madura itu di siang hari, tapi terik matahari menjadi teduh saat kita melihat bahwa kota ini terasa begitu tradisional, bukan karena bangunannya tapi karena banyaknya anak-anak muda yang memakai sarung dan kopyah berlalu lalang di kota berlabel santri itu.Ya, para santri itu adalah santri para kyai keturunan Syeikhona Kholil Bangkalan yang terkenal itu, setidaknya di Bangkalan, ada sekitar sepuluh pesantren milik keturunan syeikh agung tersebut. Mereka biasa disebut sebagai Bani Kholil.

Untuk mencapai pesarean Syeikhona Kholil, dari arah kota Bangkalan, kita harus terus menuju ke arah barat sekitar 700 meter untuk bisa sampai di peristitahatan terakhir guru agama para founding father negeri ini. tanda bahwa kita akan memasuki pesarean adalah saat kita melintasi gapura bertuliskan “Anda Memasuki Desa Mertajesah”, karena pesarean KHM. Kolil Bangkalan memang terletak di desa tersebut.

Syeikhona Kholil sendiri hidup pada 1835 M – 1925 M, beliau adalah ulama’ keturunan ketujuh dari Sunan Gunung Jati Cirebon, (tapi jika merujuk dari buyutnya yang bernama Sunan Cendana, beliau adalah keturunan Sunan Ampel. Atau bisa jadi ia memang adalah keturunan kedua sunan tersebut) beliau dikenal sebagai guru agama banyak tokoh di Indonesia. Bahkan kabarnya Ir. Soekarno sendiri pernah mondok di Syeikhona Kholil sebelum nyantri ke HOS. Tjokro Aminoto yang juga pernah nyantri pada KH. Kholil.

Beliau menjadi tokoh di balik berdirinya NU di Indonesia, lewat petunjuknyalah KH. Hasyim Asy’ari berangkat ke Hijaz dalam misi mempertahankan tradisi Islam tradisional yang dianggap benar dan mempertahankan makam Nabi Muhammad agar tidak digusur oleh orang Wahabi. Begitu juga saat Hasyim Asy’ari hendak mendirikan NU sebagai kelanjutan Komite Hijaz yang ia gagas, ia juga masih meminta restu Mbah Kholil (orang Bangkalan biasa menyebutnya).

Sedikit yang unik, pada nisan sang Syekh terkesan besar dan terus bertambah besar, di nisannya melekat kain kafan yang diikatkan pada nisan, karena walau sejak 1980-an tidak lagi dipasangi kain kafan, tapi banyak para pengunjung yang mempunyai nadzar kemudian harus diiyakan oleh pengurus makam. Akan tetapi saat ini bentuk nisan dikembalikan lagi menjadi lebih ramping. Setiap harinya, peziarah bisa mencapai 60 bis pariwisata. Jangan heran pula jika yang datang pun ternyata bukan hanya umat Islam Indonesia tapi juga dari Kuala Lumpur, Brunai, Beijing, dan Australia. Setidaknya begitulah menurut pengakuan penjaga pesarean.

Selesai dari pesarean, kita bisa mampir sejenak di toko oleh-oleh khas Madura, ada asesoris-asesoris khas Madura yang dijual di tempat ini. Jadi jika Anda kebetulan berada di Bangkalan, tidak ada salahnya bukan jika Anda mengunjungi makam orang yang paling dihormati di Madura ini.

Komentar
  1. Bintun Syarief mengatakan:

    muv setau saya syekh Kholil merupakan keturunan dr sunan Gunung Jati itu melalui jalur ibunya?
    sedangkan menurut jalur keturunan laki” merupakan keturunan sunan Kudus,
    Jalur Sunan Kudus (Garis laki-laki)

    1.
    Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.
    2.
    Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
    3.
    Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.
    4.
    Kiai Abdul Karim
    5.
    Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.
    6.
    Kiai Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.
    7.
    Kiai Selase. Dimakamkan di Selase Petapan, Trageh, Bangkalan.
    8.
    Kiai Martalaksana. Dimakamkan di Banyu Buni, Gelis, Bangkalan.
    9.
    Kiai Badrul Budur. Dimakamkan di Rabesan, Dhuwwek Buter, Kuayar, Bangkalan.
    10.
    Kiai Abdur Rahman (Bhujuk Lek-palek). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
    11.
    Kiai Khatib. Ada yang menulisnya “Ratib”. Dimakamkan di Pranggan, Sumenep.
    12.
    Sayyid Ahmad Baidhawi (Pangeran Ketandar Bangkal). Dimakamkan di Sumenep.
    13.
    Sayyid Shaleh (Panembahan Pakaos). Dimakamkan di Ampel Surabaya
    14.
    Sayyid Ja’far Shadiq (Sunan Kudus) Dimakamkan di Kudus.
    15.
    Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung). Dimakamkan di Kudus.
    16.
    Sayyid Fadhal Ali Al-Murtadha (Raden Santri /Raja Pandita). Dimakamkan di Gresik.
    17.
    Sayyid Ibrahim (Asmoro). Dimakamkan di Tuban
    18.
    Sayyid Husain Jamaluddin Dimakamkan di Bugis.
    19.
    Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin. Dimakamkan di Naseradab, India.
    20.
    Sayyid Abdullah. Dimakamkan di Naserabad, India.
    21.
    Sayyid Abdul Malik Azmatkhan. Dimakamkan di Naserabad, India.
    22.
    Sayyid Alawi ‘Ammil Faqih. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
    23.
    Sayyid Muhammad Shahib Mirbath. Dimakamkan di Zhifar, Hadramaut, Yaman.
    24.
    Sayyid Ali Khali’ Qasam. Dimakamkan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
    25.
    Sayyid Alawi. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.
    26.
    Sayyid Muhammad. Dimakamkan di Bait Jabir, Hadramaut, Yaman.
    27.
    Sayyid Alawi. Dimakamkan di Sahal, Yaman.
    28.
    Sayyid Abdullah/Ubaidillah. Dimakamkan di Hadramaut, Yaman.
    29.
    Al-Imam Ahmad Al-Muhajir . Dimakamkan di Al-Husayyisah, Hadramaut, Yaman.
    30.
    Sayyid Isa An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.
    31.
    Sayyid Muhammad An-Naqib. Dimakamkan di Bashrah, Iraq.
    32.
    Al-mam Ali Al-Uradhi. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
    33.
    Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
    34.
    Al-Imam Muhammad Al-Baqir. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
    35.
    Al-Imam Ali Zainal Abidin. Dimakamkan di Al-Madinah Al-Munawwarah.
    36.
    Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib. Dimakamkan di Karbala, Iraq.
    37.
    Sayyidatina Fathimah Az-Zahra’ binti Sayyidina Muhammad Rasulillah SAW. Dimakamkan di Madinah Al-Munawwarah

    Maka, dari jalur Sunan Kudus, Syekh Kholil adalah generasi ke-37 dari Rasulullah SAW.

    Jalur Sunan Ampel (garis perempuan)

    1.
    Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.
    2.
    Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
    3.
    Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.
    4.
    Kiai Abdul Karim.
    5.
    Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.
    6.
    Kiai Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.
    7.
    Nyai Tepi Sulasi (Istri Kiai Sulasi). Dimakamkan di Petapan, Trageh, Bangkalan.
    8.
    Nyai Komala. Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
    9.
    Sayyid Zainal Abidin (Sunan Cendana). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
    10.
    Sayyid Muhammad Khathib (Raden Bandardayo). Dimakamkan di Sedayu Gresik.
    11.
    Sayyid Musa (Sunan Pakuan). Dimakamkan di Dekat Gunung Muria Kudus. Dalam sebagian catatan nama Musa ini tidak tertulis.
    12.
    Sayyid Qasim (Sunan Drajat). Dimakamkan di Drajat, Paciran Lamongan.
    13.
    Sayyid Ahmad Rahmatullah (Sunan Ampel). Dimakamkan di Ampel, Surabaya.
    14.
    Sayyid Ibrahim Asmoro Tuban. Disini nasab Nyai Sulasi dan Kiai Sulasi bertemu.

    Maka, melalui jalur Sunan Ampel, Syekh Kholil adalah generasi ke-34 dari Rasulullah SAW.

    Jalur Sunan Giri (garis perempuan)

    1.
    Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.
    2.
    Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
    3.
    Kiai Hamim. Dimakamkan di Tanjung Porah, Lomaer, Bangkalan.
    4.
    Kiai Abdul Karim.
    5.
    Kiai Muharram. Dimakamkan di Banyo Ajuh, Bangkalan.
    6.
    Kiai Abdul Azhim. Dimakamkan di Tambak Agung, Sukalela, Labeng, Bangkalan.
    7.
    Nyai Tepi Sulasi (Istri Kiai Sulasi). Dimakamkan di Petapan, Trageh, Bangkalan.
    8.
    Nyai Komala. Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
    9.
    Sayyid Zainal Abidin (Sunan Cendana). Dimakamkan di Kuanyar, Bangkalan.
    10.
    Nyai Gede Kedaton (istri Sayyid Muhammad Khathib). Dimakamkan di Giri, Gresik.
    11.
    Ali Khairul Fatihi / Panembahan Kulon. Dimakamkan di Giri, Gresik.
    12.
    Sayyid Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri). Dimakamkan di Giri, Gresik.
    13.
    Maulana Ishaq. Dimakamkan di Pasai.
    14.
    Sayyid Ibrahim Asmoro Tuban. Disini nasab Nyai Gede Kedaton dan Sayyid Muhammad Khathib bertemu.
    Maka, melalui jalur Sunan Giri, Syekh Kholil adalah generasi ke-34 dari Rasulullah SAW.

    Jalur Sunan Gunung Jati (garis perepuan)

    1.
    Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.
    2.
    Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
    3.
    Nyai Khadijah (Istri Kiai Hamim). Dimakamkan di Bangkalan.
    4.
    Kiai Asror Karomah.
    5.
    Sayyid Abdullah.
    6.
    Sayyid Ali Al-Akba
    7.
    Syarifah Khadijah.
    8.
    Maulana Hasanuddin Dimakamkan di Banten.
    9.
    Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Dimakamkan di Cirebon.
    10.
    Sayyid Abdullah Umdatuddin.
    11.
    Sayyid Ali Nuruddin/Nurul Alam.
    12.
    Sayyid Husain Jamaluddin Bugis. Disini nasab Nyai Khadijah dan Kiai Hamim Kholil bertemu.

    Maka, melalui jalur Sunan Gunung Jati, Syekh Kholil adalah generasi ke-32 dari Rasulullah SAW.

    Jalur Basyaiban (garis perempuan)

    1.
    Syekh Muhammad Kholil Bangkalan.
    2.
    Kiai Abdul Lathif. Dimakamkan di Bangkalan.
    3.
    Nyai Khadijah (Istri Kiai Hamim). Dimakamkan di Bangkalan.
    4.
    Kiai Asror Karomah.
    5.
    Sayyid Abdullah.
    6.
    Sayyid Ali Al-Akbar.
    7.
    Sayyid Sulaiman. Dimakamkan di Mojo Agung, Jombang.
    8.
    Sayyid Abdurrahman (Suami Syarifah Khadijah binti Hasanuddin).
    9.
    Sayyid Umar.
    10.
    Sayyid Muhammad.
    11.
    Sayyid Abdul Wahhab.
    12.
    Sayyid Abu Bakar Basyaiban.
    13.
    Sayyid Muhammad.
    14.
    Sayyid Hasan At-Turabi.
    15.
    Sayyid Ali.
    16.
    Al-Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam.
    17.
    Sayyid Ali.
    18.
    Sayyid Muhammad Shahib Mirbat. Disini nasab keluarga Azmatkhan dan Basyaiban bertemu.

    Maka, melalui jalur Sayyid Abdurrahman Basyaiban, Syekh Kholil adalah generasi ke-32 dari Rasulullah SAW.

    apabila syekh kholil adalah kturuna ke-7 dr Sunan Gunung Jati tolong tuliskan sisilahnya secara lengkap…

    atas perhatiannya saya Ucapkan terima kasih.

  2. Ihsan Maulana mengatakan:

    Wow terima kasih atas informasinya yang sangat bermanfaat. Sungguh saya sangat berterima kasih, Bintun….

  3. fatrind mengatakan:

    seandainya aku bisa belajar kepada syaikhona kholil betapa senangnya hatiku…..!

  4. http://bing.com mengatakan:

    Your personal article, “Berziarah ke Pesarean Syeikhona
    Kholil Bangkalan | Bilik Falsafah” was in fact very well worth writing a comment on!
    Really needed to say you truly did a very good job.
    Thanks for your effort ,Rosalind

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s