Kerudung Sebagai Asesoris

Posted: Februari 15, 2010 in Awewe, Cangkruan, Fiqih, Renungan
Tag:, ,

Dulu saya masih ingat saat ada mahasiswi IAIN tidak berkerudung saat berada di kos atau saat jalan-jalan di dekat kos atau malah hanya memakai kerudung saat kuliah. Saat itu, saya ingat saya benar-benar shock saat tahu fenomena itu, sangat shock sekali. Karena bagi saya mahasiswi IAIN itu adalah prototipe seorang wanita muslimah. Dalam pikiran saya saat itu seorang mahasiswi IAIN itu harus menutup auratnya dengan memakai kerudung, harus berperilaku baik, dan harus menjaga kehormatannya di depan laki-laki serta tidak melakukan khalwat dengan lawan jenis. Karena saya punya personifikasi yang menurut saya seharusnya melekat pada seorang mahasiswi IAIN maka saya pun mengalami shock ideology saat melihat kenyataan yang berlawanan.

Saya saat itu benar-benar berpikir sebenarnya apa yang terjadi pada para mahasiswi IAIN. Sebuah pertanyaan dengan tanda tanya besar dan tidak menemukan jawabannya yang memuaskan hati hingga saya menyaksikan secara berulang-ulang apa yang etrjadi di hadapan saya, saya mempunyai seorang teman mahasiswi Universitas Bhayangkara, dia termasuk salah satu muslimah yang unik kalau boleh saya bilang. Seringkali saya lihat dia tidak memakai kerudung saat bersama saya, begitu juga saat kami berdua mengisi acara pernikahan seorang teman di Islamic Center Surabaya dia memilih tidak memakai kerudung. Tapi begitu dia juga sering saya lihat memakai kerudung bahkan ketika hanya memutuskan untuk pergi ke pasar pagi di dekat rumahnya bahkan lagi pernah suatu saat ia memakai kerudung panjang menjulur hingga menutupi paha yang memang sudah ditutupi oleh rok panjangnya. Dulu saya bingun dengan prilaku teman saya ini. Maksudnya apa orang ini, begitu pertanyaan yang ada dalam hati dan benakku saat mencoba mengerti bagaimana dia mengkonsepsikan dirinya dan busana yang ia pakai.

Di saat lain, teman saya tadi juga kadang terlihat seksi dengan baju tanpa lengan, dada sedikit terbuka, kalung mungil yang ada di dada, anting yang menggelantung indah, dan sepatu hak tinggi. Akan membuat siapa saja yang melihat tak akan percaya jika terkadang ia adalah perempuan dengan kerudung/jilbab panjang.
Saya kemudian menarik kesimpulan, ternyata kerudung atau jilbab saat ini tak bisa disamakan dengan jilbab era Orde Baru. Saat itu saya masih ingat bagaimana seseorang untuk hanya ingin memakai jilbab harus keluar dari sekolah negeri, tidak bisa menjadi PNS, mendapat diskriminasi saat mencari kerja. Saat sekarang ini kerudung/jilbab telah menjadi tren dan gaya hidup. Majalah-majalah tentang jilbab telah membanjir di seluruh pelosok negeri dan mendapat ulasan dalam majalah-majalah dan media konvensional lainnya.

Saat sekarang, jilbab telah menjelma menjadi asesoris dan hanya sekedar menjadi pilihan busana dari banyak busana yang bisa dikenakan oleh banyak orang bahkan termasuk Miyabi sekalipun. Jadi saat sekarang ini saya sudah tak heran atau shock lagi saat ada mahasiswi IAIN yang memilih tidak memakai kerudung saat ia santai di lataran kos atau jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Ah, biarlah, busana adalah hak masing-masing individu. Saya sebagai seorang pendidik agama pun kemudian hanya mempunyai pilihan, saya sampaikan yang benar menurut saya selanjutnyan terserah pribadi masing-masing. Bukan karena masalah cuek atau apatis, tapi karena saya melihat tidak ada paksaan dalam agama (la ikraha fiddin), kata Allah pada Rasul-Nya, “Innaka lan tahdi man ahbabta wa lakinnallaha yahdi man yasya’”

Iklan
Komentar
  1. Nisa berkata:

    Ehheemmm ….
    menurut penilaian saya membaca posting ini …
    cara penulisan cukup bagus . tapi lebih bagus lagi, mungkin diberi image (gambar).
    supaya para pembaca akan lebih tertarik lagi.
    sorry nih , aku baca koment yah …
    :”>

  2. Ihsan Maulana berkata:

    oke usul Nisa saya terima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s