Bermimpi Menjadi Masyarakat Lebah di Tahun Macan

Posted: Februari 18, 2010 in Cangkruan, Motivasi, pemikiran, Pitakonan, Renungan
Tag:,

Lebah adalah hewan yang menghasilkan madu. Dikenal oleh semua peradaban manusia baik yang berada di pegununangan yang memang menjadi tempat lebah, pesisir, dan gurun pasir. Al-Qur’an bahkan menjadikannya sebagai salah satu dari nama suratnya (al-anfal/lebah).

Lebah adalah hewan yang penuh dengan hikmah jika kita mau berpikir, lebah adalah contoh dari sebuah masyarakat yang ideal yang seyogyanya bisa diterapkan pada masyarakat manusia.

Cobalah lihat semuanya dari apa yang telah dicontohkan lebah pada kita. Mereka memakan saripati bunga dan tidak mau memakan selainnya sepertikotoran atau bangkai. Saripati bunga sebagai simbol kemurnian makanan lebah. Dalam Islam kita mengatakannya sebagai makanan yang halal. Berasal dari energi yang murni. Setelah apa yang mereka makan berasal dari saripati murni mereka pun tidak mengeluarkan sesuatu dari dirinya kecuali madu. Madu bisa dibuat sebagai obat, bisa juga dibuat sebagai minuman dan makan bagi manusia. Madu sangat bermanfaat bagi manusia dan hewan lain. Hal itu mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnta tak keluar dari mulut kta tak keluar dari otak dan hati kita kecuali hal-hal yang baik bagai lebah. Tutur kita menyenangkan dan bermanfaat bagi orang lain serta tidak menyakiti mereka.

Coba lihat pula bagaimana lebah bekerja, mereka membagi tugas dengan adil tanpa harus saling iri. Ada sebagian yang bertugas menjaga rumah lebah tanpa harus iri pada kawan mereka yang berjalan di antara bunga-bunga untuk mencari makan. Sebagai kepala, ratulebah bertindak menjaga koloninya tanpa mengeluh sedikitpun. Sedang mereka yang kebagian mencari makanan tidak memakannya sendirian. Mereka bawa pulang apa yang bisa dibawa pulang, mereka tak mengeluh walau harus terbang kesana kemari hanya untuk sekedar mencari saripati bunga, mereka tetap tak mau melacurkan dirinya dengan memakan kotoran yang mungkin saja lebih mudah ditemukan daripada saripati bunga yang semakin sulit ditemukan saat penebangan pohon terjadi di mana-mana dan di kota-kota bunga-bunga indah telah berubah menjadi tanaman beton yang tak bisa diserap saripatinya.

Tahun macan adalah tahun yang digambarkan dengan persaingan, kejutan-kejutan di sana sini. Siapa yang kuat akan menang dan siapa yang lemah akan dimangsa. Tapi itu tak berlaku bagi lebah. Karena bagi lebah, di tahun apapun dan di cuaca bagaimanapun mereka tetap akan hanya memakan saripati bunga tidak yang lainnya. Mereka tetap hidup tepo seliro dengan yang lain dan tidak hidup individualis seperti yang banyak tergambar pada masayarakat manusia saat sekarang ini. Semuanya bagi mereka adalah bersaudara. Yang tua melindungi yang muda dan yang muda mentaati yang tua. Indah benar menjadi masyarakat lebah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s