Muhammad, kekasihku, Sumpah Aku Rindu! (Surat Cinta Buat Nabi)

Posted: Februari 25, 2010 in cinta, pemikiran, Renungan, tasawuf
Tag:, , ,

Saat ini adalah hari kelahiranmu, semua orang bergembira menyambutnya, tapi jujur wahai Nabi, aku sedih, aku sedih karena tak bisa bertemu kau saat ini, aku sedih karena harus terus memikirkanmu, aku sedih karena saat aku ikuti contoh darimu aku dianggap tolol. Wahai Nabi aku rindu kau!

Wahai Nabi, andai boleh ku lakukan ku ingin peluk dirimu erat sekali, hingga tak ada yang memisahkan kulit kita berdua. Wahai Nabi, sekarang adalah hari kelahiranmu tapi entah kenapa yang ku ingat adalah kepergianmu, hari ini orang bergembira atas kedatanganmu tapi entah kenapa yang ku ingat adalah kenyataan bahwa engkau telah wafat. Wahai rasul aku ingin memelukmu.

Wahai Nabi aku tak meminta apapun darimu kecuali biarkan aku mencintaimu. Rasul, dulu sekali aku pernah protes pada Allah. Aku protes karena engkau mendapatkan keistimewaan dibelah dadamu oleh Malaikat atas perintah Allah. Diambil segala keburukanmu dari dalam hatimu dan itu terjadi hingga dua kali, pertama, saat engkau kecil dan menjadi anak paling disukai oleh teman-temanmu dan kedua saat kau kau memecahkan guinnes book of record menjadi satu-satunya Nabi yang dipanggil dalam keadaan hidup untuk menghadap Allah secara langsung tanpa tabir. Jujur wahai Rasul, aku gelous. Aku protes pada Allah kalau engkau dibedah dadamu oleh Allah maka seharusnyab aku pun begitu karena aku juga ingin menjadi manusia suci terbebas dari semua sifat hasad, dengki, sombong, bohong, khianat, dst. tapi sekarang aku sadar bahwa memang engkau pantas mendapatkannya karena dua hal; pertama,karena pada asal mula engkau memang telah mulia, kedua, karena engkau adalah pemimpin umat Islam sedunia. Aku sekarang juga sadar wahai Rasul, bahwa penyucian diri dari segala sifat jahat itu juga bisa dilakukan oleh siapa saja tana harus menunggu malaikat Jibril datang pada kita, yaitu dengan cara menahan semua keburukan yang mungkin muncul dan mengisinya dengan lembaran-lembaran kebaikan baik dari hati, otak hingga prilaku kita. Mungkin sifat buruk tidak akan pernah keluar tapi setidaknya kita telah mengamputasinya dan melumpuhkannya sehingga ia tak bisa berbuat apa-apa.

Wahai kekasih di atas kekasihku, jika memang aku masuk surga ada dua wajah yang ingin ku lihat pertama kali. Pertama, wajah-Nya karena aku benar-benar penasaran atas Pencipta yang maha baik itu. Kedua, kau. Ya wajahmu yang ingin kulihat sambil menyangga tangan sedang mataku masih terus menatapmu. Jika kemudian ada istriku datang dan mengucap salam maka akan kukatakan padanya tanpa mengalihkan pandanganku padamu, “sebentar dulu sayang. Aku masih melihat wajah yang seumur hidupku di dunia sangat ku rindukan”. Jika ada malaikat datang menawarkan buah-buahan surga atau sate surga (jika memang ada), akan ku katakan padanya, “taruh saja dulu karena aku tak letih memandang Rasul yang paling ku cintai”. Tapi jika masuk neraka (walau aku tak kan mungkin kuat di sana dan semoga aku diselamatkan darinya), aku mungkin harus pasrah karena aku adalah milik Allah, Tuhan kita, tapi pintaku pada Allah, “Tuhan, ijinkan aku memandang wajah-Mu, penciptaku yang telah memanjakan aku di dunia dan ijinkan aku memandang pujaan hatiku Muhammad sang Rasul”.

Muhammad, aku rindu. Tak peduli apa kata orang aku tetap rindu. Kata D Masiv, “aku rindu setengah mati”. Nabi, agar rinduku padamu sedikit terobati, aku ingin berkunjung ke pusaramu untuk mengenang bahwa jasad orang yang ku cintai ada di sana.

Iklan
Komentar
  1. yuni berkata:

    jika engkau cinta maka ikutilah sunnahnya
    jika engkau rindu maka istiqomahlah mengikuti jalannya

    sedahkah engkau merutinkan dhuha 4 rakaat, seperti yang dia lakukan.
    sudahkah engkau berdiri lama di sholat2 laylmu?
    sudahkah engkau berpuasa senin kamis?
    sudahkan engkau makan disaat engkau lapar dan berhenti sebelum kenyang?
    sudahkah engkau tidak tidur ba’da shubuh dan tidur sbentar diwaktu siang?

    jika engkau cinta, dia bukan retorika
    jika engkau rindu, bersegeralah menirunya

    Laa HAwla wa laa quwwata illa billah, semoga alloh memberi kekuatan kpd qt untuk bisa mencintainya, sebenar-benar cinta

    • dery berkata:

      Apakah semua pertanyaan di atas sudah anda kerjakan juga ?, Apakah bila salah satu di atas tidak di kerjakan maka Rosullulloh akan membencinya ?, Apakah yang diatas tersebut perlu di jawab ?. Bila si pulan rindu berarti si pulan merasakan begitu sayangnya Rosullulloh kepada umatnya. Coba bayangkan di masa sekarang dimana tidak ketemu Rosullulloh tp merasa rindu kepada Beliau. Luaaaaar biasa Tetap Subur lah kerinduan kepada Rosullulloh di hati Kang Ihsan.

      • RAHMA berkata:

        Yaelah kenapa pada pake urat deh komen di blog aja. DRAMA! slow aja si mas Dery.
        ngedosa dosain badan aja, punya hati ngegerumet, mbak yuni jg gak ngomen buat sampeyan kok.

  2. Ihsan Maulana berkata:

    Terima kasih Dery atas pembelaannya. Tapi sepertinya apa yang dikatakan Yuni walau terkesan menggurui tapi Yunia ada benarnya. Yuni berbicara dengan bahasa “jilbab” dan saya berbicara dengan bahasa hati. tapi tak perlu dipertentangkan. Taoi untuk Yuni perlu diketahui bahwa pecinta mempunyai caranya sendiri-sendiri untuk mengungkapkan rasa cinta dan jalan menuju ke yang dicinta. Sungguh saya masih kalah jauh dari Yuni yang telah bisa meniru Rasul dan melaksanakan sunnah-nya, saya juga kalah dengan Dery yang mencinta dengan ketulusan dan tanpa koma di belakangnya

    • RAHMA berkata:

      Mas Ikhsan, komennya ceritanya mau rendah diri tapi maksudnya menginjak harga diri orang lain itu gak baik loh.

      lagi toh, saya baca isi blog ini aneh, cinta sama rosul kok sampeyan publikasi ke blog toh? ngirimin aja al-fatiha, kalo niatnya suci pakai cinta niscaya nyampe kok, di banding nulis di blog. toh nabi juga gak pnya blog gitu loh buat baca tulisan ini. heehe

      Kecuali kl tulisan ini buat kepentingan ikut ajang lomba. yo gpp saya maklumi biarpun terkesan Riya:)))

  3. teguh lazuardi parazi berkata:

    Ketika hati mendapatkan kedamaian dengan yang dicintai, mana mungkin ia menghendaki lainnya? Sekali bunga teratai dibelai kehangatan matahari, akankah ia menginginkan rembulan? Ketika jiwa dahaga akan seteguk air jernih, tak ada gunanya gula.

    lanjutkan kawan…

    awali dari cinta…

    Ketika kau mencapai hakikat, masihkah kau menginginkan bentuk? Jika kau sudah mereguk air kehidupan, masihkah kau membutuhkan gelas untuk menampungnya

    alfu salam… alfu salam….alfu salam ya syarifil maqam…. ♥ ♥ ♥

    lazuardi_x@yahoo.com

  4. Ihsan Maulana berkata:

    Jalan-jalan sepi sang pecinta
    tetaplah ia lebih menyenangkan daripada keramaian yang penuh dengan batasan-batasan,
    saat hati terangkat tinggi, tubuhpun ikut bersamanya,
    Mungkin aku tak indah seperti pualam,
    tak pula jernih sejernih air zam-zam
    tapi semoga kepekatan air mata ini menjadi saksi bahwa aku benar-benar merindumu wahai Muhammadku.
    Terima kasih Mas Teguh. alfas salam, alfas salam alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuhu

  5. Ihsan Maulana berkata:

    Rahma: maaf, tapi cinta mempunyai banyak media

  6. ali mustofa berkata:

    Apbila kta mncintai allah….blum tentu kta mncintai kekasihnya (Nabi Muhamad), tpi klu kta mncintai Nabi Muhamad itu sudh psti kta sma dngan mncitai allah…..(ngendikane habib syech)…..subkhanallah….sungguh ajib bgt

    Salam Bagimu, Ya Rasullullah…
    Salam bagimu Duhai kekasih Allah…..
    Allahumma Sholli Ala syaidina Muhamad………

  7. Dodit Suprianto berkata:

    Semoga mas Ihsan, saya dan semua umat Islam kelak berjumpa dengan beliau. Nabi paling penyayang dengan umatnya di dunia maupun di hari pembalasan, nabi paling care dengan umatnya,Subhanlloh. Saya juga rindu….rindu sekali dengan beliau….#ingin menangis.

  8. Ya Rasulullah
    Izinkan sanubariku dipenuhi rasa rindu kepada mu…
    Agar q tingkatkn iman dg sunahmu
    Meski terkadang q lalai dg kewajiban ku
    Izinkan q berjumpa dgmu

  9. Allahuma sholi ala Muhammad berkata:

    Allahuma sholli ala muhammad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s