Rencana Gila

Posted: Juli 30, 2010 in Awewe, Cangkruan, cinta, pemikiran, Pitakonan, Renungan, Sosial Kemasyarakatan
Tag:, , ,

Beberapa cewek cantik yang aku kenal di Surabaya hamil di luar nikah. Bagi masyarakat Surabaya hal ini bukanlah berita besar walau bagi saya hal ini tetaplah sesuatu yang menyedihkan. Pertanyaan berkembang pada bagaimana mereka bisa hamil, padahal mereka sudah tahu secara teori untuk mencegah kehamilan. Semisal dengan memakai kondom atau sperma dikeluarkan di luar rahim. Pertanyaan ini terpendam beberapa lama di benak penulis. Hingga pada suatu hari pada tahun 2007, seorang pemuda kenalan penulis bercerita bahwa pacarnya minta putus setelah sekian lama mereka merenda pacaran. Padahal banyak duit telah digelontorkan bagi sang pacar. Dan menurut pengakuannya, ia seringkali melakukan hal yang sebenarnya hanya boleh dilakukan oleh suami-istri (na’udhubillahi min dhalik). Berdasar hal itu, kemudian ia menyusun rencana jahat yaitu menghamili sang pacar agar tidak bisa putus darinya. Siasat pun disusun, saat rumah sang pacar sedang sepi, ia pun melancarkan aksinya dan benar saja mereka kembali melakukan hubungan seksual dan sperma lelaki tadi dikeluarkan di dalam rahim. Dan benar juga setelah beberapa bulan tidak bertemu, tiba-tiba saja ia memberikan undangan pernikahan. Agak terkaget saya dibuatnya. Dan benar saja, saat saya datang, sang pacar telah mengandung selama tiga bulan. Alamak, padahal sang pacar baru saja lulus SMP.

Kejadian itu terjadi lagi pada teman cewek saya, primadona kampung di Surabaya. Secara, fisik ia adalah yang tercantik pada tataran para gadis. Cowoknya pun tidak hanya satu, tapi dua hingga tiga, hampir semua tempat rekreasi di Jawa Timur pernah ia datangi (tentu saja dengan duit si cowok), hp juga sering gonta-ganti. Setahu saya yang cowok yang sangat serius dan sangat lama menjalin hubungan dengannya adalah orang yang secara umur terpaut sepuluh tahun darinya dan itu berarti terpaut dua atau tiga tahun di atas saya. Dan tiba-tiba saja saya kaget saat si primadona kampung itu hamil tiga bulan. Kembang kampung itu layu dan benar saja pelakunya adalah pacarnya yang paling lama dan secara umur terpaut sepuluh tahun. Maka resepsi pun di adakan saat kehamilan telah mencapai empat bulan. Dan konon, hal itu sengaja dilakukan oleh sang cowok karena si cewek ada indikasi berpaling ke lain hati padahal si cowok sudah habis jutaan rupiah untuk si kembang kampung. Maka disusunlah skenario untuk membuntingi sang cewek.

Setelah saya telisik atas beberapa kasus yang lalu-lalu, ada indikasi yang sama. Si cewek berniat just have fun sedangkan si cowok sudah terlanjur jatuh hati. Maka yang terjadi adalah skenario penjebakan secara social biologis dengan cara sengaja mengeluarkan sperma di dalam rahim.

Menilik dari hal ini, maka sebenarnya pendidikan seks ala barat hampir tidak ada gunanya karena sebenarnya para pemuda-pemudi kita sudah membekali potensi seksualnya dari teman, media, dan internet. Agak gila tapi inilah yang terjadi.

Memang tidak bisa dijeneralisir bahwa kasus kehamilan di luar nikah selalu disebabkan oleh hal di atas. Beberapa di antaranya adalah murni “kecelakaan”. Tapi jujur penulis hampir tidak percaya dengan istilah “kecelakaan” murni ini karena hampir sulit juga terjadi pembuahan pada waktu pertama kali membuat. Biasanya pembuahan terjadi setelah berepa kali “test drive”. Walaupun secara kedokteran pembuahan pada hubungan pertama kali juga dimungkinkan. Tapi menurut mereka yang pernah melakukan hubungan seksual. Biasanya terjadi satu hal yang pasti pada diri si cowok dan si cewek saat berhubungan seksual pertama kalinya. Untuk si cowok biasanya akan mudah keluar atau semacam ejakulasi dini dan untuk si cewek akan merasakan sakit dan baru bisa merasakan kenikmatan setelah hubungan yang kedua dan seterusnya.

Setidaknya dari uraian di atas, ada beberapa hal yang bisa kita petik. Pertama, janganlah Anda mempermainkn laki-laki jika tidak ingin terjebak dengan permainan Anda sendiri. Harus diakui secara jujur kalau para lelaki lebih bisa menyusun taktik dibanding perempuan kecuali si lelaki telah ditumpulkan pikiranya dengan bahasa cinta. Kedua, bagi kaum pendidik, pendidikan seks secra jeneral tidak lagi cukup tapi juga harus ditanamkan mental seks agama (kisi-kisinya saya punya). Ketiga, bagi para pemuda-pemudi lebih baik Anda mengatakan no sex before married kepada siapapun dengan alasan apapun. Semoga bermanfaat.

Iklan
Komentar
  1. rony berkata:

    setuju, cong…!
    mmg, skdar pndidikn sex aj gk cukup. tp yg paling pnting adalh mmpertebal keagamaan (iman) mereka agr tdk trjdi hal-hal yg “diinginkan”…
    tp aq mnangkap sebuah keegoisan dalam tulisan itu. dmn kaum lelaki seakan-akan tidak disalahkan (walau disalahkan masih trlampau general dan trlalu sedikit prosentasinya) dan tampak bhwa perempuan-lah yg mnjdi biang permasalahan…
    kita seakan-akan menutup mata akan peran hati dan perasaan dalam mnjalin sebuah hubungan…kbanyakan sekarang ini segala sesuatu diukur dengan materi..padhal tidak semua bisa dibeli oleh materi. yang terpenting adalah dasar seseorang dalam mnjalin sebuah hubungan pun patut dikaji ulang..
    maka aq pribadi berkesimpulan bahwa hubungan (pacaran) bila trlalu lama malah menimbulkan fitnah dan mudhorot..aq yakin, ente dewe juga merasakan hal itu,kan?! hahahahha……!!!!
    Undangane nek ente merit yo ojo lali…masio aq gk isok teko,tp nek dikabari kan aq isok ndunga’no…mugo2 dadi klrga sing sakinah, mawaddah,rahmah wa amanah… bukan begitu, conk?!?!?!?

  2. Ihsan Maulana berkata:

    Terima kasih, Ron. Wah ente ini benar-benar hebat. 🙂
    Aku juga belum tahu kapan merid. Jika entar merid insyaallah saya kabari. seng penting ono mempelaine, hahaha

  3. yoyon berkata:

    salam kenal,,berbagi ilmu gratis di blogku,,semoga blog ini bermanfaat,,kunjung balik yach

  4. Ihsan Maulana berkata:

    Oke, terima kasih ya yoyon

  5. qiqi berkata:

    klo cuma mengatakan no sex before maried mah dah banyak dan sering,pastinya ga bakal cukup…pa lagi personal mengerti/mempelajari dunia dewasa tanpa pembimbing,,,,lebih pasti ga bakal bisa nahan hasrat….pa lagi yg merasa hidupnya terkekang, setelah mereka merasakan kebesan personal mereka lebih ingin mengeksplor diri mereka…….itu menurut saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s