Ngaji Logika Tuhan

Posted: Agustus 24, 2010 in Cangkruan, filsafat, Kitabe Cak, pemikiran, Renungan, Tafsir, tasawuf
Tag:, , ,

“Alaysa dhaalika biqaadirin ‘alaa an yuhyiya al-mawtaa (QS:75:40)”

Itu kata Tuhan dalam al-Qur’an penutup surat al-Qiyaamah, yang artinya begini “Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati.” Atau dalam arti bebasnya dalam narasi orang Surabaya mungkin terjemahan bebasnya jadi seperti ini, “ Kalau aku menciptakanmu dari gak ada apa-apa saja aku bisa, tentu menghidupkanmu kembali adalah lebih mudah bagiku.” Atau dalam bahasa medok Surabaya akan jadi seperti ini, “Lek aku nggawe awakmu teko gak ono ae iso opo mane saiki. Aku wes nduwe blue print-ne awakmu seng ono nang setiap sel awakmu, lah yo lebih gempil bos!”. Surat al-Qiyaamah atau dalam bahasa Indonesianya disebut sebagai kiamat yang berarti the end of the day, memiliki 40 ayat dan tergolong dalam jajaran surat-surat Makkiyah atau surat yang diturunkan sebelum Nabi bermigrasi ke Yastrib (nama asal dari Madinah al-Munawwarah).

Salah satu ciri surat ini adalah mencoba mendebat (jadalah) sanggahan-sanggahan para penentang hari kebangkitan (yawm al-ba’tsi) yaitu kaum musyrikin Mekkah atau seringkali disebut Kafir Quraish karena dominasi pemuka-pemuka Quraish dalam menentang kenabian Gus Muhammad SAW. Dalam bahasa kita mungkin Tuhan mau kirim pesan begini, “Oke, kalau ente gak mau mengakui hari kebangkitan karena menurutmu gak masuk akal. Fine, kita buktikan hal itu. Aku tantang cara berpikirmu!”. Tuhan memulai dengan penyangkalan manusia atas kiamat dan sikap tidak percayanya pad hari kebangkitan. Tuhan berkata, “ Menungso iku ngiro awak dewe gak iso ngorepno balong-balong sisa-sisa lek awakmu mati iku tah?- Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpilkan (kembali) tulang belulangnya (3)” terus Tuhan melanjutkan dengn berkata, “Ojo mane iku! Jerijimu iku lho tak susun mane dengan perfect.- (bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna (4)”.

Kemudian Tuhan mulai menjelaskan hari kiamat dengan simbol-simbol yang paling sederhana bagi orang yang mau berpikir yang bisa dimengerti oleh manusia yang menggambarkan keadaan pada saat itu. Penjelasan Tuhan ini tentu mengalami interpretasi tersendiri (tafsir) misalnya Tuhan menyebutkan saat kiamat terjadi mata manusia terbelalak, bulan kehilangan cahaya dan matahari bulan dikumpulkan (jumi’a al-syamsu wa al-qamar) kemudian mereka kalang kabut berlarian mencari tempat bersembunyi. Atas hal ini masing-masing orang akan berpikir dengan imajinasinya. Kalau orang dulu karena tidak ada contoh kongkrit mungkin hanya bisa percaya hingga taraf <em>ilmu al-yaqin, yaitu tahu dan yakin. Kalau kita umat manusia saat sekarang ini lebih beruntung lewat penguasaan kita pada ilmu pengetahuan dan terjadinya gelombang tsunami kemarin saat mata manusia terbelalak dan berlarian tak tentu arah mencari tempat berlindung. Jadi sebenarnya saat ini kita bisa mencapai pada taraf ‘aynul yaqin karena telah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kedahsyatan tsunami. Kita bisa membayangkan jika tsunami saja bisa kalang kabut seperti itu apalagi jika hari akhir telah tiba. Wuih, tentu tidak terperikan bagaimana dahyatnya saat itu (tapi walaupun dahsyat saya tak mau mengalaminya).

Kalau dulu, saat Allah bilang bulan kehilangan cahaya mungkin perumpamaannya seperti lampu yang teplok yang ditiup mati, “fuhh”. Tapi sekarang tidak. Bulan bisa jadi kehilangan cahayanya karena ia berada dalam garis sejajar dengan matahari atau gerhana bulan. Ini juga bisa berarti bahwa hari kiamat akan terjadi pada saat gerhana matahari dan dan kiamat akan terjadi pada siang hari. Tapi ayat ke 8-9 itu bisa pula nanti saat kiamat terjadi bulan akan keluar dari orbitnya dan akan membentur matahari. Saat itu paling tidak, akan terjadi kekacauan orbit tata surya. Dan setelah hancur “Duarr!” maka kehidupan dunia pun berakhir dan kita telah beralih ke alam akhirat. Seperti kata pepatah, “Setiap kisah akan ada akhirnya, tapi dalam kehidupan, akhir suatu kisah berarti awal dari kisah yang lain.”

Tak cukup dengan itu Allah ngetrek-ngetrek logika unbeliever the end day. Tapi juga mengingatkan awal kali kejadian mereka yang terbuat nutfah (sperma) yang ditumpahkan ke dalam rahim yang darinya Allah kemudian menciptakan manusia yang menurut persentasi Allah sendiri diciptakan dalam bentuk paling bagus. Jika dari tidak apa-apa saja Tuhan bisa menjadikanmu seperti saat sekarang ini lalu bagaimana tidak mungkin bagi Tuhan untuk menciptakanmu kembali dari sisa-sisa kejadianmu yang lalu. Orang Surabaya tentu langsung sepakat, “Yo luwih gempil, cak– ya lebih mudah-“.

Itu adalah salah satu logika Tuhan yang indah sekaligus menggetarkan dalam mendebat ke-ingkar-an manusia atas risalah-risalah yang dititipkan pada utusan-Nya. Wallahu ‘a’lam.

Iklan
Komentar
  1. pondokhati berkata:

    sangat menambah pengetahuan…

  2. Ihsan Maulana berkata:

    Terima kasih pondok hati, semoga bermanfaat

  3. JAJANGJAMALUDIN berkata:

    ada gitu logika tuhan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s