Perek itu Perez (Bag. I)

Posted: November 29, 2010 in Awewe, Cangkruan, cinta, Motivasi, Renungan
Tag:, , , ,

Perek (perempuan ekslusif) atau yang biasa kita kenal dengan cewek cabutan kelas atas atau yang biasa kita tahu sebagai mereka yang menerapkan tarif 400-1.000 per kencan sangat banyak berkeliaran di kota-kota metropolitan termasuk kota Surabaya. Tak sulit menemukannya, tinggal kontak agency atau perantaranya atau yang biasa disebut sebagai “joki” maka mereka akan siap datang (tentu dengan kesepakatan harga). Tapi bukan itu yang akan jadi rasanan saya kali ini. Tapi lebih pada gaya hidup mereka yang harus dibayar mahal dan mulut manisnya yang mengandung bisa di sisi lain.

Kita mulai dari yang terakhir saja, yaitu mulut manis yang mengandung bisa yang telah merenggut banyak iman lelaki dan merenggut para suami dari tempat tidur istrinya. Untuk melakukan hal ini, biasanya hal pertama yang akan mereka lakukan adalah memberikan apa mau Anda dengan seni tinggi. Anda akan dibuat terlena dan terbang ke langit nirwana. Dalam satu kesempatan Anda akan dibuat kelepek-kelepek, lewat rayuan, cumbuan, hingga goyangannya yang yahut tapi tetap dengan intelegensia tinggi. “Wow, hebat man!” begitu kata seorang teman. Nah, jika cara ini berhasil, biasanya Anda akan mencarinya untuk kedua kalinya. Setelah itu mulailah dia menjebak Anda dalam ketergantungan yang sengaja dikonstruksikan kepada pikiran Anda. Jika sudah demikian apapun yang ia minta akan Anda berikan. Karena mereka tahu bagaimana cara mematikan akal Anda dan membuat emosi Anda yang berbicara atau mungkin lebih tepat adalah seks dan cinta. Jika sudah begitu, ia tinggal saja memainkan Anda seperti yoyo.

Yang kedua dan ini merupakan keprihatinan saya terhadap teman-teman saya yang terjebak dalam dunia perek. Mereka biasa menerima uang sekitar 2000 (hitungan ini mengikuti wacana redomonasi rupiah :))per minggu dengan asumsi ada tiga customer dalam seminggu yang per customernya adalah 750-an. Untuk uang kos saja mereka akan mengeluarkan uang 1.500 perbulannya, sedang untuk biaya dugem sebagai ajang mereka agar tetap ngorbit mereka akan mengeluarkan uang 500 sekali dugem. Jika seminggu mereka dugem hanya dua kali setidaknya mereka akan mengeluarkan uang 1000 perminggu atau 4000 per bulan. Dan untuk makan mereka akan mengeluarkan sekitar 50 per hari atau 1.500 per bulan. Berarti pengeluaran mereka mencapai 7000 perbulan. Itu belum termasuk biaya shooping. Jika pendapatan mereka per minggu adalah 2000 maka mereka akan hanya mendapatkan 8000 satu bulannya dan itu berarti tinggal 1000 saja uang tersisa. Arti lain, mereka akan sulit menjadi kaya dengan hanya menjadi perek. Lalu kenapa di judul tulisan ini saya beri nama perek itu perez, tak lain karena seringkali yang mereka nyatakan adalah kamuflase dan kebohongan belaka. Terutama kalau sudah menyangkut cinta, uang dan laki-laki. Yang ada dalam pikiran meraka adalah ada uang abang disayang tak ada uang abang ditendang (yah walaupun mereka juga bisa jatuh cinta dan menjadi alat pencari uang bagi orang yang dicintanya). Tapi paling tidak, jika yang di rumah ada dan setia menunggu Anda, lebih baik optimalisasi yang ada di rumah saja. Lebih safety, lebih tentram ke hati.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s