Generasi yang Teronani

Posted: November 24, 2011 in Cangkruan, pemikiran, Pitakonan, Renungan
Tag:, ,

Kenapa anak-anak sekarang jauh lebih dewasa secara psikologis dibanding umurnya? Jawabnya ada tiga. Pertama, anak-anak dipaksa hidup dengan bahasa dan gaya hidup orang dewasa. Kedua, lingkungan. Ketiga, teknologi.

Pertama, anak-anak dipaksa hidup dengan bahasa dan gaya hidup orang dewasa. Ada banyak uraian akan hal ini. Salah satu di antaranya adalah tidak adanya lagu anak-anak yang bertemakan kejenakaan dan bertemakan dunia anak-anak. Anak sekarang mulai usia sebelum sekolah sudah dipaksa membiasakan diri mendengarkan lagu-lagu dewasa yang celakanya lagi adalah rata-rata lagu dewasa itu bertemakan cinta pada lawan jenis, yang secara psikologis masih belum layak menjadi konsumsi anak-anak. Sehingga, anak-anak kecil sekarang ini sudah terbiasa mendengar kata pacar, cinta, dan hal-hal yang berhubungan dengan ikatan dewasa tersebut.

Kedua, lingkungan. Ya, lingkungan-lah yang paling bertanggung jawab atas teronaninya anak-anak kita hingga menjadi dewasa sebelum waktunya. Bagaimana tidak, saat sekarang ini, para orang dewasa secara sadar atau tidak mengajari anak-anaknya untuk berpacaran. Saat ada teman lawan jenisnya datang ke rumah, biasanya sang ibu atau ayah akan pergi meninggalkan mereka berdua. Belum lagi lingkungan sekitar yang menunjukkan bagaimana muda-mudi yang berlalu lalang dengan pasangannya masing-masing dan menjadi pemandangan lumrah bagi anak-anak yang sedang asyik bermain. Suatu ketika saya kaget saat bertanya pada anak kelas dua SD. “apakah kamu sudah punya pacar?” dia menjawab, ”sudah”. Kemudian saya bertanya lagi, “apa pacar itu?” anak tadi menjawan, “ya itu kak, gandengan tangan, ngasih hadiah dan cup-cup-an”. Jujur, kontan saat itu saya kaget mendengar jawaban yang sangat dewasa itu. Apalagi saat saya bertanya, “punya berapa pacar?” anak tadi menjawan, “dua”. Hah, saat itu saya lebih kaget lagi, hingga saya tertarik untuk bertanya lebih lanjut, “kenapa sampai punya dua?”, anak tadi menjawab, “enak biar dapat banyak hadiah”.

Ketiga, teknologi. Harus diakui teknologi mengambil peran penting terhadap hal ini. Dulu untuk mendapatkan konten pornografi kita harus bersusah payah mendapatkannya. Sekarang tinggal download atau bluetooth saja. Dan parahnya lagi, hp anak-anak sudah sangat memungkinkan untuk menyimpan, menonton, bahkan hingga membuat atau menyebarkan. Akhirnya seringkali terjadi bisi-bisik di kalangan anak-anak lebih keras dan kencang dibanding bisik-bisik pada orang dewasa.

Lalu apa urgensinya saya membahas hal ini. Toh, mungkin saja Anda akan berkata bahwa itu adalah hak mereka. Yang saya temukan saat sekarang ini adalah kenyataan beberapa anak sekolah yang harus mengalami MBA (Married By Accident) atau dengan kata lain, kesempatan mereka untuk mengoptimalisasi dirinya dalam dunia pendidikan harus berakhir hanya gara-gara hamil duluan. Atau jika tidak demikian, maka persoalan-persoalan yang berkenaan dengan hal tersebut menjadi sangat sulit untuk dijelaskan atau mungkin juga menjadi sulit untuk dipecahkan. Akhirnya konsentrasi anak-anak yang semestinya pada pelajaran malah tersedot persoalan asmara-asmaraan tersebut. Semoga ini menjadi PR kita bersama. Wallahu a’lam!

Iklan
Komentar
  1. Bashori berkata:

    Terus bagaimana dong cara melindungi anak-anak kita dari dampak negatif hal-hal yang mas sebutkan di atas?

    • ihsan maulana berkata:

      setidaknya ada beberapa tindakan yang bisa kita lakukan. 1. sesuaikan konten dengan umur anak kita. 2. internalisasi nilai nilai. 3. arahkan pada lingkungan yang benar. 4. pengawasan orang tua. semoga ini bisa membantu kita dalam mendidik anak anak kita menjadi manusia yang seutuhnya. amin

  2. Mochamad Yusuf berkata:

    Sudut pandang yang menarik.
    Bagi saya, yang sudah orang tua, kadang ngeri dengan gaya pergaulan saat ini.
    Tak tahu harus bagaimana…

  3. hoshiworld berkata:

    Sangat menarik. Anak-anak SD jaman sekarang kenapa hamil duluan? Aib masyarakat bikin malu ortu+kampung

  4. sukma berkata:

    saya turut prihatin dengan hal ini

  5. dina fitria berkata:

    beri perhatian bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s