Syarat Poligami

Posted: April 12, 2013 in Awewe, Cangkruan, cinta, Fiqih, Kitabe Cak, pemikiran
Tag:,

Syarat Poligami

Dulu, saya adalah pendukung monogami (beristri satu) dengan berbagai sebab dan alasannya. Kemudian setelah beberapa lama bergelut dengan pelaku poligami (beristri lebih dari satu), saya kemudian terpengaruh oleh gaya provokatif pelaku ini. Ungkapan bahwa kata mastna dalam al-Qur’an disebut terlebih dahulu menurut kaum pelaku poligami ini menandakan bahwa mastna lebih utama dibanding satu. Saat itupun secara diam-diam saya menyatakan setuju atas hal ini. Hingga suatu hari saya terlibat dalam sebuah diskusi santai setelah selesai mengajar, saat itu beberapa dosen sedang rehat untuk menuju jam kuliah kedua. Di sela-sela istirahat itu, para teman-teman kemudian membahas masalah Eyang Subur yang saat itu mewarnai hampir setiap hari televisi kita. Saat itu seorang habib, dhurriyah (anak keturunan) Rasulullah, yang sekaligus menjadi kawan saya di kampus tempat saya mengajar itu melontarkan peringatan menarik tentang poligami. Beliau menyampaikan bahwa poligami dalam Islam itu bukan tanpa syarat. Terdapat dua syarat bagi mereka yang ingin melakukan poligami. Pertama, al-‘adlu fil bayat (adil dalam masalah menginap). Kedua, al-‘adlu fil qismah (adil dalam masalah uang belanja). Bahkan beliau menyampaikan bahwa saat Rasul sakit di penghujung umur dan ia ada salah satu rumah istrinya yang lain selain Asiyah. Beliau tak berani untuk pindah dan menginap di rumah Asiyah. Akan tetapi karena kesehatannya yang terus menurun, beliaupun meminta ijin agar bisa dirawat di rumah Asiyah. Kemudian istri Nabi tadi mengijinkannyannya.

Merujuk pada dua syarat dan cerita di atas, saya kemudian menjadi sadar bahwa berat sebenarnya untuk melakukan poligami. Jika merujuk pada hal ini, maka kebanyakan pelaku poligami di Indonesia berdosa karena rata-rata tidak adil dalam memenuhi dua syarat di atas.

Sebagai missal, seorang suami yang punya istri resmi dan istri simpanan misalnya, seringkali setiap malamnya menginap di istri resminya, baru kalau ada kesempatan ia akan menginap di istri simpanannya. Seorang suami yang memiliki dua istri sah misalnya, ia akan lebih condong untuk memperhatikan istri mudanya dan menomorduakan istri tuanya. Hal itu baru pada hal menginap, belum lagi dalam masalah uang belanja.

Jika merunut pada syarat itu, maka saya berpikir bahwa saya hingga saat ini belum akan bisa adil jika dihadapkan pada pilihan berpoligami. Saya tak akan adil dalam masalah menginap karena tentu akan sulit membagi malam di antara dua istri. Selain itu, tak mungkin adil dalam masalah uang belanja karena untuk uang belanja satu orang istri saja hanya cukup dimakan sehari-hari. Maka saya kemudian memilih untuk berpegangan pada sebuah hadis aw kama qala, al-bud’u wahidun (vagina itu sama saja). Wajah perempuan boleh beda tapi ya intinya dari berhubungan seksual itu ya hanya itu saja, baynal hasafah wal faraj. Maka pesan saya, bagi Anda yang berpikir akan berpoligami, pikirkanlah kedua syarat di atas. Bagi Anda yang sudah terlanjur berpoligami sebaiknya Anda berusaha untuk memenuhi dua indicator keadilan tersebut. Wallahu a’lam

Iklan
Komentar
  1. syaifur02 berkata:

    poligami sah, asalkan memilih calon istri yang lebih tua dari istri sekarang. naaahhhh itu baru ikut sunnah Rasulullah, tapi tetap lebelnya “istri muda “

  2. Ihsan Maulana berkata:

    ya gak begitu juga. Ingat Siti Aisyah itu bukan istri pertama

  3. lukmanromadhoni berkata:

    Asslmkm…wrwb

    Penjelasan tentang poligami memang tercantum dalam Alqur’an dan Hadist
    dicontohkan juga oleh Rosululloh Muhammad SAW dan para sahabat

    Tapi…ROSUL JUGA MEMBERI CONTOH MELARANG POLIGAMI, ketika beliau melarang
    putrinya Fatimah RA untuk dipoligami ketika Ali Bin Abi Tholib hendak menikah lagi….mungkin beliau tahu bahwa poligami walaupun sesuai syariat namun juga bisa membuat wanita menderita….sehingga tidak rela putrinya
    dipoligami. Wallohua’lam

    Dan……

    “laki2 jaman sekarang biasanya mati2an menentang atau setidaknya berusaha menutup2i fakta ini dengan berbagai alasan dan dalih”

    Berdasarkan sensus penduduk 2000 dan 2010 ternyata justru JUMLAH PRIA DI INDONESIA LEBIH BANYAK DARI WANITANYA.

    Begitu juga dengan data2 negara2 di dunia (CIA, Bank Dunia, dll)
    ternyata jumlah pria juga lebih banyak dari wanitanya (terutama untuk
    China, India, dan negara-negara di semenanjung Arab)

    Yup jumlah wanita memang sangat melimpah tapi di usia di atas 65 tahun,
    mauu?? hehehe….kalo ngebet, silakan berpoligami dengan golongan wanita
    di usia ini.

    Coba dehh cek di data resmi BPS dan masing2 pemda atau coba klik di:

    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=40&notab=1

    http://sp2010.bps.go.id/

    http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=211&limit=1&limitstart=2

    http://nasional.kompas.com/read/2011/09/19/10594911/Jumlah.Penduduk.Indonesia.259.Juta

    http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4

    http://www.census.gov/population/international/data/worldpop/tool_population.php

    http://health.detik.com/read/2011/10/28/164741/1755096/763/negara-yang-jumlah-prianya-lebih-banyak-bisa-berbahaya?l993306763

    http://nasional.kompas.com/read/2010/08/16/20585145/Siapa.Bilang.Wanita.Lebih.Banyak-8

    berdasarkan hasil sensus tersebut kira2 apa ya solusi dari kelebihan pria ini?

    masih tetap POLIGAMI? bukannya itu malah akan semakin “merampas”
    kesempatan bujangan pria lain untuk dapat menikah?

    perkiraan dan anggapan selama ini “turun temurun” yang selalu dijadikan
    senjata bagi pria yang ngebet ingin berpoligami bahwa jumlah wanita jauh
    berlipat lipat di atas pria ternyata adalah SALAH BESAR

    Hasil Sensus Penduduk 2010 berdasar jenis kelamin perpropinsi

    Kode, Provinsi, Laki-laki, Perempuan, Total Penduduk

    (1), (2), (3), (4), (5),

    1 Aceh, 2 248 952, 2 245 458, 4 494 410

    2 Sumatera Utara, 6 483 354, 6 498 850, 12 982 204

    3 Sumatera Barat, 2 404 377, 2 442 532, 4 846 909

    4 Riau, 2 853 168, 2 685 199, 5 538 367

    5 Jambi, 1 581 110, 1 511 155, 3 092 265

    6 Sumatera Selatan, 3 792 647, 3 657 747, 7 450 394

    7 Bengkulu, 877 159, 838 359, 1 715 518

    8 Lampung, 3 916 622, 3 691 783, 7 608 405

    9 Bangka Belitung , 635 094, 588 202, 1 223 296

    10 Kepulauan Riau, 862 144, 817 019, 1 679 163

    11 DKI Jakarta, 4 870 938, 4 736 849, 9 607 787

    12 Jawa Barat, 21 907 040, 21 146 692, 43 053 732

    13 Jawa Tengah, 16 091 112, 16 291 545, 32 382 657

    14 DI Yogyakarta, 1 708 910, 1 748 581, 3 457 491

    15 Jawa Timur, 18 503 516, 18 973 241, 37 476 757

    16 Banten, 5 439 148, 5 193 018, 10 632 166

    17 Bali, 1 961 348, 1 929 409, 3 890 757

    18 Nusa Tenggara Barat, 2 183 646, 2 316 566, 4 500 212

    19 Nusa Tenggara Timur, 2 326 487, 2 357 340, 4 683 827

    20 Kalimantan Barat, 2 246 903, 2 149 080, 4 395 983

    21 Kalimantan Tengah, 1 153 743, 1 058 346, 2 212 089

    22 Kalimantan Selatan, 1 836 210, 1 790 406, 3 626 616

    23 Kalimantan Timur, 1 871 690, 1 681 453, 3 553 143

    24 Sulawesi Utara, 1 159 903, 1 110 693, 2 270 596

    25 Sulawesi Tengah, 1 350 844, 1 284 165, 2 635 009

    26 Sulawesi Selatan, 3 924 431, 4 110 345, 8 034 776

    27 Sulawesi Tenggara, 1 121 826, 1 110 760, 2 232 586

    28 Gorontalo, 521 914, 518 250, 1 040 164

    29 Sulawesi Barat, 581 526, 577 125, 1 158 651

    30 Maluku, 775 477, 758 029, 1 533 506

    31 Maluku Utara, 531 393, 506 694, 1 038 087

    32 Papua Barat, 402 398, 358 024, 760 422

    33 Papua, 1 505 883, 1 327 498, 2 833 381

    Indonesia, 119 630 913, 118 010 413, 237 641

    Terima Kasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s