Islam Fundamental

Posted: Maret 18, 2014 in Cangkruan, pemikiran, Sosial Kemasyarakatan, Tafsir
Tag:,

kristen fundamentalTulisan ini saya tulis sebagai counter atas pendapat Dr. Biyanto, dosen UINSA di Jawa Pos hari ini (18/03/2014) beliau menulis, “bagi kelompok Islam fundamental, sistem khilafah dianggap satu-satunya solusi untuk menegakkan cita-cita politik umat.” Jujur saya kaget membaca pernyataan tendensius ini. Walau di awal artikelnya Biyanto bercerita tentang sekelompok anak muda yang demo di depan Grahadi, yang sebenarnya bisa dipahami sebagai anak muda para simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), tapi pernyataannya di paragraf ketiga mengundang ketidaksetujuan saya sebagai pribadi yang menganggap diri saya sebagai Islam Fundamental.

Secara kesejarahan, istilah Islam fundamental tidaklah kita temukan dalam Islam. Yang akan kita temukan adalah Islam Ahl al-ra’yi dan Islam Ahl Al-Nash/ahl al-Hadist. Yaitu sekelompok orang Islam yang dapat menafsiri al-Qur’an dan Hadis dengan logika tanpa harus terikat dengan teks agama. Sedangkan Ahl al-Nash adalah sekelompok orang Islam yang mendasarkan tafsir teks Islam pada teks-teks Islam lainnya.

Lebih jauh dari itu, pertikaian antar kelompok Islam di masa lalu bukanlah pertentangan antara Islam Fundamental dan Islam non-Fundamental. Tapi lebih pertarungan faksional teologis politis. Syi’ah, Sunni, Mu’tazilah, Jabariyah, qadariyah dan lain sebagainya. Nah yang unik di sini, semua dari mereka termasuk saya sendiri mengaku sebagai penganut Islam Fundamental.

Lalu apa yang dimaksud dengan Islam fundamental, istilah Islam fundamental sebenarnya tidak tepat disematkan ke Islam. Istilah ini bermula dari kesejarahan umat Kristiani. Umat Kristiani, tidak semuanya percaya kepada Injil, sebagian dari mereka menyangsikan bahwa Injil itu adalah berasal dari Tuhan. Bagi mereka yang percaya terhadap teks-teks Injil sebagai teks yang diturunkan dari Tuhan, mereka disebut sebagai Kristen Fundamental sedang bagi yang tidak maka banyak sebutan lain untuk mereka. Tapi kasus ini tidak terjadi di Islam, 100% orang Islam percaya bahwa al-Qur’an adalah dari Tuhan semesta alam yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad SAW. Sehingga jelaslah sekarang bahwa semua orang Islam adalah Fundamental.

Kembali lagi ke pernyataan Biyanto yang menyatakan bahwa Islam fundamental menganggap bahwa Khilafah adalah cita-cita dan solusi politik umat Islam, maka pernyataan tersebut tidak bisa diterima secara akal dan cenderung menganggap bahwa Islam fundamental adalah kelompok HTI dan mereka yang sependapat sedangkan yang tidak sependapat bukanlah Islam fundamental. Maka perlu saya tegaskan, bahwa saya dan banyak lagi umat Islam lainnya adalah Islam fundamental tapi kami tidak sependapat dengan konsep bahwa khilafah adalah solusi segala masalah. Pernyataan HTI adalah tidak bisa diterima secara akal dan terlalu dipaksakan untuk mencari pembenarannya dalam al-Qur’an dan hadist.

Kami mengakui bahwa khilafah adalah fakta sejarah umat Islam, pada saat itu memang pernah umat Islam mengalami kejayaannya, tapi tidak sedikit pula pertumpahan darah terjadi dalam perebutan kekuasaan terjadi dalam kesejarahan khilafah Islam. Ia bisa jadi benar untuk ukuran zamannya tapi tidak bagi zaman yang lainnya. Saya termasuk orang yang percaya bahwa kekhilafahan adalah sebuah konsep tentang pemerintahan Islam tapi bukan satu-satunya. Bagi saya Islam itu adalah nilai bukan bentuk, Islam itu adalah attitude bukan pakaian. Sebagaimana saya percaya bahwa pakaian ala gamis orang Arab bagi saya ia hanya cocok untuk konteks tempat dan zamannya tapi bisa jadi tidak tepat untuk waktu dan tempat lain. Wallahu a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s