Cabe-Cabean

Posted: April 8, 2014 in Awewe, Cangkruan, cinta, Renungan, Sosial Kemasyarakatan

CabeanSaya awal kali tak paham dengan istilah cabe-cabean atau cewek cabe-cabean. Walau banyak anak-anak sekolah yang membicarakannya. Saya cenderung diam saat anak-anak membicarakan hal tersebut. Otak saya masih loading dan bertanya apakah ini ada hubungannya dengan cabe atau tidak (karena orang tua saya sendiri dulunya adalah pedagang cabe). Hingga suatu hari saya membaca bahwa yang dimaksud dengan cabe-cabean semulanya digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan fenomena kelakuan remaja yang tergabung dalam kelompok balapan motor liar (dan seringkali berhubungan dengan geng motor). Pemenang balapan bisa mengencani si gadis cabe-cabean. Kini, pengertian cabe-cabean sudah meluas mencakup perilaku remaja perempuan,usia SMP ataupun SMA, yang serba gampangan dan bisa dijadikan mainan.

Istilah ini secara jujur merasahkan saya sebagai pribadi. Sebegitu brutalkah kelakukan para remaja kita saat di Barat sendiri para anak-anak di bawah usia 17 tahun diprotek sedemikian rupa dari penyalahgunaan seksual. Di sana berhubungan seksual dengan anak di bawah usia 17 tahun adalah sebuah kejahatan kriminal dan tidak dapat dimaafkan. Di sini, saya malah melihat kebrutalan itu sedemikian membabibuta.

Sikap masyarakat yang permisif, tidak peduli akan apa yang terjadi di sekitar serta remaja yang banyak menerima informasi yang tak benar serta pergaulan yang salah membuat mereka menjadi semakin terjerembab dalam dunia per-cabe-cabean.

Kita para orang tua masih menganut madhab lama dengan tidak membicarakan seksual secara norma ketimuran pada anak-anak kita sedang disaat lain otak mereka dicuci oleh pergaulan yangt salah, persepsi yang salah tentang seksualitas, dan film porno yang seakan menjadi barang mudah untuk berganti dari satu hape ke hape lain.

Mau tidak mau, tak ada guna lagi kita mengutuk kegelapan. Hendaklah kita memulai menyalakan lilin kebenaran dengan memberikan pengertian norma seksual yang benar sebagai orang timur, pengertian yang jelas kepada anak-anak kita tanpa harus menggurui mereka yang mulai beranjak dewasa sebelum mereka mengenal dari pihak lain yang tidak bertanggung jawab dan dimanfaatkan oleh pihak lain tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s