Purnama di Australia

Posted: Februari 18, 2016 in Cangkruan, cinta, Motivasi, Trip
Tag:, , ,

Tiba di Autralia pada musim panas (summer) menjadikanku harus kerja keras untuk menyesuaikan diri. Malam pada musim panas di Australia sangat larut jika dibanding Indonesia. Magrib di bulan Februari ini ada di kisaran jam 8 malam. Isya’nya baru dimulai saat jam menunjukkan sekitar jam 9.30 malam. Siangnya lebih panjang. Karena subuh di sini sudah dimulai dari jam lima pagi hingga sekitar jam 6.30 pagi. Jika Anda adalah orang yang terbiasa beraktifitas selama sehari penuh, menunggu isya’ bisa jadi menjadi sebuah perjuangan sendiri. Karena jam 7 malam mata kita terkadang sudah mulai redup. Apalagi bagi kita yang biasa melaksanakan puasa senin kamis. Selain siang yang 3 jam lebih panjang. Udara di sini juga relatif lebih kering. Sehingga jika Anda adalah seorang guru atau orang yang aktif di luar ruangan, maka sebentar-sebentar bisa terasa haus. Tapi semuanya terserah kita yang penting puasa bukan berarti menjadikan kita tidak professional. Alasan keagamaan apapun tidak akan ditoleransi orang jika itu menghalangi profesionalitas Anda karena agama di sini adalah masalah private, dan masalah private bukan urusan orang lain.

Berbeda dengan negara-negara Timur Tengah dan Eropa yang meliburkan para mahasiswanya pada musim panas. Maka musim panas di Australia menjadi penanda awal tahun akademik di sini. Sedikit agak aneh, perjalanan musim di sini terbalik dibanding dengan Eropa dan Kanada. Jika di Eropa saat ini masih musim dingin atau musim salju, maka di Australia maah musim panas. Musim panas di Australia relatif tidak trelalu panas seperti di Eropa pada umumnya. Musim panas di sini masih seperti musim kemarau di Indonesia. Perbedaaanya hanya pada tingkat kelembabannya saja. Di Australia relatif kering. Jika Anda menggaruk kulit Anda yang relatif kering maka hampir bisa dipastikan kulit Anda akan luka dan iritasi. Keadaan nyaman di Indonesia yang jika menggaruk tidak menjadi masalah inilah yang menjadikanku terkena masalah kulit di Australia. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu setengah bulan, lengan dan bagian tubuh yang lain sudah mengalami luka dan iritasi akibat perbuatanku sendiri.

Dibalik semua itu, saya suka malam-malam di Australia. Keinginanku meihat langit yang penuh dengan bintang-bintang dan bulan yang tidak terpenuhi di Surabaya dan Jakarta terpenuhi di sini. Apalagi Canberra adalah ibu kota negara yang sudah disetting semenjak dia belum ada. Saya terkadang suka berjalan-jala malam saat insomnia menyerang menikmati bintang-bintang di atas langit yang bersinang sangat terang. Mengingatkanku pada sebuah masa saat kecil dulu saat ada di pulau Madura, aku, saudara-sauadara, ibu, dan bibi-bibiku tidur di atas lencak (semacam dipan bambu) yang diletakkan di tengah halaman rumah kami yang membentuk tanian lanjeng (rumah tradisional Madura umumnya membentuk huruf U dengan rumah utama di sebelah utara, balai di sebelah selatan, dan langgar di sebelah barat. Pintu masuk utamanya melalui pintu sebelah timur yang dibiaran terbuka). Biasanya ibu bercerita tetang bintang gemintang, bercerita tentang bulan, bercerita tentang dongeng-dongeng, bercerita tentang para tetua kami. Jika sedang malas jalan-jalan, biasanya aku akan membuka tabir jendela dan memandangi langit-langit yang bertaburan bintang dan dipenuhi oleh sinar rembulan.

Semua hal ini setidaknya menjadikanku dapat menikmati Australia, dapat menikmati kedaan jauh dari rumah. Apalagi saat aku berujar kepada diriku sendiri bahwa aku dan hatiku berada di bawah langit yang sama. Jika aku merindukan Indonesia cukup ku lihat bintang gemintang dan bulan itu dan rindu ku pun terobati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s