Melawan Rasa Malas

Posted: Agustus 20, 2016 in Cangkruan, Motivasi, pemikiran, Renungan
Tag:, , ,

Beberapa hari ini atau mungkin sudah sekitar seminggu lebih, saya merasa bahwa saya tidak lagi produktif.  Tak ada tulisan serius yang saya hasilkan untuk disertasi saya dan tidak pula untuk bahan presentasi di seminar yang akan saya isi bulan depan di Sydney dan bulan depannya lagi di Marlbourne. Rasanya diri ini sangat malas sekali melakukan sesuatu. Semacam tak ada gairah. Jangankan untuk membaca dan menulis untuk bergerak pun malas. Selepas bangun tidur dan salat, saya terjebak untuk bersantai-santai di tempat tidur sambil bermain hape. Membuka aplikasi sosial media, mulai dari fesbuk, instagram, twitter, dan lain-lain. Saya suka mengupdate status atau sekedar berkomentar atas status kawan-kawan di fesbuk. Melihat komentar orang-orang di instagram saya sekaligus mencari gambar-gambar lucu. Berhari-hari saya merasa seprti itu. Berolahraga pun rasanya malas sekali. Akibatnya, kesehatan saya beberapa hari ini memburuk, perut rasanya mual dan kepala pening. Hingga satu titik, saya memutuskan untuk mengakhiri semua kemalasan ini.

Alih-alih untuk berpikir memulai membaca buku kembali atau melanjutkan menulis disertasi, saya malah memilih kegiatan yang dapat menggerakkan badan saya lebih banyak. Terpikirlah mencuci. Sudah lama rasanya tidak mencuci besar. Biasanya saya mencuci pakaian saya cicil satu atau dua potong pakaian. Tapi saat itu saya butuh bergrak lebih banyak. Kontan saya terpikir untuk mencuci celana jins yang sebenarnya malah tidak saya pakai serta beberapa pakaian kotor saya. Keisengan saya kemudian berlanjut, tidak memilih mesin cuci saya malah menuju bath-ub atau bak mandi yang biasanya oleh kawan-kawan di flat digunakan untuk mandi berendam. Alih-alih buat mandi berendam. Bath-ub saya isi dengan air panas dan baju-baju tadi saya rendam beberapa saat. Setelah terendam dan saya campur dengan detergen cair yang saya beli di pusat kota Canberra, mulailah saya mencuci secara manual. Memulai kembali kebiasaan saya di pesantren yaitu mencuci sendiri.

Selepas mencuci dan menjemur pakaian, saya putuskan untuk tidak bermalas-malasan di kamar, saya pergi ke berbagai tempat dan perkumpulan di kampus ANU utnuk mengusir kebosanan atau kemalasan yang enath saya tidak tahu datangnya dari mana. Sengaja syaa beraktif-aktif ria dengan kawan-kawan untuk mengusir kebosanan itu. Selepas semua aktifitas itu saya beranjak pada hal yang lebih ekstrim yaitu meng-uninstall aplikasi fesbuk yang ada di hape karena saya melihat aplikasi inilah yang paling banyak menyita waktu saya setelah game-game itu saya hapus dari hape.

Kini, perlahan tapi pasti, mood itu mulai beranjak naik, tak lagi bermalas-malas di tempat tidur sambil baca-baca sosial media. Sekarang mau tidak mau, teman saya adalah buku dan kegiatan saya adalah menulis serta refresing saya adalah olahraga di sekitar danau.

Saya tidak akan berkata bahwa ini bisa berhasil untuk Anda coba, tapi setidaknya cara-cara di atas layak Anda pikirkan untuk Anda lakukan jika Anda tak tahu tiba-tiba Anda merasa malas dan enggan melakukan apapun. Jadi yang pertama, gerakkan tubuh Anda. Tinggalkan tempat tidur Anda, kedua, lakukan sesuatu yang relatif berbeda dnegan rutinitas Anda, keluarlah dan gerakkan badan Anda. Ketiga, putus semua hal yang membuat Anda malas. Ciptakan kondisi bahwa satu-satunya cara adalah dengan Anda melakukan kembali pekerjaan Anda dengan baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s