Dari Bahasa Arab ke Bahasa Inggris

Posted: Februari 19, 2018 in Kitabe Cak, Motivasi, pemikiran, pendidikan, Pitakonan, Sosial Kemasyarakatan, Uncategorized
Tag:, ,

Bahasa Inggris sangat digalakkan,
Bahasa Arab katanya kampungan.

(Rhoma Irama)

Tulisan ini muncul saat Prof. Sukron Kamil, guru besar bahasa Arab di UIN Jakarta saat mengutip lirik lagu Rhoma Irama di atas yang ditulis oleh seorang kawan, Dr. Mauidlotun Nisa’ dalam sidang promosi doktoral nya di Sekolah Pascasarjana UIn Jakarta.

Sukron dan Nisa sebagaimana Rhoma, juga melihat ada anggapan bahwa bahasa Arab di kalangan masyarakat Indonesia yang tumbuh menjadi masyarakat Urban sebagai bahasa yang kampungan. Di sisi lain, diutarakan oleh sahabat saya yang lain, Arafah Fika, bahwa kursus bahasa Inggris di kampung Inggris saat ini beranjak mahal, padahal masa saya dulu, yang penting ada bekal buat makan dan beli sabun mandi. Fika bercerita dalam konteks adiknya yang belajar bahasa Inggirs di Pare-Kadiri di tahun 2018.

Hal ini juga mengingatkan saya pada masa kecil saya, di mana saya lebih akrab dengan bahasa Arab lalu tiba-tiba saat ini lebih mendapati diri lebih fasih berbahasa Inggris dan kesulitan dalam memenuhi standar bahasa Arab baik dalam tes maupun dalam percakapan. Dulu, saat masuk Aliyah dan memutuskan tinggal di asrama wajib berbahasa Arab dan kemudian melanjutkan bahasa Arab level mahir (mutaqaddimin) di Darul Lughah Pamekasan. Akan tetapi jalan hidup berkata lain, perjalanan saya ke Eropa, Amerika, dan Australia membuat saya lebih memahami bahasa Inggris dibanding bahasa Arab. Kadang saya berpikir, “apa karena bahasa Arab dianggap kampungan?”. Saya kira tidak. Ini lebih pada kebiasaan saya yang lebih memilih membaca teks berbahasa Inggris dibanding teks berbahasa Arab. Saya juga lebih berurusan dengan gadget dan komputer yang semuanya perintahnya menggunakan bahasa Inggris dan bukan bahasa Arab. Dan satu lagi yang membuat saya lebih sering menggunakan bahasa Inggris dibanding bahasa Arab adalah tatkala saya bertemu orang Arab, saya jauh lebih sering memakai bahasa Inggris dibanding bahasa Arab.

Prihatin sebenarnya, saat ini praktis saya menggunakan bahasa Arab hanya dalam ritual Islam yang saya jalankan seperti salat, berdoa, membaca al-Qur’an, dan sesekali membaca kitab kuning standar pesantren. Tapi itulah yang terjadi. Sehingga wajar jika bahasa Arab di Indonesia sering pula diasosiasikan dengan bahasa agama, terutama dengan agama Islam. Wallahu a’lam.

Iklan
Komentar
  1. Jumal Ahmad berkata:

    Bu Mauidhatun ujian doktor hari ini ya Pak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s